Reaksi Kaum Kafir Quraisy Terhadap Dakwah Rasulullah Saw Periode Mekkah

By Admin | Umum

reaksi kaum kafir quraisy terhadap dakwah Rasulullah Saw periode mekkah

Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang dakwah Rasulullah Saw periode Mekah, maka pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana reaksi kaum kafir Quraisy terhadap dakwah Rasulullah Saw periode Mekah? untuk lebih jelasnya simak beberapa penjelasan berikut ini.

Reaksi kaum kafir Quraisy menolak dakwah Rasulullah Saw yang berlangsung sejak adanya dakwah yang dilakukan secara terang-terangan oleh Rasulullah Saw pada periode Mekah. Dan penolakan tersebut dipicu karena adanya beberapa sebab, diantaranya:


a. Rasulullah Saw mengajarkan tentang adanya persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mulia tidaknya seseorang tergantung ketakwaannya terhadap Allah Swt. orang miskin yang bertakwa, di hadapan Allah Swt lebih mulia daripada orang kaya yang durhaka (lihat Q.S. Al-Hujurat, 49: 13)

Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak ini. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah Saw (Islam) melarangnya.

b. Islam mengajarkan adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat. Manusia yang ketika di dunianya bertakwa maka si alam kuburnya akan memperoleh kenikmatan dan di alam akhirat akan masuk surga. Sedangakn manusia yang ketika di dunianya durhaka dan banyak berbuat jahat, maka di alam kuburnya akan disiksa dan di alam akhiratnya akan masuk neraka.

Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam tersebut, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.

c. Reaksi kaum kafir Quraisy terhadap dakwah Rasulullah Saw yang menolak dawah tersebut juga disebabkan karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidup bermasyarakat warisan leluhur mereka. Mereka berkata, “Cukup bagi kami apa yang telah kami terimah dari nenek moyang kami.” (Q.S. Al-Maidah, 5: 104)

d. Islam melarang menyembah berhala, memperjualbelikan berhala-berhala, dan melarang penduduk Mekah dan luar Mekah berziarah memuja berhala, padahal itu semua mendatangkan keuntungan di bidang ekonomi terhadap kaum kafir Quraisy. Oleh karena itulah, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah Saw.

Reaksi kaum kafir Quraisy terhadap dakwah Rasulullah Saw juga ditunjukan oleh para kaum kafir Quraisy dalam berbagai usaha penolakan dan penghentian yang mereka lakukan seperti berikut:

 Para budak yang telah masuk Islam, seperti Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya diluar batas perikemanusian. Bahkan, Az-Zanirah disiksa hingga mengalami kebutaan dan Ummu Amr binti Yasir, budak milik Bani Makhzum disiksa oleh tuannya sampai mati.

Abu Bakar Ash Shidiq r.a. tidak tega melihat saudara-saudaranya seiman disiksa seperti itu, lalu beliau memerdekakan beberapa orang dari mereka termasuk Bilal, dengan cara memberikan sejumlah uang tebusan kepada tuannya.

 Setiap keluarga dari kalangan kaum kafir Quraisy diharuskan menyiksa anggota keluarganya yang telah masuk Islam, sehingga ia kembali menganut agama keluarganya (agama Watsani).

 Nabi Muhammad Saw sendiri dilempari kotoran oleh Ummul Jamil (istri Abu Lahab) dan dilempari isi perut kambing oleh Abu Jahal.

 Kaum kafir Quraisy meminta Abu Thalib, paman dan pelindung Rasulullah Saw, agar Rasulullah Saw menghentikan dakwahnya. Namun tatkala Abu Thalib menyampaikan keinginan kaum kafir Quraisy tersebut Rasulullah Saw bersabda: “Wahai pamanku demi Allah, biarkan mereka meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan menghentikan dakwah agama Allah ini, hingga menang, atau aku binasa karenanya.”

 Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad Saw agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kaum kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.

Usulan tersebut ditolak oleh Nabi Muhammad Saw, karena menurut ajaran Islam mencampuradukkan akidah dan ibadah Islam dengan akidah dan ibadah bukan Islam, termasuk perbuatan haram dan merupakan dosa besar (silakan baca dan pahami Q.S. Al-Kafirun, 109: 1-6).


Related Pos :