Pengertian Mengajar

By Admin | pengertian

Mengajar merupakan suatu peristiwa yang sangat erat kaitannya dengan peristiwa belajar, Sebab keduanya memiliki hubungan yang sangat erat yang dapat saling mempengaruhi dan saling menunjang.
Ada banyak istilah tentang mengajar yang telah dirumuskan berdasarkan sudut pandang dari berbagai para ahli. Dan dari beberapa rumusan para ahli tersebut dihasilkanlah berbagai perbedaan pendapat yang saling memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk itulah, pada pembahasan kali ini kita akan mencoba membatasi beberapa istilah tersebut agar dapat mempermudah dalam hal pehamanan tentang mengajar secara lebih mendalam.
Berikut beberapa pengertian tentang mengajar:

pengertian mengajar
Sebelum kita mengetahui secara mendalam tentang pengertian mengajar maka alangkah baiknya jika terlebih dahulu mencoba membahas pengertian mengajar yang bersumber dari enam pendapat yang kita pandang sebagai pengertian yang lebih menonjol.
1. Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid disekolah.
Pendapat ini sejalan dengan teori pendidikan yang bersikap pada mata pelajaran yang disebut formal atau tradisional. Implikasi dari pengertian tersebut antara lain:
a) Pengajaran dipandang sebagai persiapan hidup karena seorang anak sangat dipengaruhi oleh orang tua, untuk itulah orang tua sangat berperan penting dalam menentukan masa depan anak tersebut. Sekolah berfungsi menuntun anak untuk mempersiapkan diri ketika akan menciptakan suatu kehidupan dalam suatu masyarakat yang akan dijalaninya dikemudian hari.
b) Pengajaran adalah suatu proses penyampaian pengetahuan yang dilakukan dengan beberapa metode seperti metode penyampaian dalam bentuk pemberian tugas, latihan pokok-pokok atau bab-bab tertentu dari suatu buku.
c) Penguasaan pengetahuan adalah tujuan utama, yaitu barang siapa yang menguasai pengetahuan maka dialah yang berkuasa, knowledge is power, demikian motto mereka.
d) Guru dianggap yang paling berkuasa karena semua yang diajarkan didasarkan atas ketentuan guru karena gurulah yang dianggap paling mengetahui tentang pelajaran yang akan disampaikan.
e) Murid selalu bertindak sebagai penerima, karena murid belum memiliki penguasaan terhadap suatu pelajaran, penguasaannya masih kosong.
f) Pengajaran hanya berlangsung diruang kelas. Tembok sekolah menjadi benteng yang kuat, yang membatasi hubungan dengan kehidupan masyarakat.
2. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah. Pendapat ini lebih umum jika dibandingkan dengan pendapat pertama, namun pemikirannya yang seirama.
Implikasi dari perumusan ini adalah sebagai berikut:
a) Pendidikan bertujuan membentuk manusia yang berbudaya, karena semua siswa didik agar mampu membentuk kepribadian sesuai dengan kebudayaan yang ada pada masyarakatnya.
b) Pengajaran berarti suatu proses pewarisan yang memiliki berbagai bentuk seperti melalui pengajaran, melalui media lainnya, melalui hubungan pribadi dan sebagainya yang diturunkan secara turun temurun.
c) Bahan pengajaran bersumber dari kebudayaan, seperti kebiasaan berpikir dan berbuat manusia yang didapat dari berbagai kumpulan warisan sosial didalam masyarakat.
d) Siswa adalah generasi muda sebagai ahli waris, karena siswa berperan sebagai ahli waris maka diperlukan penguasaan yang benar dan seimbang dalam hal kebudayaan agar dapat menjadi masyarakat yang sempurna dikemudian harinya.
3. Mengajar adalah usaha mengorganisasikan lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa.
Pendapat yang ketiga ini dianggap lebih maju dibandingkan pendapat sebelumnya karena menitik beratkan pada unsur siswa, lingkungan, dan proses belajar. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Mc. Donald yang berpendapat sebagai berikut: Education, in the sense used here, changes in the behavior of human beings (pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang bertujuan menghasilkan tingkah laku manusia).
Implikasi dari kedua rumusan tersebut ialah sebagai berikut:
a) Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku siswa
b) Kegiatan pengajaran adalah dalam mengorganisasi lingkungan, karena perkembangan tingkah laku dipengaruhi oleh lingkungan.
c) Siswa dipandang sebagai organisme yang hidup, dengan kemampuan berhubungan dalam lingkungan.
4. Mengajar adalah memberikan bimbingan belajar kepada murid.
Karena bimbingan merupakan kegiatan yang paling utama dalam melakukan pengajaran. Dengan membantu para murid dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam belajar.
5. Mengajar adalah kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga negara yang baik sesuai dengan tuntunan masyarakat. Salah satu yang mendukung pendapat ini yaitu Dr. Keller.
Implikasi dari pendapat lima antara lain:
a) Tujuan pendidikan, seperti motto yang dicetuskan oleh Dr. Keller: Benign habitat for good living, artinya seorang warga negara yang baik apabila dapat menyumbangkan dirinya kepada kehidupan yang baik.
b) Pendidikan berlangsung dalam suasana kerja, dimana para siswa memperoleh suatu pengajaran melalui latihan dan praktis.
c) Anak dipandang sebagai calon warga Negara yang memiliki potensi untuk bekerja
d) Guru sebagai pemimpin dan pembimbing dalam memperoleh pekerjaan.
6. Mengajar adalah suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari.
Implikasi dari pendapat yang terakhir:
a) Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan siswa untuk hidup dalam masyarakat
b) Kegiatan pengajaran berlangsung dalam hubungan sekolah dan masyarakat, karena masyarakat dianggap sebagai laboratorium didalam belajar yang mahabesar.
c) Anak-anak bekerja secara aktif, seperti mencari lapangan kerja dalam berbagai lapangan kehidupan dan aktif bekerja langsung dalam masyarakat.
d) Tugas guru lainnya adalah sebagai komunikator, yaitu sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.

Maka dari keenam pendapat diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kegiatan mengajar itu memang sangatlah kompleks.


 


Related Pos :