Pengertian Hukum dan Sumber Hukum Islam

By Admin | pengertian

Pengertian hukum menurut bahasa berarti menetapkan sesuatu atau tidak menetapkannya. Misalnya, menetapkan sifat panas pada api dan menetapkan sifat dingin pada es atau tidak menetapkannya.

sumber hukum islam

Menurut istilah ahli usul fiqih, pengertian hukum adalah khitab atau perintah Allah Swt, yang menuntut mukalaf (orang yang sesudah baligh dan berakal sehat) untuk memilih antara mengerjakan dan tidak mengerjakan, atau menjadikan sesuatu sebagai sebab, syarat atau penghalang bagi adanya yang lain, sah, batal, rukhsah (kemudahan), dan azimah.


Menurut istilah ahli fiqih, pengertian hukum adalah akibat yang ditimbulkan oleh tuntunan syariat, berupa al-wujub, al-mandub, al-hurmah, al-kaharah dan al-ibadah. Sedangkan perbuatan yang dituntut itu disebut wajib, sunnah (mandub), haram, makruh, dan mubah.

Maksud sumber hukum adalah segala sesuatu yang melahirkan atau menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan, yang bersifat mengikat, yang apabila dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nyata. Dengan demikian sumber hukum Islam adalah segala sesuatu yang dijadikan dasar, atau pedoman syariat Islam.

Pada umumnya ulama fiqih sependapat bahwa sumber pertama hukum Islam adalah A-Qur’an dan Hadist. Rasulullah Saw bersabda: “Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang karnanya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, selama kalian berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnahku (Hadist).” (H.R. Baihaqi)

Di samping itu, para ulama fiqih menjadikan ijtihad, sebagai salah satu sumber hukum Islam, setelah Al-Qur’an dan Hadist.

Sumber hukum ijtihad adalah hadist Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Daud yang mengungkapan dialog Nabi Muhammad Saw dengan Mu’az bin Jabal akan ditugaskan sebagai Gubernur Yaman.

Nasehat Rasulullah Saw:

Nabi Saw: “Wahai Mu’az bagaimana caranya memutuskan masalah yang diajukan kepadamu?”

Mu’az: “Saya akan memutuskan berdasarkan Kitabullah (Al-Qur’an)”

Nabi Saw: “(Bagaimana) jika engkau tidak menemukannya dalam Kitabullah?”

Mu’az: “Saya akan memutuskannya dengan sunnah Nabi (hadist)”

Nabi Saw: “(Bagaimana) jika tidak engkau temukan dalam sunnahku?”

Mu’az: “Saya akan berusaha memutuskannya dengan akal pikiran atau pendapatku tanpa keraguan (ijtihad)”

Nabi Saw: “Segala puji bagi Allah yang telah member petunjuk kepada utusan rasul-Nya atas apa yang diridhai Allah”.

Dikutip dari: buku karangan Syamsuri yang berjudul PendidikanAgama Islam Untuk SMA Kelas x. Penerbit Erlangga. Hal. 58-59.


Related Pos :