Penerapan iman kepada malaikat dalam sikap dan perilaku

By Admin | Umum

penerapan iman pada malaikat dalam sikap dan perilaku

Penerapan iman kepada malaikat dalam sikap dan perilaku memang seharusnya diamalkan oleh setiap Muslim dan Muslimah sebagai tanda bahwa mereka beriman kepada malaikat Allah. Sikap perilaku tersebut misalnya:

1. Gemar melaksanakan shalat berjama’ah


Hal ini disebabkan adanya keyakinan bahwa para malaikat selalu menghadiri shalat berjama’ah. Rasulullah Saw bersabda: “jikalau imam mengucapkan ‘gairil magdubi ‘alaihim waladdallin,’ maka ucapkanlah ‘Amin’, karena sesungguhnya para malaikat itu pun mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan aminnya imam. Maka barang siapa yang bacaan aminnya bersamaan dengan bacaan aminnya para malaikat, tentu akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).

2. Gemar berperilaku dermawan

yakni membelanjakan harta untuk kebaikan, seperti menyantuni anak-anak yatim, telantar, dan member bantuan harta kepada para fakir miskin. Hal ini disebabkan antara lain adanya keyakinan bahwa malaikat selalu mendoakan orang yang berperilaku dermawan, agar hartanya yang dibelanjakan dijalan Allah Swt tersebut menjadi berkah. Rasulullah Saw bersabda:

para setiap pagi hamba Allah (manusia) pasti disertai dua malaikat yang berdoa. Yang satu berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan kepada orang yang enggan membelanjakan hartanya untuk bersedekah (kikir),’ sedangkan malaikat lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah penggantian terhadap orang yang gemar membelanjakan hartanya untuk kebaikan (dermawan).’” (H.R. Muslim)

3. Gemar berperilaku menuntut ilmu

baik ilmu pengetahuan umum, maupun ilmu pengetahuan tentang Islam. Kemudian mengerjakannya kepada orang lain. Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya para malaikat itu akan meletakkan sayap-sayapnya terhadap penuntut ilmu, karena menyenangi apa yang dilakukannya (mencari ilmu).” (H.R. Abu Daud dan Tirmidzi)

4. Berperilaku gemar membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah qauliyah (ibadah yang berupa ucapan) yang paling utama dibandingkan dengan ibadah-ibadah qauliyah yang lainnya. Tatkala Al-Qur’an dibacakan, malaikat akan hadir dan mendengarkan.

Berikut ini gambaran singkat tentang malaikat yang turun ke dunia:

Usaid bin Hudair, pada suatu malam membaca Al-Qur’an, disuatu tempat dekat kandang kudanya, tiba-tiba kudanya itu melompat. Sejenak ia diam, lalu membaca Al-Qur’an lagi dan kuda itu pun melompat lagi. Sekali lagi dia diam, lalu membaca lagi dan sekali lagi pila kuda itu melompat kembali.

Usaid yang membaca Al-Qur’an itu berkata, “Oleh karena kuda melompat-lompat terus, maka saya takut kalau-kalau kuda itu menginjak saudaraku Yahya yang sedang tidur tidak jauh dari kandang kuda itu.”

Kemudian saya berdiri, menghampiri kandang kuda itu. Tiba-tiba suatu benda bagaikan naungan (awan) yang didalamya ada beberapa pelita bercahaya, naik keatas dan terus naik, sehingga saya tidak dapat melihatnya lagi.

Pada pagi harinya Usaid mendatangi Rasulullah Saw, dan menceritakan kepadanya semua yang dialaminya semalam. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Wahau Usaid, naungan (awan) yang didalamnya ada beberapa pelita bercahaya itu adalah malaikat yang sengaja hadir untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang kamu baca.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Related Pos :