Mengenal Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi

Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah kampung adat yang memiliki ciri khas dalam lokasi serta bentuk rumah yang masih dipegang kuat oleh masyarakatnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar biasa disebut masyarakat kasepuhan. Di era tahun 1960-an, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar memiliki nama khusus yang dianggap sebagai nama asli masyarakat tersebut, yaitu Perbu. Nama Perbu selanjutnya hilang dan berganti menjadi kasepuhan.

Mengenal Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi

Secara administratif, Kampung Ciptagelar ada di wilayah Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kec. Cisolok, Kab. Sukabumi. Jarak Kampung Ciptagelar dari Desa Sirnaresmi berjarak 14 Km, dari kecamatan 27 Km, dari Kabupaten Sukabumi 103 Km dan dari Bandung 203 Km arah Barat. Kampung Ciptagelar bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Jenis kendaraan roda empat harus memiliki persyaratan khusus, yaitu mempunyai ketinggian badan yang cukup tinggi di atas tanah dan juga dalam kondisi prima.

Untuk mencapai lokasi tujuan, ada beberapa macam pilihan jalur jalan yang bisa ditempuh. Pilihan pertama : Sukabumi – Pelabuhan ratu. Pelabuhan ratu – Cisolok kemudian berhenti di Desa Cileungsing. Dari Desa Cileungsing ke Desa Sirnarasa selanjutnya berhenti di Kampung Pangguyangan. Di Kampung Pangguyangan kendaraan roda empat diparkir dan selanjutnya dari kampung ini ke Kampung Ciptagelar harus ditempuh dengan berjalan kaki atau naik ojeg. Catatan dalam perjalanan ini, melalui jalur ini kendaraan pribadi hanya bisa sampai di Kampung Pangguyangan karena kondisi jalan yang berat.

Pilihan jalur kedua adalah lewat Desa Sirnaresmi. Melalui jalur ini seseorang bisa langsung sampai ke Kampung Ciptagelar. Hal ini disebabkan kondisi jalan yang relatif baik jika dibandingkan dengan jalur lewat Kampung Pangguyangan. Tentu saja kendaraan yang prima serta keterampilan pengendara yang lihai adalah prioritas utama, karena kondisi jalan yang berbatu, tikungan tajam serta jurang yang dalam.

TERKAIT:  Spot-Spot Menarik di Taman Wisata Hutan Raya Juanda Bandung

Baca juga: Indah Wisata Kampung Ciptagelar Sukabumi

Jalur pilihan lainnya melalui Pelabuhanratu ke Cisolok dan selanjutnya berhenti di Kampung Cimaja. Dari Desa Cimaja ke Desa Cicadas bisa mengambil kendaraan umum jurusan Cikotok kemudian berhenti di kantor Desa Sirnaresmi. Dari kantor Desa Sirnaresmi ke Kampung Ciptagelar bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Letak geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar ada di atas ketinggian 1050 meter diatas permukaan taut. Udaranya sejuk dan cenderung dingin dengan suhu 20° C sampai 26° C dan suhu rata-rata setiap tahun sekitar 25° C. Kampung Ciptagelar dikelilingi oleh gunung-gunung, yaitu Gunung Surandil, Gunung Karancang serta Gunung Kendeng.

Penduduk Kasepuhan atau Iebih tepat jika disebut warga kasepuhan bisa dikelompokkan menjadi dua bagian. Kelompok pertama adalah jiwa jero dan kelompok kedua adalah jiwa luar. Yang dimaksud jiwa jero adalah warga kasepuhan yang mempunyai pertalian darah dengan Abah Anom meski pertaliannya sudah sangat jauh serta sangat rumit untuk ditelusuri. Warga jiwa jero bertempat tinggal di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar serta kampung-kampung lainnya dengan mengikuti semua tradisi kasepuhan secara utuh.

Kelompok kedua yaitu jiwa luar adalah mereka yang statusnya warga kasepuhan sebagai warga simpatisan atau pengikut kasepuhan. Pada umumnya, warga jiwa luar ada di luar kasepuhan Ciptagelar dan juga tidak melakukan tradisi secara penuh tapi tetap mengakui kasepuhan serta sering meminta bantuan spiritual kepada sesepuh girang (Abah Anom) disana.

Warga Kasepuhan Ciptagelar tidak terlalu menutup diri dari dunia luar, terbukti dengan adanya listrik dan alat-alat elektronik. Alat-alat elektronik yang dipunyai warga Kasepuhan Ciptagelar contohnya radio, radio tape dan televisi. Di rumah sesepuh girang terdapat alat elektronik radio tape dan juga televisi, bahkan khusus untuk sesepuh girang memiliki pesawat telepon dan kendaraan Jeep.

TERKAIT:  Mengenal Indahnya Wisata Kampung Ciptagelar Sukabumi

Rumah-rumah warga Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar menunjukkan kesamaan dengan pola arsitektur rumah Sunda pada umumnya. Adapun bahan-bahan yang dipakai cenderung memakai material yang terdapat di sekitar pemukiman, contohnya dinding bilik, rangka kayu serta atap dari ijuk, rumbia atau tepus.

Jenis rumah mereka adalah rumah panggung yang mempunyai kolong setinggi 60 sentimeter. Kolong tersebut biasanya ditutup dengan papan. Adapun bentuk rumahnya seperti persegi panjang dengan suhunan panjang dan suhunan jure yaitu berbentuk atap perisai yang memanjang.

Material atap yang banyak dipakai contohnya daun tepus, rumbia ataupun ijuk. Tapi banyak juga warga yang mengganti atapnya dengan memakai seng karena harga seng lebih murah jika dibandingkan dengan harga daun tepus. Lagi pula, seng lebih tahan lama jika dibandingkan dengan daun tepus yang harus diganti setiap 4 tahun sekali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *