Keutamaan Menjalankan Shalat Tahajud

By Admin | Umum

keutamaan menjalankan shalat tahajud

Shalat malam (tahajud) memiliki keutamaan yang sangat besar. Hanya orang-orang yang memiliki keimanan yang mantap, yang akan tergerak untuk menunaikannya karena tidak sedikit orang yang memahami keutamaan menjalankan shalat tahajud, tetapi hatinya tidak terpanggil untuk menunaikannya.

Rasulullah Saw sebagai seorang utusan Allah Swt yang telah diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, sangat gigih untuk menunaikannya dan tidak pernah meninggalkan shalat malam. Bahkan, kedua kaki beliau sampai bengkak-bengkak (H.R. Bukhari). Bagaimana dengan kita yang tidak pernah luput dari dosa? Tentang keutamaan menjalankan shalat tahajud pun banyak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits.


Beberapa keutamaan menjalankan shalat tahajud tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Disejukkan pandangan matanya

“lambung mereka jauh dari tempat tidurnyam mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh rasa takut dan penuh harap, serta mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Maka, tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah, 32: 16-17)

2. Diangkat derajatnya ke dalam kedudukan yang tinggi di surga.

“Sesungguhnya di dalam surge terdapat kedudukan tinggi, yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Allah menyediakan kedudukan tinggi tersebut bagi siapapun yang memberikan makanan, melembutkan perkataan, senantiasa berpuasa, menyebarkan salam, dan sholat malam ketika manusia tertidur lelap.” (H.R. Ahmad, Ibnu Hibban dan Tirmidzi)

3. Mendapatkan pahala seperti pahala sedekah secara sembunyi-sembunyi.

“keutamaan shalat malam dibandingkan shalat di siang hari seperti keutamaan sedekah secara sembunyi-sembunyi dibandingkan sedekah secara terang-terangan.” (H.R. Thabrani)

4. Dikabulkan doanya

“Ssesungguhnya dimalam hari itu ada satu waktu. Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah memohon kebaikan dunia dan akhirat di malam hari itu kecuali Allah pasti mengabulkannya. Waktu tersebut ada pada tiap-tiap malam.” (H.R. Muslim)

5. Dimudahkan jalan kesurga

“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang miskin), sambunglah tali silaturrahim dan shalatlah di malam hari di saat orang-orang tidur nyenyak, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (H.R. Tirmidzi)

6. Menjadi tanda-tanda kesempurnaan iman.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyaah orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkut sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh rasa takut dan pebuh harap, serta mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Maka, tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah, 32: 15-17)

7. Menghapuskan kesalahan dan mencegah terjadinya perbuatan dosa.

“Hendaklah kalian berqiamulail (shalat tahajud) karena sesungguhnya dia adalah kebiasaan orang-orang saleh yang hidup sebelum kalian. Dia (shalat tahajud) adalah salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah, penghapus kesalahan, dan pencegah terjadinya perbuatan dosa.” (H.R. Tirmidzi)

8. Shalat yang paling utama setelah shalat fardu.

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulannya Allah, yaitu bulan Muharram, sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (H.R. Muslim)

9. Wajahnya terlihat tampan atau cantik dan bercahaya.

Seseorang bertanya kepada Hasan Basri, “Apa yang menyebabkan wajah orang-orang yang sering melakukan shalat malam sangat menawan?” Hasan menjawab, “Karena mereka bersama Allah Yang Mahakasih. Allah memberikan cahaya yang berasal dari cahaya-Nya.”

10. Mendapatkan rahmat dari Allah.

“Allah akan memberikan rahmat kepada seorang suami yang bangun di malam hari untuk menunaikan shalat dan membangunkan istrinya, jika istrinya mengabaikan, dia percikkan air kewajahnya. Dan Allah memberikan rahmat kepada perempuan yang bangun di malam hari untuk menunaikan shalat malam, lalu dia membangunkan suaminya, jika suaminya mengabaikan dia percikkan air ke wajahnya.” (H.R. Ibnu Majah)

11. Dicintai Allah.

“Tiga golongan manusia yang dicintai Allah serta disambut dengan bangga dan penuh gembira, yaitu: (1) seseorang yang dalam peperangan dan ketika barisan di depannya telah kocar-kacir, dia terus maju mempertahankan jiwanya semata-mata untuk Allah, baik dia terbunuh atau dimenangkan oleh Allah Azza Wajalla, Allah berfirman, “Lihatlah hamba-Ku itu, betapa dia bersabar mempertaruhkan jiwa untuk-Ku.”, (2) seseorang yang mempunyai istri yang cantik serta tempat tidur yang empuk, lalu dia bangun mengerjakan shalat malam. Allah berfirman pula, “Orang itu meninggalkan syahwatnya semata-mata untuk berzikir kepada-Ku, padahal kalau dia mau mengikuti hawa nafsunya, dapat saja meneruskan tidurnya.”, (3) seseorang yang bepergian bersama orang benyak. Pada malam tiba, rombongannya berjaga. Setelah itu, mereka tidur semuanya, tetapi dia bangun di waktu sahur, baik dalam keadaan susah maupun senang.” (H.R. Tabrani & Hakim)

12. Membangkitkan semangat untuk beramal kebaikan pada siang harinya.

“Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian, ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata, “Malam masih panjang maka tidurlah”, jika orang tadi bangun dan berzikir kepada Allah. Maka terlepas satu ikatan, jika dia berwudhu maka terlepas satu ikatan yang lainnya, dan jika dia melaksanakan shalat maka terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar dengan jiwa yang bersih. Jika tidak maka dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (H.R. Bukhari)

Related Pos :