Pengertian Hukum Taklifi dan Hukum Wad’i

By Admin | Umum

pengertian hukum taklifi dan hukum wad'i

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang apa itu hukum taklifi dan hukum wad’i? untuk mengetahui keduanya maka tentunya kita harus mengetahui dari keduanya yaitu dengan memahami pengertian hukum taklifi dan hukum wad’i yang akan dibahas secara satu persatu, berikut penjelasan singkat tentang pengertian hukum taklifi dan hukum wad’i.

Pengertian hukum taklifi menurut kebahasaan adalah hukum pemberian beban. Sedangkan secara istilah ialah ketentuan Allah Swt yang menuntut mukallaf (baligh dan berakal) untuk melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan atau berbentuk pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.


Tuntunan Allah Swt untuk melakukan suatu perbuatan, misalnya firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah, 2: 110.

“Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.” (Q.S. Al-Baqarah, 2: 110)

Tuntunan Allah Swt dalam firman-Nya tersebut melahirkan kewajiban untuk mengerjakan salat bagi setiap mukalaf dan kewajiban mengeluarkan zakat, bagi setiap orang yang telah memenuhi syarat wajib.

Tuntunan Allah Swt untuk meninggalkan suatu perbuatan, misalnya firman Allah Swt dalam surah Al-Isra’, 17: 33.

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuh), melainkan dengan sesuatu alasan yang benar.” (Q.S. Al-Isra’, 17: 33)

Tuntunan dalam ayat tersebut bersifat pasti, yakni dilarang membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah Swt. jika dilanggar, maka pelakunya dianggap berdosa dan pasti mendapat hukuman.

Tuntunan Allah Swt mengandung pilihan untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya, seperti firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah, 62: 10.

“Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.” (Q.S. Al-Jumu’ah, 62: 10)

Tuntunan untuk mencari rezeki stelah selesai salat Jumat itu, semula merupakan suatu kewajiban. Tetapi karena masalah mencari rezeki itu tidak wajib bagi semua orang, dan tidak wajib pula dilakukan setelah salat Jumat, maka tuntunan Allah Swt yang semual wajib itu, berubah menjadi mubah (boleh dikerjakan dan boleh pula ditinggalkan).

Pengertian hukum wad’i ialah ketentuan Allah Swt yang mengandung pengertian bahwa terjadinya sesuatu merupakan sebab, syarat, atau penghalang bagi adanya sesuatu hukum. Misalnya salat, menjadi sebab adanya kewajiban berwudhu terlebih dahulu (Q.S. Al-Maidah, 5: 6). Adanya kemampuan (istita’ah) menjadi syarat wajibnya menunaikan ibadah haji (lihat Q.S. Ali-Imran, 3: 97). Adanya perbedaan agama antara pewaris dan ahli waris, menjadi penghalang dalam hal pembagian harta waris. Rasulullah Saw bersabda: “Tidak boleh orang Muslim mewarisi harta orang kafir, dan orang kafir (non-muslim) tidak boleh mewarisi harta orang Muslim.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Related Pos :