Sumber Munculnya Ajaran Tasawuf

By Admin | Umum

sumber munculnya ajaran tasawuf

Banyak pendapat yang mengatakan sumber munculnya ajaran tasawuf berasal dari luar Islam yang masuk ke dalam Islam. Sebagian penulis, misalnya ada yang berpendapat bahwa tasawuf dalam Islam banyak dipengaruhi Kristen. Di antara buktinya, ada pertalian kehidupan antara orang Arab dan orang Nasrani sejak zaman sebelum Islam. Banyak rahib Kristen yang datang ke jazirah Arabia mengajarkan dasar-dasar hidup kerohanian. Dilihat dari segi ajaran-ajarannya, latihan rohaninya, khalwatnya, bahkan pakaiannya banyak terdapat kesamaan antara para rahib Kristen dan kaum Sufi Islam. Untuk mengetahui apa itu tasawuf, bisa Anda baca pada artikel sebelumnya tentang artikel pengertian tasawuf.
Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa sumber munculnya ajaran tasawuf karena pengaruh ajaran Hindu, terutama tentang Atman Brahmana dan pengaruh ajaran Budha tentang nirwana. Ada juga yang berpendapat bahwa tasawuf berasal dari filsafat mistik Phytagoras dengan ajarannya yang meninggalkan kehidupan material dan memasuki kehidupan kontemplasi. Dikatakan pula bahwa tasawuf masuk ke dalam Islam karena pengaruh filsafat Emanasi Plotinus.

Terlepas ada atau tidaknya pengaruh dari luar ajaran Islam, yang jelas dalam Islam sendiri banyak ayat Al-Qur’an dan hadist yang membawa kepada timbulnya tasawuf (mendekatkan diri kepada Allah). Ajaran yang mengatakan bahwa Tuhan dekat dengan manusia, misalnya dapat dilihat dalam surat Al-Baqarah ayat 186. “Jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang diri-Ku (jawablah bahwa) Aku ini sungguh dekat. Aku mengabulkan semua yang memanggil jika ia panggil Aku.”


Kata doa yang terdapat dalam ayat tersebut tidak diartikan “berdoa”, sebagaimana lazimnya, tetapi “diseru” atau “dipanggil”. Tuhan mereka panggilm dan Tuhan memperlihatkan diri-Nya kepada mereka. Pemahaman mereka itu didasarkan pada kenyataan bahwa Tuhan, menurut mereka begitu dekat dan karena dekatnya itu, mereka memanggil-Nya.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 115 dijelaskan: “Timur dan Barat kepunyaan Allah. Maka ke mana saja kamu berpaling, di situ kamu jumpai wajah Allah.”

Bagi kaum Sufi, ayat ini mengandung arti bahwa di mana saja Tuhan ada dan dapat dijumpai. Selain ayat Al-Qur’an, terdapat hadis yang sering mereka kutip:

“Siapa yang kenal dirinya, pasti kenal Tuhannya.”

Hadis yang berpengaruh terhadap sumber munculnya ajaran tasawuf terdapat dalam salah satu hadis qudsi, “Pada mulanya Aku adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin kena. Maka Aku ciptakan makhluk dan mereka pun kenal pada-Ku melalui diri-Ku.”

Sebenarnya, dalam setiap agama kehidupan kerohanian pasti ada. Setiap pemeluk akan mengamalkan ajaran agamanya. Oleh karena itu, kesamaan pengamalan tasawuf dalam Islam dengan agama-agama lain bukan saling meniru. Itu terjadi bisa saja karena ada kesamaan apa yang diamalkan oleh masing-masing pemeluk agama.


Related Pos :