Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

By Admin | pengetahuan

pertumbuhan dan perkembangan manusia

Ingatkah kamu apakah 8 tahun yang lalu kamu sebesar sekarang? Tentunya tidak. Manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara berbeda. Namun jika waktunya tiba, setiap manusia akan menjadi dewasa. Sejak dari dalam kandungan ibu sampai menjadi orang dewasa, manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Di dalam kandungan di mulai dengan sel zigot yang terus tumbuh dan berkembang menjadi janin sampai saat lahir. Penimbangan badan bayi dilakukan secara teratur untuk memantau pertumbuhannya. Berat dan ukuran badan bayi bertambah seiring berjalannya waktu.

Dalam kehidupannya, manusia mengalami tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahap-tahap itu, tampak adanya ciri-ciri yang menunjukkan tahap-tahap tersebut. Bila kamu perhatikan, akan tampak dengan jelas ciri-ciri pada bayi, remaja, orang dewasa, dan orang yang telah lanjut usia.


1. Tahapan perkembangan dan pertumbuhan manusia

Proses pertumbuhan dan perkembangan pada manusia secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tahap embrionik dan pascaembrionik.

a. Tahap embrionik, adalah tahap pertumbuhan dan perkembangan janin selama berada dalam kandungan ibu. Tahap embrionik tersusun oleh beberapa fase pertumbuhan dan perkembangan yaitu zigot, morula, blastula, gastrula, dan fase pembentukan organ (organogenesis).

  • Zigot, tahap embrionik dimulai setelah terjadi peleburan antara sel sperma dan sel telur membentuk zigot.
  • Morula, zigot membelah secara mitosis dari 1 sel menjadi 2 sel yang lebih kecil, 2 sel menjadi 4 sel yang lebih kecil, 4 sel menjadi 8 sel yang lebih kecil, demikian terjadi secara terus-menerus. Pembelahan mitosis pada fase ini hanya menambah jumlah sel tanpa diikuti oleh pertambahan volume dan massa sel. Sekumpulan sel-sel tersebut memiliki ukuran yang sama dengan ukuran zigot.
  • Blastula, sel-sel membelah dan terjadi pembagian sitoplasma. Pembelahan ini terjadi terus-menerus hingga terbentuk rongga blastocoels yang berisi cairan.
  • Gastrula, sel-sel terus membelah. Terdapat 2 kutub pembelahan yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Sel-sel pada kutub animal lebih aktif membelah daripada kutub vegetal, sehingga terjadi lipatan ke arah dalam (invagasi) yang akan membentuk jaringan embrional. Selanjutnya jaringan embrional ini akan membentuk 3 lapisan luar (ectoderm), lapisan tengah (mesoderm) dan lapisan dalam (endoderm).
  • Organogenesis, jaringan embrional selanjutnya akan mengalami perubahan bentuk dan terdeferensiasi membentuk organ berdasarkan lapisannya. Lapisan ectoderm akan berkembang menjadi epidermis, rambut, gigi, alat indra, dan saraf. Lapisan mesoderm akan berkembang menjadi rangka, otot, dan organ peredaran darah. Lapisan endoderm akan berkembang menjadi organ pernapasan, organ pencernaan, hati, dan pancreas. Proses pembentukan organ ini disebut organogenesis. Setelah semua organ terbentuk, janin akan tumbuh dalam uterus hingga usia 9 bulan dan siap untuk dilahirkan.

b. Tahap pascaembrionik

  • Masa balita, balita (bayi usia 0-5 tahun) mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi sangat cepat. Pertumbuhan bayi dapat dilihat dari ukuran dan berat badannya yang semakin hari semakin bertambah. Dan ini diikuti juga dengan proses perkembangan, yaitu bayi mulai tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, berbicara, berjalan, dan berlari. Pada saat akan tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak.
  • Masa anak-anak, yaitu usia 6 tahun hingga 10 tahun. Pada masa anak-anak, pertumbuhan fisik dan mental mulai meningkat. Pertumbuhan meliputi tinggi badan, berat badan disertai perkembangan koordinasi otot-otot, dan kemampuan mental.
  • Masa remaja/masa pubertas, merupakan masa penghubung antara masa anak-anak dengan dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja sangat pesat; baik fisik maupun psikologis. Perkembangan yang pesat ini berlangsung pada usia 11-16 tahun pada laki-laki dan 10-15 tahun pada perempuan. Anak perempuan lebih cepat dewasa dibandingkan anak laki-laki. Pada masa pubertas mulai ada rasa tertarik terhadap lawan jenisnya. Pesatnya perkembangan pada masa puber dipengaruhi oleh hormone seksual.organ-organ reproduksi pada masa puber telah mulai berfungsi. Salah satu cirri masa puber adalah mulai terjadinya menstruasi pada perempuan. Adapun pada laki-laki mulai mampu menghasilkan sperma.
  • Dewasa, tubuh manusia mencapai puncak pertumbuhan dan perkembangan sempurna pada usia lebih 20 tahun. Pada masa tersebut otot-otot dan otak telah mecapai kekuatan maksimal. Perkembangan cara berpikir telah matang. Demikian juga emosinya. Organ reproduksi pada masa dewasa telah berkembang dengan sempurna.
  • Manula, ketika manusia memasuki usia 40 sampai 50 tahun mulai terjadi banyak perubahan pada tubuh. Pada masa tua organ-organ mengalami penurunan fungsi karena proses penuaan. Penurunan fungsi organ tubuh antara lain persendian menjadi kaku, tulang menjadi lemah, lenda mata mengeras, kulit kehilangan elastisitasnya. Selain itu, juga terjadi pengurangan kepekaan alat indera, baik pendengaran, penglihatan, maupun peraba. Orang yang sudah tua lebih cepat letih, reaksinya semakin lamban, dan daya tahan terhadap penyakit semakin lemah. Maskipun demikian, perubahan ini terjadi sangat lambat sehingga orang tidak menyadarinya selama bertahun-tahun.

2. Pubertas pada remaja

Semua remaja mengalami pubertas. Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis). Pubertas secara fisik dapat dilihat dari perubahan tubuh meliputi perubahan tanda kelamin primer dan sekunder. Pada masa ini telah tercapai kematangan seksual, yaitu sistem reproduksi telah mampu membuat sel-sel kelamin (gamet). Perkembangan tubuh remaja laki-laki dan perempuan berbeda karena pengaruh hormone yang dihasilkan. Laki-laki menghasilkan hormone androgen, sedangkan perempuan menghasilkan hormone estrogen.

a. Ciri-ciri kelamin primer

  • Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telr di dalam indung telur (ovarium).
  • Organ kelamin mulai berfungsi, pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” yang mengeluarkan sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.
  • Ciri-ciri kelamin sekunder

Seorang anak yang mengalami pubertas tidak lagi disebut anak, namun disebut sebagai remaja. Pubertas ditandai dengan penampakan cirri-ciri kelamin sekunder. Ciri-ciri kelamin sekunder ini tampak pada remaja laki-laki maupun perempuan.

b. Pada laki-laki

  1. Mulai tumbuh jakun.
  2. Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
  3. Tumbuh kumis atau jenggot.
  4. Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
  5. Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
  6. Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
  7. Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.
  8. Kadang-kadang diikuti dengan munculnya diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
  • Pada perempuan
  1. Membesarnya payudara dan putting susu mulai timbul.
  2. Pinggul melebar.
  3. Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
  4. Suara lebih nyaring.
  5. Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

 


tags: , , , , ,

Related Pos :