Pengertian Emosi Menurut Para Ahli

By Admin | pengertian

Emosi adalah bagian penting dari hidup manusia untuk menyatakan perasaannya, seperti rasa sedih, rasa gembira, rasa cemas dan sebagainya. Ada banyak definisi emosi yang telah diungkapkan oleh para ahli psikologi, salah satu diantaranya yaitu Beck mengungkapkan pendapat James dan Lange, menurut mereka emosi adalah persepsi perubahan jasmania yang terjadi dalam member tanggapan (respon’s) terhadap suatu peristiwa. Definisi ini bermaksud menjelaskan bahwa pengalaman emosi merupakan persepsi dari reaksi terhadap situasi. Emosi sejak lama dianggap memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga dalam bahasa latin, emosi dijelaskan sebagai Motus Anima yang arti harfiahnya “jiwa yang menggerakkan kita”.

Sebagaimana diketahui hidup tanpa emosi tidak akan sempurna, karena dengan emosi orang akan dapat menyatakan kehendaknya. Bayangkan jika hidup tanpa emosi maka hidup tidak akan ada artinya, sebab orang tidak mengerti bagaimana perasaan yang mendalam. Walaupun dia menyatakan sesuatu dengan mulutnya tapi orang melihat hal yang berbeda dengan air mukanya alias emosinya waktu mengatakan sesuatu karena hampa dengan emosi. Demikian juga seorang anak menyatakan sesuatu dengan emosinya amat kentara sekali. Jika anak sakit maka dia akan menangis, jika anak meminta sesuatu kepada orang tuanya diikuti oleh emosinya dalam bentuk air muka, gerakan badan penuh dengan emosi.

apa-itu-gangguan-bipolar-yang-bikin-emosi-orang-tak-terkendali


Menurut para ahli psikologi yang telah berusaha mencari akar kebahagian mengajukan beberapa teori yaitu:

1) Kebahagian terletak pada kecenderungan membuat konspirasi yang memungkinkan (favourable) antara diri sendiri dan orang lain.

2) Orang-orang yang paling bahagia adalah mereka yang mempunyai ciri-ciri khusus kepribadian apa adanya yang di iringi kualitas ketegangan syaraf yang rendah.

3) Kebahagiaan datang dari kemampuan untuk “menghilangkan” sendiri dari dalam beberapa tugas yang menjadi tantangan, sehingga mengejar kesadaran atas kebahagian dapat dilupakan.

Menurut ahli sosiobiologi, emosi menuntut kita menghadapi saat-saat kritis dan tugas-tugas yang terlampau riskan apabila hanya diserahkan pada otak. Bahaya yang mungkin terjadi adalah kehilangan yang menyedihkan, bertahan mencapai tujuan kendati dilanda kekecewaan, keterikatan dengan pasangan, membina keluarga. Setiap emosi menawarkan pola tindakan tersendiri, dan masing-masing menuntut kita kearah yang telah terbukti berjalan baik ketika menangani tantangan yang berulang-ulang dalam hidup manusia.
Pengertian emosi tersebut masih membingungkan, baik menurut para ahli psikologi maupun ahli sosiobiologi. Akan tetapi, makna paling harfiah dari emosi yaitu dapat didefinisikan sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu: setiap keadaan mental dan meluap-luap. Oleh karena itu emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis, psikologis, dan serangkai kecenderungan untuk bertindak.


Related Pos :