Hubungan Psikologi Dengan Ilmu-Ilmu Lain

By Admin | Umum

hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lain

Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari keadaan manusia, maka sudah barang tentu hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lain saling berkaitan, yaitu sama-sama mempelajari tentang keadaan manusia. Hal ini akan memberi gambaran bahwa manusia sebagai makhluk hidup tidak hanya dipelajari oleh psikologi saja, tetapi juga dipelajari oleh ilmu-ilmu lain. Hubungan psikologi dengan ilmu-ilmu lain dapat ditunjukan dengan keberadaan manusia sebagai makhluk budaya maka psikologi akan mempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu kebudayaan, dengan filsafat, dengan antropologis, sosiologis, biologi, dan lain sebagainya. Dalam bagian ini akan ditinjau hubungan psikologi dengan beberapailmu pengetahuan sebagai berikut:

a. Hubungan psikologi dengan filsafat


Pada awalnya ilmu psikologi adalah bagian dari filsafat, namun kemudian memisahkan diri dan berdiri sendiri sebagai ilmu tersendiri. Manusia sebagai makhluk hidup juga merupakan objek dari filsafat, yang antara lain membicarakan soal hakikat kodrat manusia, tujuan hidup manusia dan sebagainya. Sekalipun psikologi pada akhirnya memisahkan diri dari filsafat, namun masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat.

b. Hubungan psikologi dengan ilmu pengetahuan alam

Ilmu pengetahuan alam mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan psikologi. Karenanya sebagian ahli berpendapat kalau psikologi ingin mendapatkan kemajuan haruslah mengikuti kerja yang ditempuh oleh ilmu pengetahuan alam. Apa yang ditempuh oleh Fecher dan Weber sangat mempengaruhi cara kerja Wilhelm Wundt,yakni dengan menggunakan metode psikofisik, yaitu metode yang tertua dalam lapangan psikologi eksperimental, yang banyak dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan alam.

c. Hubungan psikologi dengan biologi

Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentng kehidupan, berarti bahwa semua benda yang hidup menjadi objek biologi. Oleh karena itu biologi berobjekkan benda-benda yang hidup maka cukup banyak ilmu-ilmu yang tergabung di dalamnya. Maka baik biologi maupun psikologi sama-sama membicarakan manusia. Sekalipun masing-masing ilmu tersebut meninjau dari sudut berlainan namun segi-segi tertentu, kedua ilmu itu ada titik-titik pertemuan.

d. Hubungan psikologi dengan sosiologi

Manusia sebagai makhluk social juga menjadi objek sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia, mempelajari manusia di alam masyarakatnya. Karena itu, baik psikologi maupun sosiologi yang sama-sama membicarakan manusia, tidak mengherankan kalau pada suatu waktu adanya titik-titik pertemuan di dalam meninjau manusia, misalnya soal tingkah laku.

e. Hubungan psikologi dengan pedagogik

Kedua ilmu ini hampir tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Oleh karena mempunyai hubungan timbal balik. Pedagogic sebagai ilmu yang bertujuan untuk memberikan bimbingan hidup manusia sejak dari lahir sampai mati tidak akan sukses, bilama tidak mendasarkan diri kepada psikologi, yang tugasnya memang menunjukkan perkembangan hidup manusia sepanjang masa, bahkan cirri dan wataknya serta kepribadiannya ditunjukkan oleh psikologi.

f. Hubungan psikologi dengan agama

Psikologi dengan agama merupakan dua hal yang sangat erat hubungannya, mengingat agama sejak turunnya kepada Rasul diajarkan kepada manusia dengan dasar-dasar yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi psikologi pula. Tanpa dasar agama sulit mendapatkan tempat di dalam jiwa manusia.


Related Pos :