Wisata Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi yang Mempesona

Pantai pelabuhan Ratu mungkin sudah dikenal oleh sebagian besar orang selain karena mempesona juga karena mistisnya.  Pantai pelabuhan ratu merupakan salah satu pantai yang mistis sekaligus penuh dengan pesona di Indonesia yang terletak di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Pantai ini merupakan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi yang Mempesona

Mistis karena terkenalnya Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang suka warna Hijau. Terdapat salah satu hotel di Pantai Pelabuhan Ratu yaitu Samudera Beach Hotel yang menyediakan khusus satu kamar untuk Nyi Roro Kidul. Bahkan, karena kemistikannya tersebut, banyak yang “mengamankan diri” dengan tidak memakai pakaian berwarna hijau di sana. Hal itu karena warna hijau adalah warna favorit Nyi Roro Kidul. Sehingga orang yang memakai baju hijau akan tertarik ke laut dan kemudian hilang.

Terlepas dengan cerita misterinya, Pantai Pelabuhan Ratu adalah pantai cantik yang harus kita kunjungi. Ada dua jalan yang dapat kita lewati jika mau ke pantai ini. Melalui jalur alternatif Palimanan-Cikidang kemudian keluar di Citepus dan sudah langsung ke Pelabuhan Ratu atau lewat jalan biasa yang menuju ke Pelabuhan Ratu. Kalau melalui jalur alternatif memang lebih cepat tapi tracknya berkelok-kelok hingga 70 derajat. Pemandangan yang disuguhkan adalah pemandangan pegunungan dengan perkebunan teh serta kelapa sawit.

Sejuk sekaligus menyegarkan mata. bahkan ada beberapa mobil yang sengaja berhenti sekedar menikmati pemandangan di situ. Saran dariku adalah jangan melewati jalur ini kalau belum lancar menyetir dan di malam hari, karena butuh ketelitian serta konsentrasi yang tinggi. Kalau jalan biasa ke Pelabuhan Ratu pasti akan lebih ramai. Tracknya juga tidak sesulit jalur Palimanan-Cikidang. Tapi waktu tempuhnya lebih panjang dari jalur alternatif.

TERKAIT:  Berwisata Religi ke Masjid Agung Jawa Tengah

Baca juga: Wisata Pantai Cibangban Sukabumi yang Menawan

Pemandangan yang disuguhkan oleh jalur tersebut tidak seindah jalur Palimanan-Cikidang. Sebelum kita memasuki pantai, kita diharuskan membayar biaya masuk yaitu, pejalan kaki Rp 3000,-, motor Rp 8000,-, mobil sedan atau jip Rp 20.000,-, dan mini bus dikenakan tarif Rp 30.000,-. Sesampainya di Pelabuhan Ratu, kami langsung mencari tempat penginapan di daerah Citepus. Akhirnya kami menemukan rumah yang bisa disewa untuk kami hanya sekedar untuk tidur dan makan. Harga sewa rumah yang di dalamnya terdapat kamar mandi, dapur, satu kamar tidur, ruang tamu dan juga TV yaitu Rp 300.000,- per malam.

Sekedar ingin tahu bagaimana suasana pantai Pelabuhan Ratu di malam hari. Anginnya yang berhembus terasa cukup dingin sehingga kami memutuskan menggunakan jaket supaya tidak terkena angin laut. Suasana pantai yang remang-remang, hanya mendapatkan cahaya sekedarnya dari warung-warung yang ada di pinggir pantai terdapat juga muda-mudi yang memadu kasih. Tetapi lebih banyak yang memanfaatkannya dengan bernyanyi-nyanyi atau berani memutuskan bermain air di pantai ketika malam hari.

Lampu-lampu kapal nelayan terlihat di kejauhan dan lampu mercusuar tampak indah sekali. Pagi harinya, sesudah sholat subuh, kami langsung keluar menikmati udara pagi di Pantai Pelabuhan Ratu yang nyaman. Tidak dingin dan juga tidak panas. Karena posisi pantai ini ada di Selatan jadi kita tidak bisa menikmati indahnya matahari terbit. Akan tetapi tidak menyurutkan kami untuk bermain di pantai. Air yang dingin akhirnya menjadi mainan air kami saat itu.

Lagi asyik-asyiknya kami bermain air di pantai, ada pemandangan yang sangat menyedihkan. Masih banyak sekali orang-orang yang membuang sampah di laut. Tidak hanya sampah plastik, tapi juga sampah sterofoam berupa kapal-kapalan yang diterbangkan dengan menggunakan benang juga kami temukan. Jadilah kita bermain dan membersihkan sampah serta menggulung benang. Padahal disini sudah disediakan bolongan khusus sebagai tempat untuk mengumpulkan sampah.

TERKAIT:  Menikmati Wana wisata Cipelang di Sukabumi Jawa Barat

Air laut pantai Pelabuhan Ratu yang bening serta menyegarkan membuat kami betah untuk berlama-lama disini. Kalau ingin istirahat dulu setelah bermain air dan mau berjalan-jalan di pinggiran pantai, bisa menyewa kuda dengan harga Rp 20.000,- per jam. Atau ingin tantangan yang lebih ekstrim, bisa menyewa papan seluncur yang sudah tersedia. Tapi bentuk papan seluncurnya tidak seperti papan seluncur yang biasanya.

Lalu bagaimana cara bermainnya? Kita bermain hanya dengan mengikuti arus ombak yang menuju ke pantai. Kalau baju kita terlanjur basah tapi tidak membawa baju ganti terdapat warung-warung yang menjual baju-baju anak sampai dewasa dengan harga paling murah adalah Rp 20.000,- .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *