Strategi Dakwah Rasulullah Saw Periode Madinah

By Admin | Umum

strategi dakwah Rasulullah Saw periode Madinah

Pokok-pokok pikiran yang dijadikan strategi dakwah Rasulullah Saw periode Madinah adalah:

1. Berdakwah dimulai dari diri sendiri, maksudnya sebelum mengajak orang lain meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya, maka terlebih dahulu orang yang berdakwah itu harus meyakini kebenaran Islam dan mengamalkan ajarannya.


2. Cara melaksanakan dakwah sesuai dengan petunjuk Allah Swt dalam surah An-Nahl, 16: 125.

3. Berdakwah itu hukumnya wajib bagi Rasulullah Saw dan umatnya. Dalil wajibnya: Al-Qur’an surah Ali Imran, 3: 104, dan Hadis Rasulullah Saw:

“Sampaikanlah, apa yang berasal dariku (tentang Islam), walaupun hanya satu ayat.” (H.R. Bukhari)

4. Berdakwah dilandasi dengan niat ikhlas Allah Swt semata, bukan dengan niat untuk memperoleh popularitas dan keuntungan yang bersifat materi.

Masyarakat Islam atau masyarakat Madani adalah masyarakat yang menerapkan ajaran Islam pada seluruh aspek kehidupan, sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat yang tayyibatun wa rabbun gafur, yakni masyarakat yang baik, aman, tenteram, damai, adil, dan makmur di bawah naungan rida Allah Swt dan ampunan-Nya.

Adapun beberapa strategi dakwah Rasulullah Saw pada periode Madinah dalam mewujudkan masyarakat Islam seperti tersebut adalah:

a. Membangun masjid

Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah Saw di Madinah ialah Masjid Quba, yang berjarak -+ 5 km, sebelah Barat Daya Madinah. Dan masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya yaitu Masjid Nabawi di Madinah.

Mengenai fungsi atau peranan masjid pada masa Rasulullah Saw adalah sebagai berikut:

• Masjid sebagai sarana pembinaan umat Islam di bidang akidah, ibadah, dan akhlak.

• Masjid merupakan sarana ibadah, khususnya shalat lima waktu, shalat jum’at, shalat Tarawih, shalat Idul Fitri, dan Idul Adha. (lihat Q.S. Al-Jinn, 73: 18)

• Masjid merupakan tempat belajar dan mengajar tentang agama Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadist.

• Masjid sebagai tempat pertemuan untuk menjalin hubungan persaudaraan antarsesama Muslim (Ukhuwah Islamiah) demi terwujudnya persatuan.

• Menjadikan masjid sebagai sarana kegiatan sosial.

• Menjadikan halaman masjid dengan memasang tenda, sebagai tempat pengobatan para penderita sakit, terutama para pejuang Islam yang menderita luka akibat peran melawan orang-orang kafir.

• Rasulullah Saw menjadikan masjid sebagai tempat bermusyawarah dengan para sahabatnya.

b. Mempersaudarakan antar kaum Muhajirin dan kaum Anshar

Muhajirin adalah para sahabat Rasulullah Saw penduduk Mekah yang berhijrah ke Madinah. Anshar adalah para sahabat Rasulullah Saw penduduk asli Madinah yang memberikan pertolongan kepada kaum Muhajirin.

Rasulullah Saw bermusyawarah dengan Abu Bakar r.a. dan Umar bin Khatab tentang mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar, sehingga terwujud persatuan yang tangguh. Hasil musyawarah memutuskan agar setiap orang Muhajirin mencari dan mengangkat seorang kalangan Anshar menjadi saudaranya senasab (seketurunan), dengan niat ikhlas karena Allah Swt. demikian juge sebaliknya orang Anshar.

c. Perjanjian bantu membantu antara umat Islam dan umat non-Islam

Pada waktu Rasulullah Saw menetap di Madinah penduduknya terdiri dari tiga golongan, yaitu umat Islam, umat Yahudi (Bani Qainuqa, Bani Nazir, dan Bani Quraizah), dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam.

Rasulullah Saw membuat perjanjian dengan penduduk Madinah non-Islam dan tertuang dalam Piagam Madinah, isi Piagam Madinah itu antara lain:

1. Setiap golongan dari ketiga golongan penduduk Madinah memiliki hak pribadi, keagamaan, dan politik. Sehubungan dengan itu setiap golongan penduduk Madinah berhak menjatuhkan hukuman kepada orang yang membuat kerusakan dan member keamanan kepada orang yang mematuhi peraturan.

2. Setiap individu penduduk Madinah mendapat jaminan kebebasan beragama.

3. Seluruh penduduk Madinah yang terdiri dari kaum Muslimin, kaum Yahudi dan orang-orang Arab yang belum masuk Islam sesama mereka hendaknya saling membantu dalam bidang moril dan materil. Apabila Madinah diserang musuh, maka seluruh penduduk Madinah harus bantu-membantu dalam mempertahankan kota Madinah.

4. Rasulullah Saw adalah pemimpin seluruh penduduk Madinah. Segala perkara dan perselisihan besar yang terjadi di Madinah harus diajukan kepada Rasulullah Saw untuk diadili sebagaimana mestinya.

d. Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi, dan sosial yang Islami demi terwujudnya masyarakat Madani

Sebagai kepala Negara, Rasulullah Saw telah meletakkan dasar bagi politik Islam, yakni Musyawarah.

Dalam bidang ekonomi Rasulullah Saw telah meletakkan dasar bahwa sistem ekonomi Islam itu harus dapat menjamin terwujudnya keadilan.

Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Rasulullah Saw telah meletakkan dasar antara lain adanya persamaan derajat di antara semua individu, semua golongan, san semua bangsa.


Related Pos :