Sejarah Perkembangan Islam Pada Abad Pertengahan

By Admin | pengetahuan

sejarah perkembangan Islam pada abad pertengahan

Sejarah perkembangan Islam pada abad pertengahan dimulai dengan munculnya dua kerajaan Islam yang cukup besar pada abad pertengahan dan sangat berpengaruh terhadap dunia Islam secara umum, yaitu kerajaan Islam Turki Usmani (Ottoman) dan kerajaan Islam Mugal di India.

  1. Kerajaan Turki Usmani

Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh Usman putra Ertogrul. Dinasti ini berdiri tahun 1300-1922 M. dalam jangka waktu yang panjang. Kerajaan Turki Usmani mengalami pasang surut hingga akhirnya menjadi Negara republik yang sekuler. Usman memerintah antara tahun 1290-1326 M. sebagaimana ayahnya, ia banyak berjasa kepada Sultan Alauddin II (Sultan Seljuk) dengan keberhasilannya menduduki benteng-benteng Bizantium yang berdekatan  dengan kota Broessa. Pada tahun 1300 M, bangsa Mongol menyerang Kerajaan Seljuk dan Sultan Alauddin terbunuh. Kerajaan Seljuk ini kemudian terpecah-pecah dalam beberapa kerajaan kecil. Usman pun menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas daerah yang didudukinya. Sejak itulah Kerajaan Usmani dinyatakan berdiri. Penguasa pertamanya adalah Usman yang sering disebut juga Usman I.


Setelah Usman I mengumumkan dirinya sebagai Padisyah al Usman (raja besar keluarga Usman) tahun 1300 M, setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M. pada tahun 1326 M, kota Broessa dijadikan sebagai ibu kota kerajaan. Pada masa pemerintahan Orkhan (1326-1359 M), kerajaan Turki Usmani dapat menaklukkan Azmir (Smirna) tahun 1327 M, Thawasyanli (1330 M), Uskandar (1388 M), Ankara (1254 M), dan Gallipoli (1356 M).

Ketika Murad I berkuasa, tahun 1359-1389 M, selain menetapkan keamanan dalam negeri, ia melakukan perluasan daerah ke  Benua Eropa. Ia dapat menaklukkan Adrianopel, Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian Utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukkan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh Sijisman, raja Hongaria.

Namun Sultan Bayazid I (1389-1402 M), pengganti Murad I dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut. Peristiwa ini merupakan catatan sejarah yang sangat gemilang bagi umat Islam.

Ekspansi kerajaan Turki Usmani sempat terhenti beberapa lama, sampai akhirnya Muhammad I (pengganti Bayazid I) berkuasa. Usaha Muhammad I pertama kali adalah mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negeri. Usahanya diteruskan oleh Murad II (1421-1451 M). dan Turki Usmani mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad II atau Muhammad al Fatih (1451-1481 M).

Sultan Muhammad al Fatih dapat mengalahkan Bozantium dan menaklukkan konstantinopel tahun 1453 M. terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat kerajaan Binzantium, lebih memudahkan arus ekspansi Turki Usmani ke Benua Eropa. Namun, ketika Sultan Salim I (1512-1520 M) naik tahta, ia mengalihkan perhatian kea rah timur dengan menaklukkan Persia, Siria, dan Dinasti Mamalik di Mesir. Usaha ini dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al Qonuni (1520-1566 M). ia mengarahkan ekspansinya ke seluruh wilayah yang berada di sekitar Turki Usmani, seperti Irak, Tunis, Bupadest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki Usmani pada masa Sultan Sulaiman I mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Syiria, Hejaz, Yaman di Asia, Mesir, Libya, Turnisia, Aljazair di Afrika, Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, dan Rumania di Eropa.

Setelah Sultan Sulaiman I meninggal, terjadilah perebutan kekuasan di antara putra-putranya. Hal ini yang menyebabkan Kerajaan Turki Usmani mulai mundur. Meskipun terus mengalami kemunduran, kerajaan ini untuk masa beberapa abad masih dipandang sebagai Negara yang kuat, terutama dalam bidang militer. Kemajuan dan perkembangan ekspansi Kerajaan Turki Usmani yang demikian luas dan berlangsung dengan cepat, diikuti pula oleh kemajuan-kemajuan dalam bidang kehidupan yang lain, di antaranya:

  1. Bidang militer

Pada masa Sultan Orkhan (1326-1359 M), diadakan perombakan besar dalam tubuh militer. Tidak hanya dalam bentuk pemindahan personil pimpinan militer, tetapi juga diadakan  perombakan dalam keanggotaan. Bangsa-bangsa non Turki dimasukkan sebagai anggota, bahkan anak-anak Kristen yang masih kecil diasramakan dan dibimbing dalam suasana Islam untuk dijadikan prajurit. Program ini berhasil membentuk kelompok militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Lukisyariah. Pasukan inilah yang mengubah Negara Usmani sebagai mesin perang terkuat dan memberikan dorongan yang besar dalam penaklukan negeri-negeri nonmuslim.

Disamping itu, ada juga prajurit dari tentara  kaum feudal yang dikirim kepada pemerintah pusat yang disebut pasukan Thaujiah. Abad ke-16 M, angkatan laut Turki Usmani mencapai puncak kejayaannya. Kekuatan militer Turki Usmani yang tangguh, dengan cepat dapat menguasai wilayah di Asia, Afrika, dan Eropa. Faktor pendorong kemajuan di bidang militer ialah tabiat bangsa Turki yang bersifat militer, disiplin, dan patuh terhadap peraturan.

  1. Bidang Pemerintah

Dalam mengelola wilayah yang luas, sultan-sultan Turki Usmani selalu bertindak tegas. Dalam struktur pemerintahan, sultan sebagai penguasa tertinggi, dibantu Shadral al Azham (perdana menteri), yang membawahi pasya (gubernur) yang mengepalai daerah tingkat I. di bawahnya terdapat beberapa orang al Zanaziq atau al ‘Alawiyah (bupati). Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, pada masa Sultan Sulaiman I disusun kitab undang-undang (Qonun) yang bernama Mulfaqa al Abhur sebagai pegangan hukum bagi kerajaan Rutki Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Berkat jasa Sultan Sulaiman I, di belakang namanya ditambah gelar al Qanuni.

  1. Bidang budaya

Kebudayaan Turki Usmani adalah perpaduan berbagai macam kebudayaan:

  1. Dari Persia, mereka banyak mengambil ajaran tentang etika dan tata krama dalam istana raja-raja.
  2. Dari Bizantium, mereka menyerap organisasi pemerintahan dan kemiliteran.
  3. Dari Arab, mereka menerima ajaran prinsip ekonomi, social, dan kemasyarakatan, keilmuan, dan huruf.
  4. Bidang ilmu pengetahuan

Dalam bidang ilmu pengetahuan, kerajaan Turki Usmani tidak begitu menonjol. Namun, mereka banyak berkiprah dalam mengembangkan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan masjid yang indah, seperti Masjid al Muhammadi (Masjid Jam!’ Sultan Muhammad al Fathih), Masjid Agung Sulaiman, dan Masjid Abi Ayub al Anshari. Masjid-masjid tersebut dihiasi oleh kaligrafinya yang indah.

  1. Bidang agama

Agama mempunyai peranan besar dalam social dan politik. Masyarakat digolongkan berdasarkan agama dan kerajaan sendiri sangat terikat dengan syariat, sehingga fatwa ulama menjadi hukum yang berlaku. Mufti, sebagai pejabat urusan agama tertinggi berwenang member fatwa resmi terhadap masalah keagamaan. Tanpa legitimasi mufti, keputusan hukum kerajaan tidak dapat berjalan. Para penguasa cenderung menegakkan satu paham (madzab) keagamaan dan menekan madsab lainnya, seperti Sultan Abdul Hamid II, begitu fanatik terhadap aliran Asy’ariyah.

Kekuasaan Turki Usmani berlangsung selama 7 abad. Kerajaan ini mulai lemah setelah akhir kekuasaan Sultan Sulaiman al-Qonuni. Pada umumnya, sultan yang menggantikan kurang berwibawa dan lemah dalam memimpin negara. Sebab lainnya adalah banyaknya keluarga sultan hidup dalam kemewahan, sehingga terjadi penyimpangan dalam keuangan negara. Kondisi ini menyebabkan beberapa wilayah Usmani satu per satu lepas. Aljazair dan Tunisia direbut Perancis pada tahun 1830 M, Afrika Utara direbut Italia tahun 1911 M dan Mesir direbut Inggris tahun 1917 M. secara umum penyebab mundurnya kerajaan Turki Usmani adalah:

  • Makin majunya negara-negara Eropa akibat adanya revolusi industry di Inggris.
  • Peran Turki Usmani sebagai penghubung perdagangan antara Barat dan Timur menjadi lemah akibat ditemukannya Tanjung Harapan oleh negara-negara Eropa.
  1. Kerajaan Mugal

Kerajaan Islam Mugal berkuasa mulai tahun 1526-1859 M. selama berkuasa, dinasti diperintah oleh 15 Sultan. Kerajaan Mugal beribu kota di Delhi, India, didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), cucu dari Timur Lenk. Ayahnya bernama Umar Mirza, penguasa Frighana. Babur berambisi dan bertekad akan menaklukkan Samarkand tahun 1494 dan pada tahun1504 ia menduduki Kabul, ibu kota Aghanistan. Pada tahun 1525 M, Babur berhasil menguasai Punjab dengan ibu kotanya Lahore. Setelah itu, ia memimpin tentaranya menuju Delhi. Pada tahun 1526 M, terjadilah pertempuran itu. Babur memasuki kota Delhi sebagai pemenang dan menegakkan pemerintahannya di sana. Dengan demikian, berdirilah Kerajaan Mugal di India.

Setelah Kerajaan Mugal berdiri, raja-raja Hindu di India menyusun angkatan perang untuk menyerang Babur. Namun, pasukan Hindu dapat dikalahkan Babur. Pada tahun 1530 M, Babur meninggal dunia dengan meninggalkan kejayaan-kejayaan yang cemerlang. Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh anaknya Humayun. Sepanjang masa kekuasaannya selama 9 tahun (1530-1539 M), Negara tidak pernah aman dan banyak menghadapi tantangan. Ia senantiasa berperang melawan musuh. Di antaranya pemberontakan Bahadur Syah, penguasa Gujarat yang dapat dikalahkan. Pada tahun 1540 M, terjadi pertempuran dengan Sher Khan di Kananj, yang awalnya mengalami kekalahan, sampai akhirnya dapat mengalahkan Sher Khan dan kembali menduduki Kerajaan Mugal pada tahun 1555 M. pada tahun 1556 M ia meninggal dunia.

Humayun digantikan putranya Akbar (Abu Fath Jalaluddin Muhammad Akbar) pada tahun 1556-1605 M. pada masa pemerintahan ini Kerajaan Mugal mencapai puncak kejayaannya. Dalam memerintah, Akbar menerapkan politik sulakhul (toleransi universal), yaitu politik yang menekankan semua rakyat India dipandang sama, mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama. Kemantapan stabilitas politik membawa kemajuan dalam bidang-bidang lain seperti ekonomi, pertanian, seni, dan budaya.

Dalam bidang ekonomi, Mugal dapat mengembangkan program pertambangan, pertanian, dan  perdagangan, namun sumber keuangan Negara lebih banyak dari sector pertanian, hasil pertanian juga diekspor ke Eropa, Afrika, Arabia, dan Asia Tenggara. Untuk meningkatkan produksi, Jahangir (pengganti Akbar) mengizinkan Inggris (1611 M) dan Belanda (1617 M) mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian. Pada saat itu kerajaan Mugal menjadi negara adikuasa, yang menguasai perekonomian dunia dengan pemasaran mencapai Eropa.

Dalam bidang seni dan budaya, karya terbesarnya adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa Akbar dibangun istana Fatpur, Sikri di Sikri, dan masjid-masjid indah. Pada masa Syah Jehan dibangun masjid berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi, dan istana indah di Lahore yang nilai seninya melebihi seni bangsa Romawi.

Sepeninggal Aurangzeb, tahta kerajaan di pegang oleh raja-raja yang lemah. Dan pada pertengahan abad ke- 181VI, Inggris mulai masuk di India. Pada tahun 1761 M Inggris menguasai sebagian wilayah Mugal. Dan pada tahun 1858 M Bahadur Syah II diusir dari istananya. Dengan  berakhirnya kekuasaan Bahadur Syah II, maka kerajaan Mugal runtuh, dan berakhir pula masa kekuasaan Islam pada abad pertengahan.


tags: , , ,

Related Pos :