Pengertian Dan Tujuan Tasawuf

By Admin | pengertian

Kata tashawwuf-dalam ejaan bahasa Indonesia ditulis tasawuf-berasal dari kata shafa yang berarti bersih. Jadi, shufi artinya orang yang hatinya tulus dan bersih dihadapan Tuhannya. Pendapat lain mengatakan bahwa kata tasawuf berasal dari kata shuffah, yang berarti serambi masjid Nabawi di Madinah yang ditempati oleh para sahabat nabi yang miskin dari golongan Muhajirin. Mereka disebut Ahlu Al-Suffah, yakni orang-orang yang ikut hijrah dengan nabi dari Mekkah yang, karena kehilangan harta, mereka berada dalam keadaan miskin, tidak memiliki apa-apa. Pendapat lain mengatakan bahwa shufi-dalam ejaan bahasa Indonesia ditulis sufi-diambil dari kata suf, yaitu kain yang dibuat dari bulu (wool) dan kaum sufi memilih memakai wol yang kasar sebagai simbol kesederhanaan. Dalam sejarah disebutkan bahwa orang yang pertama kali menggunakan kata sufi adalah seorang zahid yang bernama Abu Hasyim Al-Kufi (w. 150 H.) di Irak. Pendapat lain, sebagaimana dikemukakan A-Nasyar, mengatakan bahwa kata shufi berasal dari bahasa Yunani, shopos yang berarti hikmah.

sa

Dari beberapa asal-usul tasawuf diatas, tampaknya teori yang mengatakan kata sufi diambil dari kata shuf, yang berarti wool, lebih dapat diterima. Dalam kisah orang-orang sufi Masehi dan Yahudi disebutkan bahwa mereka punya kebiasaan memakai pakaian yang berasal dari kulit dan wool (bulu domba) kasar. Dengan berpakaian sederhana itu, orang-orang sufi merasa terhindar dari sifat riya dan menunjukkan kezuhudan pemakainya.


Para ahli berbeda pendapat dalam memberikan pengertian tasawuf, bergantung dari sudut pandang yang mereka gunakan. Nicholson misalnya, memaparkan sekitar 78 definisi dari para ahli mengenai tasawuf, dan Ibrahim Basuni mencatat sebanyak 40 definisi yang dikemukakan oleh para ahli sufi abad ketiga Hijrah. Definisi ini dikelompokkan kedalam tiga kategori, yaitu pengalaman ahli sufi tahap pemula (al-bidayah), pengalaman praktis ahli tasawuf (al-mujahadah), dan pengalaman dari segi perasaan (al-madzaqat).

Walaupun banyak definisi tentang tasawuf, tidak ditemukan satu definisi pun yang mencakup pengertian secara komprehensif. Sebab, setiap definisi yang dikemukakan didasarkan pada hasil pengalaman batin mereka yang berbeda-beda dalam melakukan komunikasi dengan Tuhan.

Dalam hubungannya dengan pengertian tasawuf ini, dapat dapat diturunkan definisi yang dikemukakan J.S. Trimingham, yang menyatakan bahwa tasawuf (mistisisme) adalah suatu cara khusus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan menggunakan intuisi dan kemampuan spiritual dengan tetap memperhatikan petunjuk yang digariskan dalam agama. Definisi ini berlaku untuk pengamalan astekis para sufi dalam seluruh agama.

Karena tasawuf sudah menjadi disiplin ilmu, Harun Nasution mendefinisikan tasawuf sebagai ilmu yang mempelajari cara dan jalan bagaimana orang Islam dapat sedekat mungkin dengan Allah agar memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan bahwa seseorang betul-betul berada di hadirat Tuhan.

Tasawuf, sebagaimana telah disebutkan dalam arti diatas, bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan, dan intisari sufisme adalah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara ruh manusia dan Tuhan melalui ‘uzlah (mengasingkan diri) dan berkontemplasi. Kesadaran berada dekat dengan Tuhan ini dapat mengambil bentuk ittihad (menyatu dengan Tuhan).

Sumber: dikutip dari buku karangan Drs. Supiana, M.Ag. dan M. Karman. M.Ag. yang berjudul Materi Pendidikan Agama Islam, di Terbitkan oleh PT Remaja Rosdakarya. hal. 217-219.


Related Pos :