Sistem Peredaran Darah pada Manusia

By Admin | pengetahuan

sistem peredaran darah pada manusia

Pada manusia, alat transportasi yang utama adalah darah. Darah dalam tubuh manusia akan diedarkan keseluruh tubuh dengan bantuan alat peredaran darah. Alat peredaran manusia adalah jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, di dalam tubuh manusia juga ada peredaran yang lain, yaitu peredaran getah bening atau peredaran limfa. Dalam peredaran ini cairan yang diedarkan adalah getah bening. Peredaran getah bening dilakukan oleh pembuluh getah bening atau pembuluh limfa.

1. Darah


Volume darah pada manusia atau mamalia kurang lebih 1/13 berat badannya. Pada orang dewasa, volume darahnya lebih kurang 4,5 liter. Darah pada manusia berfungsi seperti berikut.

a. Alat angkut.

Sebagai alat angkut, darah berfungsi untuk:

  • Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
  • Mengangkut karbondioksida dari seluruh jaringan tubuh ke paru-paru.
  • Mengangkut sari-sari makanan dari jonjot usus ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan.
  • Mengangkut zat-zat sampah hasil metabolisme dari seluruh jaringan tubuh ke alat pengeluaran (ekskresi).
  • Mengangkut dari kelenjar-kelenjar buntu (endokrin) ke bagian tubuh tertentu dan, dan
  • Mengangkut air ke seluruh bagian tubuh.

b. Pengatur keseimbangan asam dan basa untuk menghindari kerusakan jaringan-jaringan tubuh.

c. Benteng pertahanan tubuh dari infeksi kuman-kuman.

d. Pengatur stabilitas suhu tubuh, dengan jalan memindahkan panas dari alat-alat tubuh yang aktif ke bagian lain yang tidak aktif.

Darah manusia mempunyai bagian-bagian yang kompleks. Masing-masing bagian mempunyai fungsi sendiri.

  • Sel darah merah

Dalam fungsi transportasi, sel darah merah (eritrosit) memegang peranan penting karena sel darah merah mengandung hemoglobin. Hemoglobin inilah yang mengikat oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh. selain itu, hemoglobin mengikat karbondioksida dari seluruh jaringan tubuh untuk dibawa ke luar tubuh melalui paru-paru.

Sel darah merah merupakan bagian yang utama dari darah. Setiap satu milliliter kubik darah mengandung 4 sampai 6 juta sel darah merah. Sel darah merah berbentuk bikonkaf, tidak berinti, dan warnanya kekuning-kuningan. Apabila ada orang yang jumlah sel darah merahnya kurang dari jumlah tersebut, maka orang itu disebut menderita kurang darah (anemia).

  • Sel darah putih

Sel-sel darah putih inilah yang bertindak sebagai benteng pertahanan tubuh terhadap kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. sel darah putih mempunyai inti. Setiap satu milliliter kubik darah mengandung 6.000 sampai 9.000 sel darah putih. Sel darah putih mempunyai kemampuan untuk bergerak bebas secara ameboid atau gerakan yang menyerupai ameba. Sel darah putih juga mempunyai kemampuan diapedesis, yaitu kemampuan untuk menembus dinding kapiler pembuluh darah. Sel darah putih dalam melakukan perannya sebagai benteng pertahanan tubuh, dengan jalan fagositosis atau memakan benda-benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Jumlah sel darah putih dalam darah tidak selalu sesuai dengan ukuran normal (6.000/ cc sampai dengan 9.000/ cc). jika jumlah sel darah putih dalam darah kurang dari 6.000/ cc disebut leucopenia. Sebaliknya, jika jumlah sel darah putih di dalam darah lebih dari 9.000/ cc disebut leukositosis. Jika kelebihan sel darah putih  di dalam darah mencapai lebih kurang 200.000/ cc disebut leukemia. Leukemia dapat disebabkan karena kanker pada jaringan penghasil leukosit.

  • Sel darah pembeku

Sel darah pembeku (trombosit) berperan penting dalam proses pembekuan darah, jika jaringan tubuh ada yang terbuka. Trombosit berupa sel-sel kecil dengan bentuk yang tidak teratur dan sering disebut keeping-keping darah. Trombosit mempunyai sifat mudah pecah dan tidak berinti. Trombosit dibuat oleh megakariosit di dalam sumsum tulang. Pada umumnya, setiap satu milliliter darah pada orang dewasa mengandung 200.000 sampai 300.000 butir trombosit. Trombosit berperan penting di dalam proses pembekuan darah karena di dalamnya terkandung tromboplastin.

Pembekuan darah merupakan rangkaian proses yang terjadi pada jaringan tubuh, melibatkan plasma darah dan trombosit. Akibat luka, darah keluar dari pembuluh darah dan trombosit yang terdapat dalam darah akan menyentuh permukaan luka akan pecah dan mengeluarkan enszim trombokinase (tromboplastin). Enzim trombokinase akan mengubah protrombin menjadi enzim yang disebut trombin.

Protrombin adalah senyawa globin yang larut dan dihasilkan di hati dengan bantuan vitamin K. Protrombin merupakan enzim yang belum aktif. Dalam mengaktifkan protrombin menjadi trombin, ion kalsium turut berperan sebagai akselerator, yaitu zat yang mempercepat perubahan atau reaksi. Kemudian, trombin mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Fibrin adalah protein yang larut dalam plasma darah. Timbulnya benang-benang fibrin menyebabkan darah menjadi membeku (koagulasi) karena benang-benang fibrin terbentuk seperti jarring yang memerangkap dan menghalangi sel darah merah keluar dan pembuluh darah yang luka.

  • Cairan darah

Komponen terbesar dari cairan darah (plasma darah) adalah air. Di dalamnya terlarut senyawa-senyawa kimia, antara lain protein, sari-sari makanan, garam mineral, zat-zat hasil produksi sel, zat-zat sisa metabolisme, dan gas-gas pernapasan.

2. Alat peredaran darah

Alat peredaran darah pada manusia terdiri dari jantung (cor) dan pembuluh darah (vasa darah).

  • Jantung

Jantung merupakan alat pemompa darah. Bagian-bagian jantung dibedakan menjadi tiga, yaitu dinding jantung, ruangan jantung, dan klep atau katub jantung.

  • Dinding jantung

Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan pericardium atau selaput pembungkus jantung, miokardium atau otot jantung, dan endokardium atau selaput yang membatasi ruangan jantung.

  • Ruangan jantung

Ruangan jantung terdiri atas empat ruangan, yaitu serambi (atrium) kanan dan kiri serta bilik (ventrikel) kanan dan kiri. Pada bayi yang belum lahir, antara serambi kanan dan kiri terdapat lubang yang disebut foramen ovale.

  • Klep jantung (katub jantung)

Klep jantung (vakvula) berfungsi menjaga agar aliran darah tetap searah. Di dalam jantung terdapat dua klep jantung, yaitu:

  • Valvula trikusvidalis yang terletak di antara serambi kanan dan bilik kanan. Klep ini berdaun tiga.
  • Valvula bikuspidalis yang terletak antara serambi kiri dan bilik kiri. Klep ini berdaun dua.

Otot jantung akan berkontraksi jika rangsang yang dialirkan melalui serabut saraf sampai pada otot jantung ventrikel. Akibatnya tekanan ruangan jantung menjadi maksimum. Keadaan ini disebut systole. Tekanan ini mengakibatkan darah terpompa ke luar aorta. Setelah darah terpompa keluar, otot jantung berelaksasi. Pada saat tersebut, tekanan ruangan jantung minimum. Keadaan itu disebut diastole. Pada orang dewasa yang normal, tekanan systole dan diastolenya masing-masing 120 mmHg dan 80 mmHg, dan setiap menit jantung akan berdetak 60 sampai 90 kali.

Untuk mengetahui perbedaan denyut jantung antara anak laki-laki dan perempuan serta kerja jantung yang dipengaruhi aktivitas tubuh.

  • Pembuluh darah

Pembuluh darah sering disebut vasa. Pembuluh darah terdiri dari pembuluh nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.

  • Pembuluh nadi

Pembuluh nadi (arteri) bertugas untuk mengalirkan darah dari jantung. Umumnya, pembuluh nadi terletak di bagian dalam di antara jaringan-jaringan otot. Pembuluh ini membawa darah yang kaya akan oksigen (darah bersih), kecuali pembuluh arteri pulmonalis. Pembuluh arteri pulmonalis adalah pembuluh nadi yang membawa darah dari jantung menuju ke paru-paru.

  • Pembuluh balik

Pembuluh balik (vena) bertugas untuk mengalirkan darah menuju jantung. Pembuluh ini terletak dekat permukaan (superficial). Pembuluh balik membawa darah yang kurang oksigen (darah kotor), kecuali pembuluh vena pulmonalis. Pembuluh vena pulmonalis adalah pembuluh balik yang membawa darah dari paru-paru menuju ke jantung.

  • Pembuluh kapiler

Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah yang sangat halus dan terdapat di berbagai organ tubuh. dinding pembuluh kapiler hanya berupa selapis sel. Pada bagian ini terjadi pertukaran antara oksigen dan karbondioksida.

  • Peredaran darah

Darah selama peredarannya dari jantung ke seluruh bagian tubuh (termasuk ke paru-paru) dan kembali lagi ke jantung selalu berada dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, sistem peredaran darah pada manusia disebut peredaran darah tertutup.

Di jantung darah yang kaya oksigen mengalir dari serambi kiri melalui valvula bikuspidalis menuju bilik kiri. Kontraksi serambi akan mendorong darah di bilik kiri mengalir ke aorta yang berpangkal pada bilik kiri menuju ke seluruh tubuh. di sepanjang pembuluh darah kapiler terjadi pertukaran gas antara gas oksigen dan gas karbondioksida. Kemudian melalui pembuluh balik tubuh darah yang kaya CO2 akan dibawa ke serambi kanan.

Dari serambi kanan darah mengalir ke bilik kanan melalui vavula trikuspidalis. Akibat kontraksi serambi maka darah bilik kanan mengalir ke arteri pulmonalis menuju paru-paru. Di sini darah melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen selanjutnya mengalir ke serambi bilik kiri. Sistem peredaran darah yang demikian disebut sistem peredaran darah ganda yang terdiri atas peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah besar merupakan peredaran darah yang mengedarkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang mengedarkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung.

  • Peredaran limfa

Peredaran limfa  merupakan peredaran terbuka, yaitu dimulai dari dalam jaringan dan berakhir pada pembuluh balik bawah selangka.

Sistem peredaran limfa ada dua macam, yaitu sistem pembuluh limfa dada dan sistem pembuluh limfa kanan.

  • Sistem pembuluh limfa dada, mengalirkan cairan limfa dari bagian tubuh sebelah bawah dan bagian tubuh atas sebelah kiri ke pembuluh vena bawah selangka kiri.
  • Sistem pembuluh limfa kanan, mengalirkan cairan limfa dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, dan lengan kanan ke vena bawah selangka kanan.

Di sepanjang pembuluh limfa terdapat kelenjar limfa yang menyaring dan mencegah infeksi kuman. Beberapa kelenjar limfa yang besar adalah:

  • Kelenjar limfa lipat siku, lipat dada, ketiak, lutut, dan leher;
  • Kelenjar limfa di selaput lendir usus;
  • Kelenjar folikel pangkal lidah;
  • Tonsil, amandel, dan pada adenoid (polip).

Aliran limfa atau getah bening disebabkan oleh tekanan otot rangka yang terdapat di sekitar pembuluh limfa. Untuk menjaga agar aliran limfa dapat lancar, di sepanjang pembuluh terdapat klep.

 


tags: , , ,

Related Pos :