6 Rekomendasi Museum Seni Budaya di Yogyakarta

Yogyakarta memang dikenal sebagai kota yang tak bisa dipisahkan dengan seni dan budaya. Sudah melekat kuat, menjadi ciri khas kota ini. Jadi, jika berkunjung ke sini, kalian tentu tak boleh melewatkan kesempatan berwisata untuk menyegarkan pikiran sembari mengenal berbagai kesenian dan kebudayaan di kota Yogyakarta. Kali ini, altundo mau berbagi 6 rekomendasi museum seni budaya di Yogyakarta.

Salah satu cara untuk mengenalnya lebih dekat yaitu dengan mengunjungi museum-museum seni budaya yang ada. Bagi para pecinta seni dan budaya, apa kalian siap bertandang ke sini?

Museum Seni Budaya di Yogyakarta

Nah, buat kamu yang tertarik untuk mengunjungi museum seni budaya di Yogyakarta, berikut rekomendasinya untuk anda:

1. Museum Affandi

Jika kalian penggemar seni lukis, pastikan kalian tak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi Museum Affandi. Tentunya, kalian sudah familiar dengan sang maestro seni lukis, kan? Salah satu pelukis ternama di Indonesia ini memiliki sebuah museum yang juga merangkap sebagai tempat tinggal, studio seni dan galeri ketika beliau masih hidup. Letaknya di Jalan Laksda Adi Sucipto No. 167, lebih tepatnya di seberang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta.

Museum Affandi Yogyakarta

Di museum yang menjadi salah satu museum seni budaya di Yogyakarta paling recommended ini, kalian akan disuguhi berbagai lukisan dan seni rupa karya sang maestro. Berbagai karya pelukis lain pun bisa dinikmati, termasuk hasil karya keluarga Affandi. Semua karya seni yang terpajang di sini benar-benar memukau—membuat lidah berdecak kagum karena keindahannya yang luar biasa. Lukisan di Museum Affandi meliputi berbagai gaya, mulai dari abstrak sampai realis. Jangan khawatir jika takut tak memahami maksud dari karya rupa yang memukau ini karena ada penjelasan tentang masing-masing karya. Tak hanya melihat hasil karya sang maestro, kalian pun bisa melihat berbagai benda yang dulu terkait erat dengan pelukis ternama di Indonesia, bahkan di dunia ini.

Bentuk Museum Affandi sangat unik dan artistik, dengan atap menyerupai daun pisang. Bentuk ini terinspirasi dari sebuah kejadian ketika sang maestro tengah melukis dan mendadak hujan turun mengguyur. Beliau menggunakan daun pisang untuk melindungi diri dan lukisannya dari air hujan. Itulah yang mendasari arsitektur museum ini. Oh ya, ada tiga galeri di sini yang bisa dinikmati. Semua memiliki tata ruang dan isi yang tak boleh kalian lewatkan ketika bertandang ke sini.

Nah, untuk memasuki museum seni budaya di Yogyakarta ini, kalian bisa membeli tiket seharga Rp 20.000,00 untuk wisatawan lokal dewasa (Rp 10.000 untuk anak-anak) dan Rp 50.000,00 untuk wisatawan mancanegara. Oh ya, kalau kalian ingin mengabadikan karya-karya sang maestro dengan lensa kamera, kalian harus menambah biaya Rp 20.000,00 (kamera profesional) dan Rp 10.000,00 (kamera ponsel) ya. So, kapan nih menikmati seni di Museum Affandi?

2. De Mata Trick Eye Museum

De Mata Trick Eye Museum adalah sebuah museum tiga dimensi yang terletak di XT Square Jalan Veteran, Umbulharjo. Bagi kalian yang suka seni dan fotografi, pastikan kalian mampir ke salah satu museum seni budaya di Yogyakarta ini. Kalian bisa menikmati sekitar 120 lukisan tiga dimensi dengan varian tema. Dijamin kalian akan puas bisa mengabadikan keunikan lukisan tiga dimensi dengan berbagai gaya. Pastinya sangat mengasyikkan!

De Mata Trick Eye Museum

Koleksi di De Mata Trick Eye Museum ini tergolong banyak lho, bahkan sampai mendapat rekor MURI di awal tahun 2014. Lukisan bertema tokoh-tokoh kenamaan, superhero, tokoh olahraga, lanskap, romance dan sebagainya bisa dinikmati sepuasnya. Lukisan-lukisan ajaib yang akan menipu mata kalian.

Menikmati berbagai seni luar biasa apik dan unik sekaligus mengabadikannya dalam lensa kamera dengan kalian di dalamnya, tentunya bakal jadi pengalaman yang asyik dan tak akan terlupakan. Semua lukisan tiga dimensi di sini bisa kalian lihat dan nikmati hanya dengan membayar Rp 50.000,00/orang. Oh ya, kalian pun bisa membeli tiket seharga Rp 75.000,00/orang untuk mengunjung De Mata sekaligus De Arca yang letaknya hanya di sebelah museum tiga dimensi ini. Museum De Mata buka mulai jam 10 pagi sampai 10 malam. Mm, jadi apa kalian tertarik untuk mengunjungi museum seni budaya di Yogyakarta ini?

Baca juga: 8 Desa Wisata di Yogyakarta

3. De Arca

Jika De Mata ada museum tiga dimensi yang akan mengecoh mata manusia, maka De Arca—yang terletak di sebelahnya—merupakan museum patung yang juga tak boleh sampai dilewatkan. Museum jenis ini adalah yang pertama di Indonesia.

De Arca Yogyakarta

Di museum seni budaya di Yogyakarta ini, kalian bisa menikmati berbagai patung tokoh ternama, baik di Indonesia maupun di dunia. Ada patung para presiden, pahlawan, entertainer, karakter film dan sebagainya. Semua patung benar-benar dibuat seperti aslinya—lengkap dengan detail seperti pakaian dan sejenisnya. Kalian tak perlu khawatir bingung karena patung-patung tadi sudah diletakkan sesuai dengan zona: zona tokoh nasional, presiden dunia, dan tokoh dunia. Nah, begitu memasuki masing-masing zona, kalian pun bisa berfoto dengan bebas bersama patung tokoh-tokoh ini, seolah kalian tengah berfoto dengan sosok aslinya. Bukankah itu sesuatu yang luar biasa?

Nah, untuk bisa berfoto bersama tokoh-tokoh ternama Indonesia dan dunia, termasuk idola kalian, datang saja ke XT Square Jalan Veteran, Umbulharjo. Untuk biaya masuk, biasanya dijadikan satu dengan paket ke De Mata Trick Eye Museum, yaitu Rp 75.000,00. Harga itu sesuai dengan pengalaman luar biasa yang akan kalian dapatkan dengan datang ke sini kok. Dijamin asyik dan tak membuat menyesal!

4. Museum Sonobudoyo

Tertarik mengenal seni dan budaya bernilai sejarah, pastikan kalian menjejakkan kaki di Museum Sonobudoyo. Museum seni budaya di Yogyakarta ini terbagi menjadi dua unit dengan tempat terpisah: Jl. Trikora No 6 [Unit I] dan Ndalem Condrokiranan, Wijilan [Unit II]. Masing-masing unit memiliki koleksi yang berbeda. Oh ya, koleksi yang dimiliki tempat penuh nilai seni budaya historis ini tergolong lengkap lho, mencapai puluhan ribu buah.

Museum Sonobudoyo

Museum yang diresmikan tahun 1935 ini memiliki koleksi yang meliputi banyak kategori antara lain geologi, biologi, etnografi, arkeologi, histori, numismatik dan heraldik, filologi, keramologi, seni rupa dan teknologi. Karena itulah, selain disebut museum seni dan budaya, Museum Sonobudoyo juga disebut juga museum umum karena koleksinya merambah ke banyak bidang. Oh ya, semua koleksi itu tadi bisa dilihat baik di museum unit I—yang terbagi dalam sembilan ruangan di dalam bangunan—dan di luar bangunan maupun museum unit II.

Di museum yang memiliki arti tempat menyimpan kebudayaan (sono: tempat dan budoyo: budaya), kalian bisa menemukan berbagai benda penuh nilai seni budaya dari seluruh nusantara seperti aneka senjata, perhiasan emas, wayang, batik dan sebagainya. Koleksi peninggalan masa lalu di masa prasejarah sampai Islam masuk ke Indonesia pun bisa kalian lihat dan pelajari. Berbagai naskah dan buku penting berisi pengetahuan terkait seni budaya pun bisa kalian temukan di Museum Sonobudoyo. Untuk bisa melihat langsung koleksi museum ini, kalian hanya perlu membayar Rp 3.000,00. Jadi, yuk buruan ke Museum Sonobudoyo dan perkaya wawasan seni budaya kalian!

5. Museum Ullen Sentalu

Berbicara tentang museum seni budaya di Yogyakarta, tentunya museum satu ini tak boleh dilewatkan. Museum Ullen Sentalu namanya. Unik bukan nama museumnya? Ullen Sentalu adalah singkatan ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku, artinya nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Kalian bisa menemukan museum menakjubkan ini di Jalan Boyong, Taman Wisata Kaliurung, Sleman.

Museum Ullen Sentalu

Museum ini begitu eksentrik dengan arsitektur bangunan mirip kastil Eropa—memberi kesan sedikit menyeramkan. Tapi, di dalamnya, kalian akan takjub dengan koleksi Museum Ullen Sentalu yang sama sekali tak berhubungan dengan tampilan luarnya. Di sini, kalian akan menemukan berbagai benda terkait budaya Jawa dari kerajaan Mataram. Ada perangkat gamelan, koleksi batik, lukisan dari para bangsawan besar Mataram. Semua ini bisa kalian lihat di ruang-ruang terpisah yang berada di dalam gedung. Oh ya, kalian akan ditemani guide kok untuk memberi informasi terkait koleksi museum.

Berada di Museum Ullen Sentalu pastinya tak akan mengecewakan. Selain mendapat kesempatan melihat berbagai benda seni dan budaya sarat nilai historis, kalian pun bisa menghirup udara segara khas pegunungan. Banyak pepohonan hijau nan sejuk yang akan membuat pikiran segar kembali. Untuk masuk ke tempat ini, kalian hanya perlu membayar Rp 30.000,00 kok. Murah bukan? Sepadan kok dengan pengalaman yang akan kalian dapatkan di museum seni budaya di Yogyakarta ini!

6. Tembi Rumah Budaya

Kalian bisa menjadikan Museum Tembi sebagai salah satu destinasi museum seni budaya di Yogyakarta. Museum yang dikenal juga dengan Tembi Rumah Budaya ini menyimpan berbagai benda terkait budaya Jawa. Ada alat-alat masak tradisional, ragam senjata, gamelan, bahkan peralatan tradisional untuk bertani. Mainan tradisional anak-anak zaman dulu pun bisa kalian lihat di sini. Semua koleksi ini bisa kalian saksikan dengan gratis lho alias sama sekali tak dipungut biaya untuk masuk ke museum yang terletak di Jalan Parangtritis Km 8,4 Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Tembi Rumah Budaya

Tak hanya alat-alat bernuansa kuno dan tradisional khas Jawa yang bisa kalian temukan di Rumah Budaya Tembi, kalian pun juga bakal mendapati foto dan buku sastra Jawa kuno. Bukankah itu menarik? Oh ya, kalian pun bisa melihat pertunjukan tradisonal seperti wayang atau tari di waktu-waktu tertentu. Nah, bagaimana? Yakin mau melewatkan kesempatan mengenal budaya Jawa lebih dekat di museum ini? Yuk, buruan ke sini!

Dari enam museum seni budaya di Yogyakarta tadi, mana nih yang sudah kalian datangi? Kalau belum mampir, sempatkan waktu donk buat datang ke sana. Melihat dan menikmati betapa indahnya nilai seni budaya yang terkandung dalam berbagai benda pastinya akan jadi pengalaman yang berarti. Bisa refreshing, dapat ilmu pula. So, what do you wait for? Let’s go!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *