Pengertian Ilmu Kalam

By Admin | pengertian

Ilmu kalam merupakan salah satu dari empat disiplin keilmuan yang telah tumbuh dan menjadi bagian dari tradisi kajian tentang agama Islam. Tiga lainnya adalah fikih, tasawuf, dan filsafat Islam. Bahkan, dalam sejarahnya Ilmu Kalam termasuk yang muncul pertama dari rentetan ilmu-ilmu keislaman lainnya, seperti Ilmu Tafsir, Ilmu Hadist, Fikih, dan Ushul Al-Fiqh.

Secara etimologis kalam berarti pembicaraan, yakni pembicaraan yang bernalar dengan menggunakan logika. Oleh Karena itu, ciri utama dari Ilmu Kalam adalah rasionalitas atau logika. Kata kalam sendiri mulanya memang dimaksudkan sebagai terjemahan dari logos– diadopsi dari bahasa Yunani-yang berarti pembicaraan. Dari kata inilah muncul istilah logika dan logis, yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab dengan istilah manthiq sehingga ilmu logika, khususnya logika formal (sillogisme), dinamakan manthiq. Karena diadopsi dari bahasa Yunani itulah, maka bahan-bahan Yunani sangat diperlukan.

kalam


Berbeda dengan ketiga disiplin keilmuan lainnya- fikih, tasawuf, dan filsafat Islam-Ilmu Kalam lebih cenderung menitik beratkan pembahasannya kepada aspek-aspek tentang Tuhan dengan segala aspeknya. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang menterjemahkan Ilmu Kalam dengan theology, walaupun tidak seluruhnya sama dengan teologi yang dimaksud dengan ajaran Kristen.

Sebagai salah satu unsur dalam studi klasik pemikiran keislaman, Ilmu Kalam menempati posisi yang cukup terhormat dalam tradisi keilmuan kaum Muslimin. Ini terbukti dari banyaknya istilah yang disandarkan kepada ilmu ini, seperti Ilmu Aqaid, Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuludin. Meskipun demikian, tidak berarti Ilmu Kalam sama sekali bebas dari kontroversi, baik mengenai isinya, metodologinya maupun pernyataan-pernyataannya. Malahan pada awal perkembangannya, Ilmu Kalam telah mendapat tangan dari kaum Muslimin sendiri, karena ilmu ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya.

Para era sekarang, anggapan seperti itu, khususnya di Perguruan Tinggi Islam, sudah mulai hilang. Sebaliknya, kajian Ilmu Kalam merupakan kegiatan yang tidak mungkin ditinggalkan, karena ia diposisikan sebagai tumpuan pemahaman tentang sendi-sendi paling asasi dalam ajaran agama Islam, yakni sendi-sendi kepercayaan, masalah ke Maha Esaan Tuhan, dan pokok-pokok agama Islam. Oleh karena itu, tujuan mereka mempelajari Ilmu Kalam adalah untuk menanamkan pemahaman yang benar terhadap ajaran agamanya.

Dalam sejarah pertumbuhannya, Ilmu Kalam tumbuh berabad-abad setelah Nabi Muhammad wafat. Namun, berbeda dengan disiplin ilmu keislaman lainnya, Ilmu Kalam sangat erat kaitanya dengan masalah politik, yakni peristiwa-peristiwa penting seputar perebutan kekuasaan diantara kaum Muslimin. Peristiwa yang dikenal dengan fitnah al-qubra ini puncaknya terjadi pada pembunuhan khalifah, kemudian disusul dengan gejala saling mengkafirkan diantara sesama kelompok kaum Muslimin.

Sumber: dikutip dari buku karangan Drs. Supiana, M.Ag. dan M. Karman. M.Ag. yang berjudul Materi Pendidikan Agama Islam, di Terbitkan oleh PT Remaja Rosdakarya. hal. 161-162.

Related Pos :