Memahami Isi Kandungan Ayat Al-Qur’an Surah Ali Imran, 3: 159 Tentang Musyawarah

By Admin | Umum

 

memahami isi kandungan ayat Al-Qur'an surah Ali Imran, 3: 159 tentang musyawarah.

Memahami isi kandungan ayat Al-Qur’an surah Ali Imran, 3: 159 tentang musyawarah merupakan salah satu wujud kepedulian kita sebagai umat muslim yang baik, dengan mengetahui dan memahami ayat Al-Qur’an ini kita akan menjadi tahu bagaimana cara bermusyawarah yang baik sesuai ajaran Islam, menurut Allah Swt dan Rasul-Nya.

Namun, sebelum kita memahami isi kandungan ayat Al-Qur’an tersebut, maka alangkah baiknya jika terlebih dahulu kita simak dan baca terjemahan surah Ali Imran berikut ini:


“maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Q.S Ali Imran, 3: 159)

Isi atau kandungan ayat Al-Qur’an surah Ali Imran, 3: 159 tentang musyawarah tersebut adalah merupakan penjelasan bahwa berkat adanya rahmat Allah Swt yang amat besar, Nabi Muhammad Saw merupakan sosok pribadi yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Beliau tidak bersikap dan berperilaku keras serta berhati kasar. Bahkan sebaliknya, beliau adalah orang yang berhati lembut, dan berperilaku baik yang ridhai Allah Swt serta mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, dalam pergaulan Rasulullah Saw senantiasa member maaf kepada orang yang telah berbuat salah, khususnya terhadap para sahabatnya yang telah melakukan pelanggaran. Dalam perang Uhud Rasulullah Saw juga memohonkan ampun pada Allah Swt terhadap kesalahan mereka dan bermusyawarah dalam hal-hal yang perlu dimusyawarahkan. Untuk melaksanakan tekadnya, khususnya hasil musyawarah Rasulullah Saw selalu bertawakal pada Allah Swt.

Karena budinya yang luhur, dan akhlaknya yang mulia seperti tersebut Rasulullah Saw memperoleh simpati dalam pergaulan, khususnya disenangi dan didekati serta dicintai oleh Allah Swt.

Perlu pula diketahui bahwa salah satu yang menjadi penekanan pokok/ isi kandungan ayat Al-Qur’an surah Ali Imran, 3: 159 tentang musyawarah tersebut adalah perintah untuk melakukan musyawarah yang ditujukan tidak hanya kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi kepada seluruh pengikutnya yakni umat Islam, di mana pun mereka berada.

Kata musyawarah berasal dari kata “syawara” yang artinya secara kebahasaan ialah mengeluarkan madu dari sarang lebah. Sedangkan menurut istilah yang dimaksud dengan musyawarah itu ialah berunding antara seseorang dengan orang lain, antara satu golongan dengan golongan lain, mengenai suatu masalah atau beberapa masalah, dengan maksud untuk mengambil kepuasan atau kesepakatan bersama.

Mengacu kepada isi kandungan ayat Al-Qur’an surah Ali Imran, 3: 159 tentang musyawarah, maka pergaulan hidup bermasyarakat, khususnya dalam bermusyawarah, hendaklah diterapkan prinsip-prinsip umum berikut ini:

1. Melandasi musyawarah dengan hati yang bersih, tidak kasar, lemah lembut, dan penuh kasih saying.

2. Dalam bermusyawarah hendaknya bersikap dan berprilaku baik.

3. Para peserta musyawarah hendaknya berlapang dada, bersedia memberi maaf apabila dalam musyawarah tersebut terjadi perbedaan pendapat dan bahkan terlontar ucapan-ucapan yang menyinggung perasaan, juga bersedia memohonkan ampun atas kesalahan para peserta musyawarah jika memang bersalah.

4. Hasil musyawarah yang telah disepakati bersama hindaknya dilakukan dengan bertawakal kepada Allah Swt .


Related Pos :