Kumpulan Kata-kata Bijak Islami Ustadz Abdul Somad tentang Kehidupan

Kumpulan kata-kata bijak Islami Ustadz Abdul Somad (UAS) yang memiliki makna mendalam sebagai motivasi dan koreksi diri dalam menjalani kehidupan. Kata-kata bijak Ustadz Abdul Somad cocok untuk status WA, Facebook, instagram maupun twitter untuk saling mengingatkan sesama.

Kumpulan Kata-kata Bijak Islami Ustadz Abdul Somad tentang Kehidupan

Biografi Singkat Ustadz Abdul Somad, Lc

Siapa yang tak kenal dengan Ustadz Abdul Somad seorang pendakwah sekaligus Ulama terkenal saat ini. Memiliki nama lengkap Abdul Somad Batubara, Lc. Ustadz yang sering di panggil UAS oleh para Nitizen ini lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 18 Mei 1977.

Ustadz Abdul Somad, Lc (UAS) merupakan Ulama tamatan Universitas Al-Azhar, Mesir untuk S1 dan melanjutkan pendidikan S2 di Maroko dikampus Dar El Hadith El Hassania. adapun riwayat pendidikan UAS, sebagai berikut:

  • SD Al-Washliyah, Medan, tamat pada tahun 1990
  • Madrasah Tsanawiyah Mu’allimin Al-Washliyah, Medan, dan tamat pada tahun 1993
  • Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, dan tamat 1996
  • Pendidikan S1 di Al-Azhar, Mesir, 2002
  • S2 Dar El Hadith El Hassania, Kerajaan Maroko, 2006

Ustadz Abdul Somad, Lc menjadi pendakwah pada umur 42 tahun dan terkenal melalui media sosial dan youtube. Dalam Ceramahnya beliau sering mengulas tentang berbagai macam persoalan agama Islam, khususnya kajian ilmu hadist dan fiqih. UAS juga sering mengulas tentang Nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang populer di kalangan masyarakat dalam kajiannya.

Dalam menyampaikan materi Dakwah Ustadz Abdul Somad, Lc terkenal dari segi ilmu dan kelugasannya serta kocak sehingga membuat banyak masyarakat menyukainya. bahkan terkadang dalam ceramahnya beliau sering mengeluarkan kata-kata bijak tentang kehidupan sebagai nasehat dan motivasi.

Kata-kata Bijak Ustadz Abdul Somad

Nah, dibawah ini beberapa kumpulan kata-kata bijak Ustadz Abdul Somad yang islami sebagai motivasi dan nasehat dalam kehidupan:

1. Syukurilah semua yang diberikan Allah SWT. Jika kau masih hidup bersyukurlah masih melakukan amal saleh. Jika kau mati tetap bersyukurlah, setidaknya dosamu tidak semakin bertambah.

Kata bijak Ustadz Abdul Somad ini menyuruh kita untuk selalu bersyukur setiap hari kepada allah dalam keadaan apapun, baik dalam keadaan senang maupun susah. Karena terkadang kita lupas bersyukur padahal begitu banyak nikmat yang telah dilimpahkan allah kepada kita.

2. Ketika engkau susah di dunia ini. Sabarlah, karena ia hanya sementara. Ketika engkau diberi kesenangan di dunia ini jangan bangga dan sombong karena ia juga hanya sementara.

Nasehat kepada kita untuk sabar bila ditimpah kesusahan dan tidak sombong bila diberi kesenangan karena semua itu hanyalah sementara. Baik susah maupun senang adalah ujian dari allah.

3. Kita tidak perlu satu organisasi, satu sekolah ataupun satu guru, kita beteman di satu titik, Mukhlisina Lahuddiin. Mudah-mudahan titik itulah yang mempertemukan kita.

4. Jika mencari kawan tak bercacat, selamanya kita takkan berkawan. Jika mencari pasangan yang sempurna, selamanya kita takkan berpasangan.

5. Hari ini kita boleh kalah dalam segala hal, tapi tanamkan pada anak anak kita bahwa 10 atau 20 tahun lagi mereka akan memimpin negeri ini dengan cara yang Allah ridhai.

6. Kalau dengan memiliki motor dan mobil bertambah ketaatan kita kepada Allah, maka itu adalah rezeki. Tapi kalau dengan kendaraan itu menjauhkan diri dari Allah, dipakai untuk pergi ke tempat maksiat, maka itu adalah laknat dan azab. Hati hati.

7. Kebahagiaan seorang guru ialah ketika melihat muridnya sukses dunia dan akhirat.

Maksud dari perkataan UAS tersebut adalah seorang guru melihat muridnya sukses atas ilmu yang telah diajarkannya. akan tetapi Guru akan lebih bahagia bila melihat muridnya tidak hanya sukses didunia tetapi juga sukses diakherat.

8. Bahagia itu terletak pada syukur. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka dialah orang yang paling bahagia.

9. Apapun yang terjadi, Islam akan tetap ditolong Allah. Yang menjadi masalah adalah, apa yang telah dan akan kita lakukan untuk Islam, demi untuk menolong diri kita di dunia dan akhirat nanti? Jangan jawab dengan lidah, karena lidah terlalu mudah untuk berkata-kata. Tapi, jawablah dengan perbuatan.

10. Hidup ini seperti Bahtera di lautan. Di atas ada ombak kencang yang akan menghadang. Dari bawah ada batu karang yang besar. Tak ada yang bisa menguatkan hidup ini, kecuali Allah Ta’ala.

11. Jangan batasi ibadah hanya ketika di Masjid. Ada yang menganggap beramal itu hanya ketika duduk di Masjid, shalat, zikir dan membaca Al-Quran. Jangan lupa, bekerja dari jam 8 pagi sampai 4 sore, ditambah lagi apabila lembur itu juga adalah amal. Karena, bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga di rumah adalah ibadah, bernilai pahala di hadapan Allah Ta’ala. Maka, kalau dipahami bahwa bekerja adalah amal ibadah, tidak akan ada pegawai yang main “game online” saat jam kantor, tidak akan ada pedagang yang memainkan timbangan, tidak akan ada karyawan yang curang dalam laporan tugasnya.

12. Kalau engkau sudah menikah maka pandanglah saudaramu yang belum menikah, maka akan timbul rasa syukur.

13. Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap Syukur “Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Segala Puji hanya bagi Allah” . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam “ketaatan” kepada Allah Ta’ala.

14. Berkawan karena harta, harta akan binasa. Berkawan karna kuasa, kuasa tak akan lama, paling 5 tahun kalau tak di tangkap KPK. Tapi, kalau berkawan karena Allah maka akan kekal abadi.

15. Dunia ini hanya setetes air. Kalau kau tak dapat jangan sedih, karena yang kau tak dapat hanya setetes. Dan kalau kau dapat, jangan bangga, karena yang kau dapat hanya setetes.

16. Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.

17. Air selalu mengalir, dia tidak bisa ditahan. Ketika dia ditahan, maka dia akan menjadi sebuah perlawanan yang besar. Air nampak lemah, ketika dia sedikit. tapi, ketika dia sudah berkumpul maka menjadi besar, dia menjadi kekuatan yang luar biasa. Belajarlah dari air.

18. Keberanian tidak mempercepat kematian, dan ketakutan tak dapat mengelakkan dari kematian. Kita pasti mati, tapi mati dalam keadaan apa? Pilihan ada di tangan kita.

Oke, itulah kumpulan kata-kata bijak Ustadz Abdul Somad, Lc yang sering beliau ucapkan saat berdakwah. Semoga bisa menjadi nasehat dan motivasi bagi kita semua dalam kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *