Cara Mengobati Diabetes dengan Pare

By Admin | kesehatan

cara mengobati diabetes dengan pare

Peria atau pare adalah salah satu tumbuhan yang sangat cocok dalam mengobati diabetes. Mengapa demikian? Dan bagaimana cara mengobati diabetes dengan pare? Dan jawabannya ada pada pembahasan berikut ini.

Sebelum kami menjelaskan secara mendetail tentang tata cara mengobati diabetes dengan pare, maka sebelumnya kami akan mengenalkan secara singkat tentang tumbuhan ini, agar yang belum terlalu mengenal akan lebih mudah ketika ingin menggunakannya.


Pare merupakan sejenis tumbuhan merambat dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi. Pare sangat cocok tumbuh di daerah dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, namun sekarang tanaman ini dibudidayakan, atau ditanam diperkarangan dengan dirambaikan di pagar. Tanaman ini tumbuh merambat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma. Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjadi 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua.

Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning. Buahnya bulat memanjang, dengan rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak oranye yang pecah dengan tiga daun buh.

Buah pare telah lama dipakai sebagai obat. Di Cina sejak tahun 1578, pare menjadi salah satu tanaman obat yang paling banyak dicari. Dan pada tahap ini kami akan menjawab pertanyaan sebelumnya yaitu bagaimana cara mengobati diabetes dengan pare? Ratusan riset telah dilakukan diberbagai Negara untuk mengetahui efek buah pahit ini terhadap gula darah.

Hasil riset yang telah dilakukan di berbagai Negara tersebut ternyata mempertegas khasiat buah pare sebagai salah satu buah yang dapat mengobati diabetes. Buah pare yang belum masak banyak mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antioksidan kuat) serta glikosida kukurbitasin, momordisin, dan karantin.

Pada hewan percobaan dapat diketahui bahwa efek pare dalam menurunkan kadar gula darah adalah dengan cara mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu pare juga diduga mempunyai senyawa yang mirip sulfonyurea (obat antidiabetes yang paling tua dan banyak dipakai).

Obat jenis ini menstimulir sel beta pankreas tubuh untuk memproduksi insulin lebih banyak. Efek pare dalam menurunkan gulah darah pada hewan kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin. Lantas bagaimana cara penggunaan buah pare dalam memproses penyembuhan penyakit diabetes?

  • Dosis yang sering dipakai untuk mengatasi diabetes adalah dengan mengkonsumsi 50-60 ml jus buah pare perhari.
  • Penggunaan dosis yang lebih tinggi dari buah pare ini dapat mengakibatkan sakit perut dan diare.
  • Apabila penggunaannya digabungkan dengan obat antidiabetes dari dokter juga menyebabkan sakit perut.
  • Bagi para ibu hamil, anak-anak, dan orang-orang yang kadar gulanya cenderung rendah, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi buah ini, karena dapat membahayakan.

Itulah uraian singkat tentang tata cara dalam pengobatan menggunakan buah pare, dan semoga dapat membantu!

Related Pos :