Konsep Dasar Sejarah dan Unsur-unsur Sejarah

By Admin | pengetahuan

konsep dasar sejarah dan unsur-unsur sejarah

Konsep dasar sejarah dan unsur-unsur sejarah menyambung artikel sebelumnya pengertian dan ruang lingkup sejarah. Secara konseptual, sejarah pada dasarnya berkenaan dengan tiga aspek konseptual yang mendasarinya yaitu konsep tentang peubahan, konsep waktu dan kontinuitas. berikut uraian ketiga konsep tersebut.

1. Konsep Perubahan
Sejarah adalah perubahan dari suatu keadaan kepada keadaan lain. Meski demikian, hanya perubahan yang benar-benar memiliki makna penting bagi kehidupan manusia yang dapat dikategorikan sebagai peristiwa perubahan yang bernilai sejarah. Termasuk dalam kategori ini diantaranya perubahan rezim kolonial ke nasional, dari Soekarno ke Orde Baru atau dari Orde Baru ke era demokratisasi.


2. Konsep Waktu
Peristiwa sejarah bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, bukan pula terjadi begitu saja tanpa sebab apapun. Setiap peristiwa yang terjadi di suatu waktu dapat dipastikan tidak berdiri sendiri saat peristiwa terjasi. Setiap peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu pasti ada kaitannya dengan waktu sebelum dan sesudahnya. Bila dirunut melalui penelaahan sejarah, sangat mungkin ditemukan keterkaitan suatu peristiwa dengan situasi atau peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudahnya.

Terjadinya suatu peristiwa senantiasa dikarenakan oleh suatu sebab yang ada dalam alur waktu. Konteks hubungan sebab akibat peristiwa yang menjadi akibat dengan peristiwa lain yang menjadi sebab ada dalam dimensi waktu. Dalam konteks tertentu waktu dapat pula menjadi sebab, meski tidak pernah benar-benar menjadi akibat.

3. Konsep Kontinuitas
Kehidupan manusia berada dalam rangkaian perubahan demi perubahan yang berkesinambungan. Perubahan demi perubahan tersebut tidak akan berhenti pada suatu titik peristiwa. Dalam konteks kekinian (postmodern) bahkan diyakini bahwa perubahan telah menjadi suatu yang pasti sebagaimana ungkapan ahli masa depan (futurolog), saat ini yang pasti adalah ketidakpastian dan yang tetap adalah perubahan (the certain now is uncertain and the now is changing).

Sebagian perubahan yang terjadi tentunya ada yang bermakna sangat dalam bagi manusia, tetapi sebagian lagi sangat boleh jadi tidak demikian. Kebermaknaan tersebut ditentukan oleh berbagai faktor, seperti tingkat kedekatan, hubungan, kepentingan atau dampak suatu perubahan terhadap manusia tertentu. Perubahan-perubahan tertentu yang menjadi momentum sejarah tertentu bahkan sangat mungkin mengubah kehidupan banyak orang.

Perubahan dari reim kolonial ke nasional telah banyak mengubah nasib dan pola hidup masyarakat bekas jajahan. Perubahan dari pemerintahan demokrasi ke otoriter atau sebaliknya terbukti banyak mengubah nasib dan jalan hidup kelompok manusia disuatu daerah atau negara.

Dalam catatan sejarah, fenomena semacam ini dapat dicermati pada peristiwa kemenangan revolusi komunis di berbagai negara. Selain diwarnai dengan berbagai tindak kekerasan, penyiksaan bahkan pembunuhan, masa-masa selama pemerintahan komunis menyebabkan masyarakat dituntut untuk mengubah pola hidup, pola pikir bahkan orientasi hidupnya. Demikian halnya pada saat rezim komunis tumbang di banyak negara, pola hidup dan pola hubungan dalam masyarakat dengan sendirinya juga berubah total.

Dari paparan diatas dapat dinyatakan bahwa bagian terpenting dari sejarah adalah adanya peristiwa yang terjadi di masa lalu. Hanya saja, tidak semua peristiwa masa lalu dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah. Hal ini dikarenakan peristiwa yang dapat dikategorikan sebagai peristiwa sejarah harus memenuhi beberapa kriteria yaitu

– Peristiwa unik, tidak biasa, atau terjadi secara fenomenal atau bahkan monumental.
– Peristiwa perubahan,
– Proses yang bersifat kausalistik, bukan kebetulan.
– Memiliki arti penting dalam kehidupan.
– Subjektif dalam hal penulisan ataupun penafsiran fakta objektif.

Unsur-unsur Sejarah

Unsur-unsur yang menjadi struktur bangunan informasi sejarah terdiri atas tifa hal yaitu manusia, ruang dan waktu. Berikut uraian lengkapnya.

1. Manusia
Manusia merupakan unsur utama sejarah, karena manusia merupakan aktor (pemeran) utama pentas sejarah. Dinamika apapun yang terjadi dipermukaan bumi ini sangat dipengaruhi oleh manusia dalam memainkan perannya sebagai unsur perubahan. Dalam konteks pemikiran idealistik, eksistensi sejarah juga sangat ditentukan oleh kebutuhan manusia untuk mencatat sejarahnya sendiri. Bilamana manusia tidak merasa perlu mencatat sejarah atau manusia tidak memandang sebuah peristiwa sebagai peristiwa sejarah sangat boleh jadi sejarah tertentu tidak pernah eksis.

2. Ruang
Sebagai sebuah unsur sejarah, ruang berperan sebagai tempat terjadinya peristiwa. Setiap peristiwa merupakan sebuah episode sejarah. Setiap episode sejarah pasti menempati lokasi tertentu sebagai pentas sejarah. Sekalipun hanya sebagai lokasi peristiwa, ruang sangat signifikan perannya sebagai penentu peristiwa bagi dari segi wujud, bentuk, intensitas maupun dampak dari suatu peristiwa.

Peristiwa pergantian pemimpin ditengah masyarakat yang telah memiliki kultur demokratis tentu berbeda dari peristiwa yang sama di tengah masyarakat yang lekat dengan kultur patriarkhis. Peristiwa belajar-mengajar di ruang kelas yang rapi, bersih, asri serta dilengkapi fasilitas yang memadai tentu berbeda bentuk, intensitas dan hasil pembelajarannya dibanding hal sama yang dilakukan dilingkungan bising, pegap, berdebu serta dengan peralatan terbatas.

3. Waktu
Sebagai unsur sejarah, waktu berperan sebagai momentum peristiwa. Bahkan pada awalnya peristiwa sejarah lebih menekankan waktu yaitu saat tertentu di masa lalu ketika suatu peristiwa terjadi. Peristiwa yang sama polanya sangat mungkin mengambil bentuk, wujud dan intensitas berbeda bilamana berlangsung di dalam kontinum waktu yang berbeda.

Dimasa lalu dapat dijumpai sebuah peristiwa tragis yang bahkan meningkat pada perang besar antara kerajaan majapahit dan pajajaran dikarenakan persoalan hadiah dari raja Pajajaran berupa seorang puteri untuk diperistri raja Majapahit. Hal yang sama tentu tidak akan terjadi dalam waktu yang berbeda, terutama bila dibandingkan dengan masa sekarang.

Seiring waktu yang terus berjalan, alasan yang dapat menimbulkan perang antar negara juga mengalami banyak perubahan. Posisi dan perlakuan masyarakat terhadap laum wanita juga mengalami perubahan seiring perubahan waktu.

Dalam bidang pendidikan, waktu juga banyak menentukan perubahan pola pembelajaran. Di masa lalu, ketika struktur budaya patriarkhi masih kuat, pembelajar atau siswa tidak ubahnya dengan peminta-minta yang sangat tergantung pada kebaikan hati guru sebagai pemberi. Berbeda halnya ketika waktu sudah tidak memberi ruang yang sama bagi pola serupa. Hubungan siswa dan guru bukan lagi dalam konteks pemberi dan penerima, melainkan dalam konteks hubungan pengelanan dan penunjuk jalan, atau bahkan antara customer dan penjual jasa. Bahkan sangat boleh jadi, pada suatu waktu kelak anak cucu kita tidak lagi mengenal sebagian besar kebiasaan yang selama ini menjadi bagian dari kebiasaan kita dalam belajar. Hal ini dikarenakan perbedaan waktu telah mengubaj selera dan kebutuhan mereka atas jenis-jenis ilmu pengetahuan tertentu.


tags: ,

Related Pos :