Hak dan Kewajiban Suami-Istri Dalam Sebuah Ikatan Pernikahan

By Admin | Umum

hak dan kewajiban suami-istri dalam sebuah ikatan pernikahan

Pernikahan yang dilangsungkan dengan persyaratan dan rukunnya yang sempurna menjadi sah, dan selanjutnya mempunyai akibat hukum yang mengikat berupa hak dan kewajiban suami-istri dalam sebuah ikatan pernikahan tersebut, baik yang ada pada suami saja, istri saja maupun yang ada pada keduanya.

1. Hak dan kewajiban bersama


Mengenai hak dan kewajiban bersama antar keduanya, adalah bebas bergaul (berhubungan intim), kerjasama, dan bermusyawarah.

Dalam hal ini, suami dan istri harus saling mencintai, saling menghormati, saling setia, dan saling memberikan bantuan lahir batin. Suami dan istri juga wajib memikul kewajiban yang luhur untuk membina dan menegakkan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera lahir batin. Mereka juga harus memelihara kehormatan masing-masing.

Adanya tatanan bersama hak dan kewajiban suami-istri dalam sebuah ikatan pernikahan yang diformulasikan Islam, memberi ilustrasi kepada keduanya untuk mengambil ketetapan melalui permusyawaratan di antara mereka. Ulama telah memahami permusyawaratan ini berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 233 yang menjelaskan tentang kewajiban menyusukkan anak.

2. Kewajiban istri terhadap suami

Ada beberapa kewajiban istri yang harus dilakukan terhadap suaminya, diantaranya.

a. Istri wajib taat kepada suami

Dalam surat An-Nisa ayat 34, Allah berfirman: “… wanita saleh adalah wanita yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara mereka…”

Taat yang disinggung dalam ayat tersebut adalah taat kepada Allah dan suami. Menurut Syafi’I dan Hambali, istri tidak wajib menyelanggarakan keperluan sehari-hari, mengatur rumah tangga; kewajibannya berkenaan dengan hal-hal yang berhubungan khusus dengan suaminya. Sedangkan menurut Abu Ishaq Al-Jurjani, istri berkewajiban menyelenggarakan semua yang diperintahkan suaminya. Ini berdasarkan dalildari riwayat Ali dan istrinya, Fatimah yang keduanya mengacu kepada Rasulullah. Nabi pernah memutuskan bahwa Fatimah (putrid beliau) harus menyelenggarakan urusan dalam rumah tangga dan Ali melaksanakan urusan di luar rumah.

b. Istri wajib menjaga diri

Ayat sebelumnya juga menjelaskan bahwa istri wajib menjaga diri agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengurangi harga dirinya, wajib menyelamatkan harta suami, tidak memberikan kepada orang lain tanpa izin suami, tidak keluar rumah dengan maksud supaya bertugas menyelenggarakan urusan rumah tangga.

3. Kewajiban suami terhadap istri

Ada beberapa kewajiban seorang suami terhadap istrinya yang harus dilaksanakan, baik yang bersifat material maupun non-material (rohaniah).

a. Mahar (al-shadaq)

Kewajiban (calon) suami di antaranya memberikan mahar (maskawin) terhadap calon istrinya.mahar, sebagaimana dijelaskan Al-Jaziri adalah suatu benda yang wajib diberikan oleh seorang pria kepada seorang wanita yang disebut dalam akad nikah sebagai pernyataan persetujuan antara pria dan wanita untuk hidup bersama sebagai suami-sitri.

b. Kewajiban nafkah

Dalam surat Al-Baqarah ayat 233 dijelaskan tentang kewajiban memberi nafkah terhadap istri: “Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah member makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani, melainkan menurut kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian.”

c. Bergaul dengan perlakuan yang baik

Di antara bergaul dengan cara yang baik terhadap istri yaitu dengan mengangkat martabatnya setara dengan dirinya dan tidak menyakiti hatinya walaupun dengan kata-kata yang sifatnya hanya berolok-olok.

d. Menjaga istri dengan baik

Suami berkewajiban menjaga istrinya, memelihara istrinya dari segala sesuatu yang menodai kehormatannya, menjaga dirinya, menjunjung tinggi kehormatannya , sehingga citranya baik.

e. Mendatangi istri

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 222, Allah berfirman: “Bila mereka telah suci, maka campurilah mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”

itulah beberapa uraian singkat tentang hak dan kewajiban suami-istri dalam sebuah ikatan pernikahan, dan semoga keduanya saling mengasihi dan melengkapi serta selalu menjaga hak dan kewajiban antar keduanya tersebut.


Related Pos :