Perilaku Orang Beriman Terhadap 10 Sifat Allah Swt dalam Al-Asma’ul Husna

By Admin | Umum

perilaku orang beriman terhadap 10 sifat Allah Swt dalam Al-Asma'ul Husna
Perilaku orang beriman terhadap 10 sifat Allah Swt dalam Al-Asmau’ul Husna tentulah dalam kehidupan sehari-hari ia akan senantiasa berusaha agar mampu membiasakan diri dengan bersikap dan berprilaku terpuji yang diridai Allah Swt dan menjauhkan diri dari sikap perilaku tercela yang dimurkai-Nya.

Adapun beberapa sikap dan perilaku orang beriman terhadap 10 sifat Allah Swt dalam Al-Asma’ul Husna adalah sebagai berikut:

1. Berusaha selalu berbuat baik dan berkasih sayang


Allah Swt bernama Ar-Rahman (Maha Pengasih, pemberi kenikmatan yang agung-agung, pengasih di dunia). Di alam dunia ini Allah Swt telah berbuat baik kepada seluruh makhluk-Nya, khususnya umat manusia.

Penghayatan terhadap sifat dan nama Allah Swt seperti tersebut hendaknya mendorong setiap orang beriman untuk berusaha agar senantiasa bersikap dan berperilaku baik kepada sesama manusia, tanpa membedakan warna kulit, suku bangsa, dan agama. Rasulullah Saw bersabda:

“Orang-orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang terbaik budi pekertinya.” (H.R. Tirmidzi)

Selain berperilaku kasih saying terhadap manusia, perilaku kasih saying dapat juga terhadap binatang dengan cara melakukan perbuatan yang bermanfaat dan tidak menyakitinya. Rasulullah Saw menyukai umatnya yang suka menyayangi binatang.

2. Berusaha menjadi Mukmin yang bertakwa

Allah Swt bernama Ar-Rahim (Maha Penyayang, Pemberi kenikmatan yang pelik-pelik, dan penyayang di Akhirat). Allah Swt juga adalah Maliki Yaumiddin, yakni Yang Merajai hari pembalasan. Di alam akhirat kelak keadilan Allah Swt akan ditegakkan, setiap manusia yang ketika di dunianya betul-betul bertakwa tentu akan ditempatkan di surge yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan.sedangkan manusia yang ketika di dunianya durhaka pada Allah Swt dan banyak berbuat dosa tentu akan ditempatkan di neraka yang penuh dengan berbagai macam siksaan.

3. Memelihara kesucian diri

Setiap orang beriman wajib menjadikan sifat Allah Swt yang terdapat pada nama-Nya Al-Quddus (Mahasuci) sebagai petunjuk jalan agar ia mampu mempertahankan kesucian dirinya dari segala noda dan dosa. Karena setiap manusia pada waktu lahir ke dunia berada dalam keadaan fitri, yakni suci dari segala dosa.

Seseorang dianggap memelihara kesucian dirinya dari segala noda dan dosa apabila selama hidup di dunia yang fana ini, ia senantiasa berperilaku baik dan bersih dari niat jahat, serta menjaga diri dari melakukan hal yang tidak bermanfaat.

4. Menjaga keselamatan diri dan orang lain

Setiap Muslim/Muslimah wajib menjadikan sifat Allah Swt yang terdapat pada nama-Nya As-Salam (Mahasejahtera) sebagai petunjuk jalan agar senantiasa berdoa dan berusaha untuk keselamatan dan kesejahteraan dirinya dan orang lain di dunia maupun di akhirat.

5. Menjadi orang yang terpercaya

Setiap Muslim/Muslimah wajib menjadikan sifat Allah Swt yang terdapat pada nama-Nya Al-Mu’minu (Maha Terpercaya dan Maha Memberikan Keamanan)

Muslim/Muslimah yang menjadikan sifat Allah Swt tersebut sebagai petunjuk jalan, tentu akan berusaha menjadi orang yang terpercaya dengan cara senantiasa bersikap dan berperilaku jujur, tidak suka berdusta, senantiasa memelihara amanah, tidak berkhianat, dan senantiasa memenuhi janji.

6. Berperilaku adil

Muslim/Muslimah yang menghayati sifat Allah Swt yang terdapat pada nama-Nya Al-Adlu (Yang Mahaadil), tentu akan berusaha agar senantiasa berperilaku adil dan meninggalkan perbuatan zalim (aniaya).

Perintah Allah Swt untuk berperilaku adil terdapat dalam Al-Qur’an surah An-Nisa: 58, Al-Maidah, 5: 8 dan An-Nahl, 16: 90 (Coba kamu cari dan pelajari ayat-ayat Al-Qur’an tersebut!).

7. Berusaha menjadi orang yang pemaaf

Salah satu nama Allah Swt yang termasuk Al-Asmaul Husna ialah Al-Gaffar yang berarti Maha Pengampun.

Penghayatan terhadap nama Allah Swt Al-Gaffar tersebut dapat menjadikan Muslim/Muslimah seorang pemaaf, yang bersedia memaafkan kesalahan orang lain terhadap dirinya.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seseorang memaafkan, melainkan Allah tambah kemuliannya.” (H.R. Muslim)

8. Berperilaku bijaksana

Setiap Muslim/Muslimah yang menghayati sifat Allah Swt yang terkanudng dalam namanya “Al-Hakim” (Mahabijaksana) akan senantiasa bersikap dan berperilaku bijaksana.

Seseorang yang bijaksana biasanya berpikiran tajam, berwawasan luas, senantiasa cermat dan teliti saat menghadapi kesulitan sehingga terhindar dari perilaku buruk yang merugikan.

9. Menjadi pemimpin yang baik

Setiap orang yang beriman di dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya hendaknya menjadikan sifat Allah Swt yang terdapat pada nama-Nya Al-Malik (Maha Merajai), sebagai teladan Mahalumut, sehingga ia akan berperilaku antara lain sebagai berikut:

• Menjalankan tugas kepemimpinan dengan niat ikhlas karena Allah.

• Senantiasa berperilaku terpuji yang mendatangkan manfaat bagi dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.

• Berusaha menjadi orang yang paling bermanfaat bagi orang banyak.

10. Ber-musahabah (Intropeksi diri)

Orang beriman yang menjadikan sifat Allah Swt yang terkandung dalam nama-Nya Al-Hasib (Maha Pembuat Perhitungan) sebagai petunjuk jalan, tentu ia akan selalu mengadakan perhitungan terhadap semua sikap perilakunya yang sedang dan sudah dilakukan (intropeksi diri).

 

itulah beberapa perilaku orang beriman terhadap 10 sifat Allah Swt dalam Al-Asma’ul Husna, semoga kita semua termasuk salah satu orang beriman yang juga berbuat seperti apa yang telah dijelaskan diatas.


Related Pos :