Pengertian Ilmu Hadist Riwayah Dan Ilmu Hadist Dirayah

By Admin | pengertian

hadist

A. Ilmu Hadist Riwayah

Yang dimaksud dengan ilmu hadist riwayah ialah: ilmu pengetahuan yang mempelajari hadist-hadist yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, maupun tingkah laku beliau.


Ibnu Al-Akfani mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ilmu hadist riwayah ialah: “ilmu pengetahuan yang mencakup perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad Saw baik periwayatan, pemeliharaan, maupun penulisan atau pembukuan lafal-lafalnya.”

Objek ilmu hadist riwayah ialah ilmu yang membicarakan tentang cara menerima, menyampaikan, memidahkan, atau mendewankan hadist kepada orang lain. Demikian menurut pendapat As-Suyuti. Dalam menyampaikan dan membukukan hadist disebutkan apa adanya, baik yang berkaitan dengan matan maupun sanadnya. Ilmu ini tidak membicarakan syadz (kejanggalan), ‘illat (kecacatan), dan matan hadist. Ilmu ini juga tidak membahas tentang kualitas para perawi, baik keadilan, kedhabitan, atau kefasikannya.

Adapun faedah mempelajari ilmu hadist riwayah adalah untuk meghindari adanya penukilan yang salah sehingga tidak sesuai dengan sumbernya yang pertama, yaitu Nabi Muhammad Saw.

B. Pengertian Ilmu Hadist Dirayah

Ilmu hadist dirayah biasa juga disebut ilmu mustalah hadist, ilmu ushul al-hadist, dan qawa’id al-hadist.

At-Tarmidzi mendefinisikan ilmu dirayah dengan:

“Kaidah-kaidah untuk mengetahui keadaan sanad dan matan, cara menerima dan meriwayatkan, sifat-sifat perawi, dan lain-lain.”

Ibnu Al-Akfani mendefinisikan ilmu dirayah sebagai berikut:

“Imu pengetahuan untuk mengetahui hakikat periwayatan, syarat-syarat, macam-macam, dan hukum-hukum hadist serta untuk mengetahui keadaan para perawi, baik syarat-syaratnya, macam-macam hadist yang diriwayatkan dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.”

Ajjab Al-Khatib mendefinisikan ilmu hadist dirayah dengan:

“Kumpulan kaidah dan masalah untuk mengetahui keadaan rawi dan marwi (sanad dan matannya) dari segi maqbul dan mardudnya (diterima dan ditolaknya).”

Ada pula ulama yang mendefinisikan bahwa ilmu hadist dirayah ialah:

“Ilmu pengetahuan yang membahas tentang kaidah-kaidah, dasar-dasar, peraturan-peraturan yang membantu untuk membedakan antara hadist yang shahih yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw dan hadist yang diragukan penyampaiannya kepada beliau.”

Dari beberapa pengertian diatas, dapat diketahui bahwa objek pembahasan ilmu hadist dirayah adalah keadaan para perawi dan marwinya. Keadaan para perawi yaitu, menyangkut pribadinya, seperti akhlak, tabiat, dan keadaan hapalannya, maupun yang menyangkut persambungan dan terputusnya sanad. Adapun keadaan marwi , yaitu dari sudut keshahihan dan keda’ifannya, maupun dari sudut lain yang berkaitan dengan keadaan matan.

Faedah mempelajari ilmu hadist dirayah adalah untuk mengetahui maqbul dan mardudnya suatu hadist, baik dilihat dari sudut sanad maupun dari sudut matannya.


Related Pos :