Penggunaan Komputer yang Benar

By Admin | pengetahuan

Penggunaan Komputer yang Benar

Berbicara tentang penggunaan komputer, pada dasarnya  apabila komputer digunakan secara benar maka akan meningkatkan reliabilitas (tingkat kehandalan) peralatan. Namun sebaliknya, apabila komputer digunakan menyalahi prosedur yang ada maka akan mengakibatkan disfungsi (tidak berfungsinya komputer atau komponen dalam komputer) atau malfungsi (komputer berfungsi namun tidak sempurna). Misalnya:

  1. Mematikan komputer tidak sesuai dengan prosedur (mematikan langsung dari kabel power tanpa proses shutdowmn) maka bisa menyebabkan disfungsi komponen komputer seperti hardisk, processor bahkan mainboard.
  2. Mengeluarkan disket pada saat sedang diakses sistem bisa mengakibatkan disfungsi pada komponen floppy drive.
  3. Tidak mematikan (close) program yang sudah tidak digunakan lagi bisa menyebabkan kinerja komputer menjadi lambat.
  4. Terlalu sering menghidupkanmatikan komputer akan menyebabkan aus dan rusaknya chip, motor hardisk dan komponen elektronik yang ada di monitor.

Beberapa Hal yang perlu diperhatikan dalam mengoperasikan komputer

Untuk itulah, diperlukannya pengetahuan bagaimana penggunaan komputer yang benar. Dalam mengoperasikan komputer ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, di antaranya sebagai berikut:


  1. Menghidupkan dan mematikan komputer harus dilakukan secara benar. Usahakan jarang terlalu sering. Menyalakan dan menghidupkan komputer beberapa kali sehari akan memperbanyak kerusakan pada komponen komputer dibandingkan dengan menghidupkan komputer sehari penuh.
  2. Berilah komputer jeda waktu kira-kira 15 sampai 30 detik untuk istirahat. Pada saat komputer dimatikan kemudian akan dihidupkan kembali berilah komputer waktu beberapa saat untuk menyelesaikan proses booting sehingga kerusakan komputer baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya terhindar dari kerusakan.
  3. Jangan tergesa-gesa. Menyalakan dan mematikan komputer dengan tergesa-gesa akan memberi tekanan berat pada sistem mekanis harddrive. Piringan hardisk yang semula stabil mungkin bergerak dengan kecepatan 5.400 rpm dan ead berpindah posisi ketika hendak membaca data selama proses booting. Akhirnya terjadi fatal error yang merugikan Anda.

A. Prosedur menghidupkan komputer

Berikut ini prosedur untuk menghidupkan komputer:

  1. Pastikan semua peralatan komputer (seperti kabel monitor, mouse, keyboard, dan lain-lain telah terpasang dengan benar termasuk arus listrik yang akan digunakan.
  2. Hidupkan stabililizer dan UPS.
  3. Tekan tombol power yang ada di casing komputer, lalu nyalakan tombol monitor umtuk melihat aktivitas komputer ketika proses booting.
  4. Pada saat awal proses booting, komputer melakukan identifikasi komponen hardware yang ada seperti jenis processornya, kapasitas memory, dan hardisk. Jika ada kegagalan dalam identifikasi komponen hardware yang ada, maka komputer akan mengeluarkan bunyi beep (panjang, pendek, dan jumlah beep tergantung dari jenis hardware yang gagal diidentifikasi) dan komputer akan gagal dalam proses booting ini.
  5. Jika komputer berhasil mengidentifikasi komponen-komponen hardware, maka proses berikutnya adalah komputer mulai menjalankan sistem operasi dan mengaktifkan program-program yang terkait dengan sistem operasi dan program lain yang diload ketika proses booting.

Setelah proses booting selesai, komputer akan menampilkan prompt untuk login atau langsung masuk ke tampilan desktop.

B. Prosedur mematikan komputer

Untuk mematikan komputer maka prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut.

1. Pastikan semua dokumen yang kita kerjakan sudah disimpan dan program aplikasi yang digunakan sudah ditutup.

2. Klik star pada taskbar, lalu pilih turn off maka akan ditampilkan kotak dialog.

turn off

  • Stand by: Monitor dan beberapa komponen lainnya akan dimatikan, agar komputer menghemat penggunaan listrik. Dalam kondisi stand by komputer tetap dalam keadaan untuk melakukan perintah atau menerima data masuk. Komputer akan menyala lagi apabila menggerakan mouse/keyboard.
  • Turn off: Perintah ini digunakan untuk mematikan komputer secara perlahan dengan melakukan perubahan konfigurasi (setting) windows akan disimpan terlebih dahulu, setelah itu komputer akan mati dengan sempurna.

Restart: Perintah ini digunakan apabila kita ingin mematikan komputer dan menghidupkan lagi tanpa harus menekan tombol power. Cara ini biasa disebut dengan istilah warm booting. Hal ini biasanya dilakukan apabila ada peruban konfigurasi (setting) windows. Misalnya ketika dahulu, Warm Booting juga bisa dilakukan dengan cara menekan tombol reset yang terdapat di bagian depan CPU komputer.

3. Pilih shutdown atau turn off computer, lalu klik OK untuk mematikan komputer.

Ya, itulah beberapa hal mengenai penggunaan komputer yang benar. semoga informasi singkat ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua dalam mengopersikan komputer dengan baik.


tags: , ,

Related Pos :