Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

By Admin | pengetahuan

Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

Berbagai sistem pada tumbuhan dapat mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan ini dapat disebabkan  oleh kelainan genetis, kondisi lingkungan yang tidak sesuai, atau karena serangan hama dan penyakit. Gangguan hama dan penyakit pada tumbuhan dalam skala besar budidayanya dapat mengganggu persediaan bahan pangan bagi manusia.

Pernahkan Anda mendengar petani yang rugi karena serangan wereng atau tikus. Wereng dan tikus dinamakan sebagai hama tanaman padi, karena keduanya adalah organism yang merusak tanaman secara ekonomis merugikan manusia.


Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

Semua makhluk hidup dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dari luar maupun dari dalam. Apabila pengaturan faktor-faktor pertumbuhan tumbuhan oleh manusia tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tumbuhan itu sendiri, maka tumbuhan akan menderita sakit yang disebut dengan penyakit fisiologis.

1. Hama tumbuhan

Hama adalah hewan yang mengganggu tumbuhan. Gangguan ini menyebabkan tanaman rusak dan tidak sehat. Hewan yang dikategorikan sebagai hama berasal dari golongan serangga, mamalia, dan molusca. Hewan-hewan tersebut biasanya merusak tumbuhan yang biasanya berhubungan dengan aktivitasnya dalam mencari makan. Beberapa contoh hama yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

  • Belalang setan (Aularches miliaris), menyebabkan kerusakan terhadap tanaman besar, misalnya berbagai jenis pisang, kelapa, pinang, dan jeruk.
  • Lalat buncis (agromyza phaseoli), menyebabkan kerusakan pada bagian batang, daun, dan buah. Dengan adanya saluran ini tanaman menjadi layu. Tanaman yang masih muda dapat mati, sedangkan tanaman yang telah tua akan terhambat pertumbuhannya.
  • Tungau bercak dua (Tetranichus urticae), memakan hampir semua jenis tanaman budidaya seperti buncis, kacang tanah, mentimun, semangka, apel, jeruk, dan jagung. Tanaman yang diserang oleh tungau daunnya akan menjadi bercak-bercak dan berwarna kekuningan.
  • Hama penggerek umbii kentang. Hama pada umbi kentang ini adalah ulat berwarna kelabu phthorimaea aperculella dengan panjang tubuh 1 cm, yang akan tumbuh menjadi ngengat berwarna kelabu.
  • Hama pemakan daun kubis. Hama yang menyerang daun kubis adalah ulat berwarna hijau muda, berbulu hitam, kepala kekuningan dengan bercak-bercak gelap, dan ukuran tubuhnya sekitar 9 mm.
  • Hama pada bawang putih, berupa ulat berwarna hijau atau coklat tua dengan garis kekuningan, tubuhnya berukuran 25 mm. bawang putih yang terkena hama daunnya berlubang dan ada bekas gigitan berwarna putih atau daun menjadi berselaput tipis dan layu.
  • Hama penggerek buah mangga, berupa ulat dengan warna tubuh berselang-selang merah dan putih dan ulat cokelat kehitaman. Buah mangga yang terserang hama menjadi berlubang-lubang dan sekitarnya terdapat kotoran yang meleleh dari dalam. Lubang ini dapat menembus sampai ke biji. Jika buah dibelah, maka bagian dalamnya sudah rusak atau busuk.
  • Hama tikus, sering mnyerang tanaman padi dan palawija.
  • Belalang, juga sering menyerang tanaman padi.
  • Burung pipit, dalam jumlah yang besar dapat menyerang tanaman padi dengan memakan biji padi yang menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.
  • Hama wereng, selain sebagai hama tanaman padi, wereng juga menjadi vektor penyebar virus penyebab penyakit tungro.
  • Babi hutan, menyerang tanaman budidaya terutama umbi-umbian.
  • Kera, menyerang tanaman budidaya buah-buahan dan sayuran.

2. Penyakit tumbuhan

Tanaman dikatakan sakit apabila ada perubahan atau gangguan pada organ-organ tanaman. Tanaman yang sakit menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya tidak normal. Penyakit tanaman disebabkan oleh mikroorganisme misalnya jamur, virus, dan bakteri. Selain itu penyakit tanaman dapat disebabkan oleh kekurangan salah satu atau beberapa jenis unsure hara.

a. Virus

Beberapa virus yang dapat menimbulkan penyakit pada tumbuhan antara lain:

  • Tobacco Mozaik Virus (TMV) adalah virus yang menyerang tembakau. Tanaman yang terinfeksi akan menunjukkan gejala bercak-bercak putih pada daun yang akhirnya membentuk gelembung atau berkerut sehingga pertumbuhan daun terhambat. Akibatnya kualitas tembakau menurun dan petani mengalami kerugian.
  • Virus Gemini menyerang tanaman cabai dan tomat dengan gejala daun menguning (yellowing) virus Gemini menyerang tanaman melalui vektor kutu kebul (Bemisia tabaci).
  • Citrus Vein Phoem Degenaration (CVPD) adalah virus yang menyerang floem pada batang jeruk. Tanaman yang terinfeksi akan menjadi kerdil dab warnanya menguning, lama-kelamaan tanaman tidak bisa berbuah dan akhirnya mati.
  • Virus tungro menyerang tanaman padi dan menyebabkan tanaman kerdil. Virus tungro bisa menular dari satu tanaman ke tanaman lain melalui perantara serangga.
  • Bunchy Top Virus adalah virus yang menyebabkan penyakit kerdil pada pohon pisang. Virus ini menyerang tanaman melalui vektor Pentalonia negronervosa Coq. Gejala terlihat pada pertumbuhan yang lambat, daun tumbuh membentuk roset, daun muda lebih pendek, tegak dan sempit, daun menguning lalu mongering dan mudah patah.

b. Bakteri

Beberapa bakteri yang dapat menimbulkan penyakit pada tumbuhan antara lain:

  • Xanthomonas oryzae adalah bakteri penyebab penyakit kresek pada padi.
  • Xanthomonas citri adalah bakteri penyebab kanker pada batang jeruk.
  • Agrobacterium tumefaciens adalah bakteri penyebab kanker batang pada kopi.
  • Pseudomonas solaracearum adalah bakteri penyebab layu pada pisang. Terdapat lendir berwaena kelabu hingga coklat kemerahan yang berbau keluar dari potongan buah, tangkai buah dan batang, serta bonggol pisang.

c. Jamur (cendawan)

Beberapa jamur yang dapat menimbulkan penyakit pada tumbuhan antara lain:

  • Fusarium oxyporum adalah jamur penyebab penyakit moler (twisting diease) pada bawang merah.
  • Phytophthora infestans adalah jamur penyebab penyakit hawar daun pada kentang.
  • Fusarium oxysporum adalah jamur penyebab penyakit layu pada pohon pisang. Gejala awal ditunjukkan pada daun tua yang menguning, bentuk dan ukuran ruas daun yang baru muncul menjadi lebih pendek, serta perubahan warna pada bonggol.
  • Phytophtora faberi adalah jamur yang menyebabkan kanker pada bidang sadap pohon karet.

tags: , , , ,

Related Pos :