Pengertian Aniaya Dan Macam-Macamnya

By Admin | pengertian

Kata aniaya berasal dari bahasa sanskerta yang artinya perbuatan bengis, penyiksaan atau zalim. Yang dimaksud dengan aniaya (zalim) ialah tidak adil (tidak menempatkan sesuatu dengan semestinya atau sesuatu dengan ketentuan Allah Swt). Aniaya atau bengis yaitu suatu tindakan yang tidak manusiawi, yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Allah Swt. berfirman:

Artinya: “barang siapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.”(Q.S. Al-Baqarah, 2: 229)

Aniaya termasuk sifat tercela yang sangat dibenci Allah dan dibenci manusia serta termasuk perbuatan dosa yang dapat menjatuhkan martabat diri pelakukanya dan merugikan orang lain. Sifat aniaya atau zalim dapat dibagi menjadi beberapa macam diantaranya:


1. Aniaya kepada Allah Swt. dengan cara tidak mau melaksanakan perintah Allah Swt. yang wajib, dan meninggalkan larangan Allah yang haram (lihat Q.S. Al-Baqarah, 2: 35 dan 254).

2. Aniaya terhadap sesama manusia seperti, gibah (mengumpat), namimah (mengadu domba), fitnah, mencuri, merampok, melakukan penyiksaan, dan melakukan pembunuhan. (lihat Q.S. An-Nisa, 4: 30 dan 9 ; Al-Hujurat, 49: 11).

3. Aniayah terhadap binatang, misalnya menjadikan binatang sebagai sasaran latihan memanah atau menembak, menelantarkan binatang peliharaan, dan menyembelih hewan dengan senjata yang tumpul.

4. Aniaya terhadap diri sendiri, misalnya membiarkan diri sendiri dalam keadaan bodoh dan miskin karena malas, meminum minuman keras, menyalah gunakan obat-obatan terlarang (narkoba), menyiksa diri sendiri, dan bunuh diri.

Captureajhs

Keburukan-keburukan perbuatan aniaya (zalim) dapat menimpa pelaku (penganiaya), orang yang dianiaya, dan masyarakat:

Keburukan-keburukan yang akan menimpah penganiaya antara lain:

1. Tidak akan disenangi bahkan akan dibenci masyarakat.

2. Hidupnya tidak akan tenang, karena dibayangi rasa takut.
3. Mencemarkan nama baik dirinya dan keluarganya

4. Orang yang berbuat aniaya seperti merampok dan membunuh, apabila perbuatan aniaya diketahui oleh Negara lalu ditangkap dan diadili, maka tentu akan dijatuhi hukuman, misalnya dipenjarakan.
5. Para pelaku aniaya itu, jika tidak bertobat dengan tobat yang sesungguhnya, maka dialam akheratnya ia akan dicampakkan kedalam api neraka (lihat Q.S. Al-Maidah, 5: 39).

Keburukan-keburukan yang akan menimpa orang yang dianiaya dan masyarakat antara lain:

1. Orang yang dianiaya akan mengalami kerugian dan bencana sesuai dengan jenis penganiayaan terhadap dirinya, misalnya kehilangan harta benda, menderita sakit fisik dan mental, bahkan sampai kehilangan jiwa.
2. Bila penganiayaan itu terjadi dimana-mana maka masyarakat tidak akan memperoleh kedamaian dan ketenteraman.

3. Semangat dan gairah kerja masyarakat akan menurun, karena mereka dibayangi oleh rasa takut terhadap perbuatan-perbuatan jahat orang zalim.
4. Jika dalam suatu masyarakat atau negeri jumlah orang-orang yang zalimnya mayoritas dan mereka tidak bertobat maka tidak mustahil Allah Swt. akan menurunkan azab-Nya. (lihat Q.S. Yunus, 10: 13).

Related Pos :