Gejala Kanker Serviks dan Cara Mengobatinya

By Admin | kesehatan

gejala kanker serviks dan cara mengobatinya

Pada umumnya, perubahan pra kanker pada serviks tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu. Dan, perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika penderita menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear. Gejala kanker serviks akan muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi ganas lalu menyebar pada jaringan yang ada disekitarnya. Pada saat itulah akan muncul gejala-gejala berikut:

 Pendarahan vagina yang abnormal, terutama di antara dua menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual, dan menopause.


 Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak).

 Keputihan yang terus-menerus yang berbentuk cairan encer, memilik warna agak kecoklatan, merah kehitaman, serta memiliki bau yang tidak enak seperti bangkai.

Sementara itu, gejala dari kanker stadium lanjut adalah sebagai berikut:

 Mengalami penurunan berat badan secara drastis, selera makan hilang, sering merasa lelah.

 Mengalami patah tulang (fraktur).

 Keluar air kemih atau tinja pada area vagina.

 Merasakan nyeri pada bagian punggung, panggul atau tungkai.

Setelah mengetahui gejala-gejalanya, maka tentunya penting juga untuk mengetahui bagaimana cara mengobati kanker serviks ini, berikut penjelasannya lebih lanjut:

a. Pembedahan

Cara ini dilakukan guna mengangkat sel-sel kanker yang berada dalam tubuh. Seorang wanita yang mengidap kanker serviks dan melakukan pengobatan melalui proses bedah masih memiliki harapan untuk mempunyai anak. Setelah melalukan pembedahan penderita kanker seviks dianjurkan agar menjalani pemeriksaan dan Pap smear secara rutin minimal 3 bulan sekali selama 1 tahun. Selanjutnya, Pap smear dapat dilakukan 6 bulan sekali.

b. Terapi penyinaran

Pengobatan melalui terapi penyinaran dapat membantu merusak sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya, terbagi menjadi dua macam. Pertama radiasi eksternal, yaitu penyinaran menggunakan mesin khusus dan tanpa menjalani perawatan dalam rumah sakit, dilakukan 5 hari selama 5-6 minggu. Kedua, radiasi internal, yaitu zat radioaktif yang terdapat di dalam sebuah kapsul, dimasukkan secara langsung ke dalam serviks. Dan dibiarkan selama 1-3 hari, dan selama itu juga penderita harus mengalami perawatan di rumah sakit. Dan terapi ini dapat diulang beberapa kali selama 1-2 minggu.

Namun, satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam pengobatan melalui terapi penyinaran ini yaitu pengobatan ini memiliki efek samping tertentu, diantaranya iritasi rectum vagina, kerusakan kandung kemih dan rectum, serta ovarium berhenti berfungsi.

c. Kemoterapi

Pengobatan dengan kemoterapi dapat dilakukan jika kanker telah menyebar keluar panggul. Kemoterapi dilakukan menggunakan obat-obatan melalui suntikan intravena atau mulut, hal ini bertujuan untuk membantu proses pembunuhan pada sel-sel kanker.

d. Terapi biologis

Terapi biologis dilakukan menggunakan zat-zat tertentu guna memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. Terapi biologis dilakukan pada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.


Related Pos :