Gejala Menopause dan Cara Mengatasinya

By Admin | kesehatan

penyebab menopause dan cara mengatasinya

Gejala menopause muncul akibat adanya perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen atau progesteron dan tubuh memberikan reaksi.

Berikut beberapa gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause diantaranya yaitu:


• Hot flushes yang terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada, dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat yang disertai dengan keringat yang berlebihan. Gejala ini berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.

• Terjadinya peradangan kandung kemih atau vagina.

• Osteoporosis.

• Sering buang air kecil, karena kandung kemih kehilangan kendali.

• Sering mengalami kesemutan, pusing, dan jantung berdebar.

• Penyakit jantung dan pembuluh darah.

• Mudah emosional dan gampang merasa lelah.

• Vagina mengalami pengeringan yang disebabkan karena lantaran penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga sering menimbulkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual.

Dalam mengatasi terjadinya menopause, ada beberapa tipe pengobatan yang bisa dilakukan pada wanita yang sudah menjelang masa menopause. Salah satu tipe pengobatan tersebut adalah dapat dilakukan dengan pemberian hormone estrogen dengan dua cara, diantaranya, secara kimia berupa Terapi Sulih Hormon (TSH) dan secara natural berupa pemberian Fitoestrogen. Perbedaan dari kedua cara tersebut terletak kepada efek samping yang ditimbulkan yaitu, secara kimia menimbulkan gejala fisik, sedangkan secara natural hampir dipastikan tidak menimbulkan efek samping.

Namun, tidak semua wanita yang mengalami menopause harus menjalankan TSH ini. Setiap wanita sebaiknya mendiskusikan risiko dan keuntungan yang akan diperoleh dari TSH dengan berkonsultasi kepada seorang dokter pribadinya. Pada dasarnya, TSH mempunyai efek samping tertentu. Beberapa efek samping tersebut diantaranya, yaitu:

• Mengalami pendarahan pada area vagina.

• Merasakan gejala nyeri pada bagian payudara.

• Merasakan mual-mual, muntah dan perut kembung.

• Kram rahim.

Untuk mengurangi risiko dan tetap mendapatkan keuntungan dalam mengatasi menopause dengan menggunakan TSH, para ahli menganjurkan agar melakukan beberapa saran seperti dibawah ini:

• Menambahkan progesterone terhadap estrogen.

• Menambahkan testosteron terhadap estrogen.

• Menggunakan dosis estrogen yang paling rendah.

• Menjalankan pemeriksaan secara rutin dan teratur, termasuk pemeriksaan panggul dan Pap smear, sehingga kelainan bisa ditemukan sedini mungkin.

Namun satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi menopause menggunakan terapi sulih hormone estrogen ini, yaitu terapi ini tidak dianjurkan bagi mereka yang mengalami kelainan sebagai berikut:

a. Wanita yang pernah mengalami pendarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti.

b. Wanita yang mengalami porfilia intermittent akut.

c. Wanita yang pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut.

d. Wanita yang menderita penyakit hati akut.

e. Wanita yang menderita penyakit pembekuan darah.

Itulah beberapa uraikan singkat tentang penyebab menopause dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!


Related Pos :