Mempelajari Psikologi Perkembangan

By Admin | pengetahuan

mempelajari psikologi perkembangan

Bagi para pendidik yang bergerak dibidang pendidikan anak-anak, seperti taman kanak-kanak, sekolah dasar dan ibu-ibu, dan mahasiswa fakultas ilmu pendidikan, tujuan mempelajari psikologi perkembangan adalah sangat penting. Pertama untuk mengetahui seluk beluk perilaku anak dalam berinteraksi dengan temannya, dan dengan orang lain terutama dengan keluarganya. Perilaku itu harus diketahui oleh setiap fase usia. Kedua, memudahkan penggunaan metode pendidikan terhadap anak. Ketiga memudahkan perilaku anak dan remaja (pada psikologi remaja) yang sedang dalam proses perkembangan, perlu dikuasai berbagai metode psikologi perkembangan.

  • Metode psikologi perkembangan

Metode adalah cara-cara untuk memudahkan memahami suatu situasi atau perilaku yang sedang diselidiki. Metode dalam pendidikan termasuk dalam ilmu didaktik (ilmu mengajar). Didaktik mengandung unsure-unsur: (1) tujuan pengajaran; (2) bahan pengajaran; (3) metode mengajar; (4) proses belajar mengajar; (5) dan evaluasi belajar.


Adapun metode-metode untuk meneliti perkembangan anak adalah.

  1. Observasi, yaitu pengamatan yang dilakukan secara partisipatif dan non partisipatif. Metode partisipatif mengharuskan peneliti terlibat di dalam kegiatan anak-anak dan remaja. Sedangkan metode non partisipatif hanya mengamati dari luar, tidak perlu terlibat.
  2. Wawancara, yaitu cara penelitian mengenai anak dan perilakunya melalui tanya jawab antara peneliti dengan responden. Tanya jawab itu dipandu oleh suatu pedoman wawancara,
  3. Biografi, yaitu cara penelitian dengan mempelajari riwayat hidup seseorang misalnya melalui buku harian, dan catatan lain.
  4. Catatan anekdot, yaitu membuat catatan-catatan penting sewaktu mengadakan pengamatan perilaku anak. Catatan ini amat bergunasewaktu mengadakan analisis mengenai perilaku anak.
  5. Eksperimen, yaitu penelitian terhadap anak melalui percobaan-percobaan. Misalnya mengenai minat anak terhadap jenis permainan.
  6. Studi khusus, yaitu mempelajari anak melalui kasus-kasus tertentu. Misalnya anak suka ngompol, anak manja, anak cerdas, dan sebagainya.
  7. Tes psikologi, yaitu suatu cara untuk mengumpulkan data tentang anak menggunakan alat-alat tes. Misalnya tes kecerdasan, minat, keterampilan, emosi dan sebagainya.
  • Psikologi perkembangan sebagai pendidikan

Pendidikan diartikan sebagai upaya untuk membuat anak menjadi dewasa dan mandiri. Dewasa artinya orang yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan social, budaya, agama, dan alam sekitarnya. Penyesuaian diri yang adekuat adalah positif bagi diri dan lingkungannya. Kedewasaan akan terlihatdari berbagai kematangan yakni: sikap emosional, social, fisik, dan sikap etis relegius. Orang dewasa yang baik dapat dikatakan manusia teladan. Karena itu pendidikan adalah memanusiakan manusia.

Di dalam upaya pendidikan itu, pendidikan harus memahami seluk-beluk perilaku anak didik, sehingga akan memudahkan berjalannya cara-cara yang digunakan. Ilmu yang mempelajari perilaku anak dinamakan psikologi perkembangan. Seorang pendidik  menggunakan psikologi untuk memberikan layanan yang sebaik-baiknya terhadap anak didik, sehingga perkembangan menjadi lebih positif dan konstruktif terhadap realisasi anak didik.

Ahli psikologi perkembangan akan memusatkan perhatian pada gejalan-gejala perkembangan dan pengaruh setiap perubahan terhadap gambaran diri anak didik.

  • Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan adalah perubahan struktur yang bersifat: fisik, kuantitatif, dan akan berhenti setelah maturasi (kematangan). Sedangkan perkembangan adalah perubahan fungsi yaitu: aspek-aspek psikis, bersifat kualitatif dan berjalan terus hingga akhir hayat. Misalnya, mengapa orang belajar sampai tua? Hadis Nabi Saw mengatakan “Tuntutlah ilmu dari ayunan hingga keliang kubur”.

  • Prinsip-prinsip perkembangan
  1. Kontinuitas, artinya terus-menerus.
  2. Terpola, artinya mengikuti pola-pola tertentu.
  3. Irama dan tempo perkembangan bersifat individual.
  4. Perkembangan dari umum ke khusus.
  5. Tingkat perkembangan menentukan hasil proses belajar-mengajar.
  6. Perkembang bersifat individuasi dan intergrasi system respons.
  7. Faktor pembawaan dan lingkungan berpengaruh sama kuat dalam perkembangan.
  8. Perkembangan dapat mengalami kemunduran, dan dapat pula dipercepat dalam batas-batas tertentu.
  9. Terdapat perbedaan perkembangan anak laki-laki dan perempuan pada usia tertentu.
  10. Pada individu normal akan melalui fase-fase perkembangan.
  • Fase-fase dalam proses perkembangan

Pada prinsipnya nomor 10 di atas diterangkan bahwa setiap individu normal akan melalui fase-fase perkembangan dalam proses perkembangannya. Secara umum fase-fase perkembangan itu adalah:

 

No.                 Usia         Masa Perkembangan
1

 

2

3

4

5

6

 

 

7

8

9

10

 

 

 

0 tahun

0 – 2 tahun

2 – 5 tahun

5 – 12 tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 Masa konsepsi

Masa prenatal

Masa kelahiran

Masa bayi (infancy)

Masa kanak-kanak (early childhood)

Masa anak sekolah (childhood)

Masa remaja

a.       Remaja awal (12-15 tahun)

b.      Remaja akhir ( 16-19 tahun)

Masa dewasa awal (pre-adulthood)

Masa dewasa (early adulthood)

Masa dewasa akhir (late adulthood)

Masa tua (senescence)

 

Urutan fase perkembangan itu mungkin akan berubah sesuai dengan kemajuan iptek dan budaya manusia, misalnya istilah lansia akan bergeser lebih jauh pada negara-negara maju, seperti Jepang dan AS. Sedangkan Indonesia menetapkan usia 55 tahun sebagai masa pension, karena memasuki masa tua. Artinya harapan hidup setiap bangsa tidak akan sama. Mengenai masa kanak-kanak dapat dilihat pada bagian yaitu buku khusus yang merupakan kepentingan guru-guru TK.


Related Pos :