Sejarah Perkembangan Ilmu Jiwa Agama dan Urgensi Mempelajari Psikologi Agama

By Admin | pengetahuan

Sejarah Perkembangan Ilmu Jiwa Agama dan Urgensi Mempelajari Psikologi Agama

Sejarah perkembangan ilmu jiwa agama di dunia Barat dan di dunia Islam serta Urgensi mempelajari psikologi Agama bagis mahasiswa.

Kehidupan kejiwaan yang berkaitan dengan keagamaan pada dasarnya telah terjadi semenjak adanya manusia di mana ketika itu belum ada kajian khusus tentang kejiwaan keagamaan tersebut. Sebagaimana digambarkan sebelumnya bahwa rasa bersalah Adam ketika melakukan pelanggaran terhadap larangan yang diberikan Allah kepadanya merupakan gambaran bahwa kejiwaan agama itu telah tumbuh bersama kehidupan manusia itu sendiri. Begitu pula rasa bersalah Qabil ketika membunuh adiknya Habil (keduanya anak nabi Adam AS) merupakan cikal bakal kajian kejiwaan keagamaan, akan tetapi kajian ilmiah tentang hal tersebut belum dimulai pada waktu itu. Penelitian secara ilmiah tentang agama baru dimulai dari kajian para antropolog. Hasil penelitian Frazer dan Taylor mengenai agama-agama primitif dinilai sebagai peletak dasar bagi penelitian modern dilapangan ilmu jiwa agama.


Buku yang memuat pembahasan mengenai pertumbuhan perasaan agama yang berjudul The Psychology of religion, An Empirical Study of Growth of Religions Counsciousness karya E.D. Starbuck yang diterbitkan tahun 1899 dianggap sebagai buku pertama mengenai ilmu jiwa agama oleh kalangan ahli ilmu jiwa agama Barat.

Sejarah perkembangan ilmu jiwa agama di dunia Islam sebenarnya ditemukan sebuah karya yang jauh lebih tua dari karya tersebut, yang jika isinya diamati akan terlihat bahwa karya ini merupakan kajian terhadap kejiwaan keagamaan yang dimiliki manusia yaitu buku Hayy ibn Yaqdzan karya Ibn Tufail (1106-1185 M). Buku ini memuat tentang proses pertumbuhan dan perasaan agama dari seorang anak yang dilahirkan di pulau terpencil dapat pula dilihat sebagai cikal bakal lahirnya ilmu jiwa agama.

Begitu pula halnya Al-Munqiz min al-Dalal (penyelamat dari kesesatan) yang membahas kebahagian jiwa dalam kaitannya dengan kehidupan keberagamaan. Namun sayang kajian non Barat ini kurang mendapat pehatian dan cenderung kurang diangkat ke permukaan.

Dalam kajian Barat di jumpai informasi mengenai ilmu jiwa agama berdasarkan karya-karya yang berhasil dikumpulkan. Sebelum revolusi Amerika, Jonathan Edward juga telah menyusun buku sekitar tahun 1881 yang menurut G. Stainley Hall berisi penelitian tentang konversi Agama. Kemudian sejumlah artikel tentang masalah yang hampir serupa diperoleh dari tulisan E. Durkeim. Tulisan George Albert Goe berjudul The Spiritual Life tahun 1900, kemudian buku berjudul The Varieties of Religious Eperiences karangan William James yang mengungkapkan pengalaman agama tokoh-tokoh agama merupakan lanjutan tulisan-tulisan pendahulunya. Dan boleh dikatakan sejak ilmu jiwa agama berkembang menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri, tulisan-tulisan mengenai ilmu banyak dilakukan orang.

James membedakan antara agama bersama (institutional religious) dan agama pribadi (individual religion). yang pertama mencakup agama kependetaan. Agama dalam hal ini merupakan seni mencapai ridho allah, sedangkan agama adalah dorongan dari dalam diri individu itu sendiri kendatipun keridhoan allah juga memegang peranan utama.

Di Indonesia kajian psikologi Agama berkembang seiring berdirinya Institut Agama Islam Negeri sekitar tahun 1970-an yang dikembangkan oleh Zakiyah Daradjat, salah seorang dosen di IAIN Syarif Hidayatullah jakarta yang sekarang menjadi UIN Syarif Hidayatullah yang mempelajari ilmu tersebut di Cairo, Mesir.

Urgensi Mempelajari Psikologi Agama

Mempelajari psikologi agama berarti mempelajari manusia secra keseluruhan, karena jiwa bagi manusia merupakan suatu yang esensial. Sesuai dengan tujuan mempelajari Psikologi secara umum yaitu untuk mengenal aspek-aspek psikis (kejiwaan) individu secara baik, mulai dari diri sendiri maupun orang lain, maka tujuan mempelajari psikologi agama juga untuk mengenal aspek-aspek psikis (kejiwaan) individu secara baik, namun pengenalan terhadap aspek-aspek psikis tersebut dikhususkan dari segi keagamaan yang dianut oleh individu dimaksud.

Dengan mempelajari psikologi Agama seseorang dapat memahami mengapa orang lain melakukan ibadah tertentu serta bagaimana kondisi psikis orang tersebut sehubungan dengan keyakinan dan kepercayaan yang dimilikinya, karena agama merupakan fitrah kemanusiaan. Orang yang mempelajari psikologi agama juga dapat mempelajari dirinya sendiri sebagai makhluk yang beragama dan menganalisis keadaan yang terjadi, serta bagaimana menghadapi problem-problem yang dihadapi dengan bantuan ajaran agama dan keyakinan yang dimiliki. Dengan mempelajari psikologi Agama seseorang bisa dapat lebih mengenal dan memahami orang disekitarnya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan orang disekitarnya, baik yang memiliki paham dan keyakinan yang sama maupun yang memiliki paham dan keyakinan yang berbeda.

Dengan mempelajari psikologi agama seseorang dapat hidup berdampingan dengan golongan dan kalangan yang memiliki agama yang berbeda, karena ia dapat memahami kondisi yang dialami orang lain yang berbeda darinya, dan dapat mengharga perbedaan-perbedaan yang ada, yang disebabkan oleh agama dan kepercayaan/keyakinan yang dimiliki seseorang. Dengan mempelajari psikologi agama mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan baik di tengah masyarakat Indonesia yang multikultur dan multi religius ini.

Psikologi agama diperlukan bagi mahasiswa yang akan berada di masyarakat yang multi religius dan multi kultur. Pada masyarakat Indonesia khususnya sangat diperlukan psikologi agama ini karena Indonesia terdiri dari berbagai agama dan paham keagamaan yang beragam, yang memungkinkan terjadinya gesekan antar masyarakat. Oleh karena itu seharusnya semua mahasiswa dibekali mata kuliah psikologi agama ini.

Baca juga : Pengertian Psikologi Pendidikan

Itulah uraian mengenai sejarah perkembangan ilmu jiwa agama dan urgensi mempelajari psikologi agama bagi mahasiswa. Semoga artikel singkat yang altundo.com sajikan kali ini bermanfaat. Sumber: Buku psikologi Agama karangan Dr. Salmaini Yeli, M.Ag tahun 2012, penerbit zanafa publishing.


tags: , , ,

Related Pos :