Pernikahan dalam Pandangan Islam

By Admin | Umum

pernikahan dalam pandangan islam

Pernikahan dalam pandangan Islam merupakan suatu ikatan yang kuat (mitaqan ghlizhan) yang bertujuan membina dan membentuk terwujudnya hubungan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai pasangan suami istri dalam kehidupan berkeluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan syari’at Islam. (Q.S. An-Nisa: 21 dan Q.S. Ar-Rum: 21).

Dalam Al-Qur’an, Allah telah mengatakan bahwa pernikahan merupakan sunnah; bahwa hidup berpasang-pasangan dan berjodoh-jodohan merupakan naluri semua makhluk, termasuk manusia (Q.S. Al-Zariyat: 49, Q.S. Yasim: 36). Allah telah menjadikan pernikahan bagi manusia agar manusia dapat berketurunan dan melestarikan kehidupannya setelah mereka siap melakukan peranan yang positif dan mewujudkan tujuan pernikahan (Q.S. Al-Hujurat: 13 dan Q.S. An-Nisa: 1).


Namun, Allah tidak mau menjadikan manusia seperti makhluk lainnya, yang hidup bebas mengikuti nalurinya dan berhubungan antara jantan dan betina tanpa aturan. Untuk menjaga kehormatan manusia, Allah mengadakan hukum sesuai dengan kehormatan manusia, melalui ijab-qabul sebagai lambing adanya saling rida yang dihadiri sejumlah saksi. Itulah yang kemudian disebut dengan pernikahan.

Bentuk pernikahan ini telah memberikan jalan yang aman pada naluri (seks), memelihara keturunan dengan baik dan menjaga kaum perempuan agar tidak dihinakan oleh kaum pria. Dalam hal ini, pergaulan suami-istri diletakkan di bawah naungan naluri keibuan dan kebapakan, sehingga dikemudian hari dapat menghasilkan keturunan yang baik.

Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa menikah dan berkeluarga termasuk sunnah para rasul sejak Adam hingga Nabi Muhammad Saw (Q.S. Al-Ra’d: 38). Dalam salah satu sabdanya Rasulullah Saw menyatakan:

“Nikah itu sunnahku. Barangsiapa yang tidak senang terhadap sunnahku, bukanlah termasuk umatku.”

Sebagian orang ada yang ragu-ragu untuk menikah karena khawatir akan memikul beban berat dan menghindari diri dari kesulitan-kesulitan. Sikap seperti ini sangat keliru. Karena pernikahan menurut pandangan Islam sangatlah dianjurkan dan dengan pernikahan, justru Allah Swt akan menjamin orang yang menikah dengan kecukupan. Allah Swt juga akan menghilangkan darinya kesulitan dan memberikan kekuatan yang akan mampu mengatasi kemiskinan. Allah Swt berfirman: “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak berkawin dari hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hambamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya…”

Jadi, secara eksplisit, ayat di atas melarang seseorang untuk hidup menduda atau membujang. Bahkan, dalam salah satu firmannya Allah menandaskan larangan seseorang menghalang-halangi wanita untuk kawin lagi dengan suaminya yang lama. (Q.S. Al-Baqarah: 232).


Related Pos :