Candi Ratu Boko, Sunset Terbaik di Timur Jogja

Menikmati liburan di Yogyakarta, alangkah patutnya jika Anda menyempatkan diri mengunjungi candi yang melimpah di kota ini. Tak hanya candi besar nan terkenal, candi watak pun patut dikunjungi untuk menambah wisata historis. Nah, candi satu ini mungkin bisa jadi tempat liburan Anda selanjutnya. Candi Ratu Boko atau yang sering dikenal sebagai Istana Ratu Boko.

Candi Ratu Boko, Sunset Terbaik di Timur Jogja

Sejarah Candi Ratu Boko

Terletak sekitar 3 kilometer sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, Candi Ratu Boko merupakan warisan dari dari jaman pemerintahan Rakai Panangkaran di abad ke-8. Candi yang berada di ketinggian 196 meter dari permukaan laut ini merupakan kompleks yang dibangun dengan perpaduan Budha dan Hindu. Hal ini bisa dibuktikan dengan ditemukannya Arca Dyani Buddha yang merupakan arca Budha dan Arca Ganesha, Durga, dan Yoni yang lekat dengan agama Hindu. Peninggalan ini pun menunjukkan bahwa sang Penguasa yang beragama Budha ternyata juga menghormati masyarakat yang memeluk Hindu.


Candi Ratu Boko dulunya dipercaya disebut sebagai Abhyagiri Wihara yang berarti ‘wihara di bukit yang bebas dari bahaya’. Sang Raja diduga pergi meninggalkan kerajaannya dan memilih memenuhi kebutuhan spiritualnya. Setelah menjadi tempat untuk menyendiri dan menjalani kehidupan spiritual, tempat ini berubah fungsi menjadi kraton dan pemukiman yang dilengkapi dengan benteng pertahanan. Namun, tidak ada prasasti tertulis yang menjelaskan fungsi kompleks ini dengan jelas.

Kompleks yang dibangun di lahan seluas 25 hektar ini terbagi menjadi empat bagian, yakni tengah, barat, tenggara, dan timur. Di bagian tengah, Anda akan menemukan bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Gapura di bagian ini terdiri dari 2 gapura tinggi, masing-masing terdiri dari 3 pintu dan 5 pintu.

Di sini, Anda akan menemukan Candi Putih karena terbuat dari batu putih dan Candi Pembakaran yang konon digunakan untuk lokasi pembakaran jenasah. Tak jauh dari candi ini, ada sebuah sumur yang dinamai Amerta Mantana yang memiliki arti air suci yang diberikan mantra. Air dari sumur ini biasanya digunakan upacara Tawur sebelum Nyepi bagi masyarakat Hindu.

Bagian timur Candi Ratu Boko terdiri dari kompleks gua, stupa Budha dan kolam. Dua gua berbatu sedimen itu dinamakan Gua Lanang (Gua Laki-laki) yang letaknya ada di sebelah atas dan Gua Wadon (Gua Perempuan) yang terletak di bawah. Masing-masing gua dihiasi dengan relief. Gua Wadon menggambarkan jasad perempuan dilambangkan dengan simbol Yoni, sementara Gua Lanang menggambarkan lelaki di atas bukit dilambangkan lingga. Lingga-Yoni sendiri merupakan lambang kesuburan dan gua-gua ini difungsikan sebagai tempat semedi. Di sebelah barat kompleks candi hanya ada perbukitan. Sementara, Anda akan menemukan Pendapa, Balai-balai, 3 candi, kolam dan kompleks Keputren di sisi tenggara.

Menikmati Sunset di Candi Ratu Boko

Salah satu hal yang menarik dan paling diburu oleh wisatawan dari tempat ini adalah sunsetnya. Hal itu didukung oleh lokasi candi ini yang memang diperbukitan dan arah candi ini pun membelakangi matahari terbenam. Jadi sudah bisa dipastikan betapa indahnya pada saat matahari terbenam disaksikan dari Candi Ratu Boko. Sunset dari istana kaki langit yang pasti sangat memesona. Itu akan menjadi pengalaman yang tak akan Anda lupakan!

Lokasi Candi Ratu Boko, Jam Buka dan Harga Tiket Masuk

Alamat : Samberwatu (Desa Sambirejo) dan Dawung (Desa Bokoharjo), Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Jam buka : 06.00 – 17.00 WIB

Nah, untuk para wisatawan yang menyukai wisata historis dan berminat datang ke sini, Anda hanya perlu merogoh kantong dan mengeluarkan biaya Rp 25.000,00 untuk dewasa dan Rp 10.000,00 untuk anak-anak. Dan jika Anda tertarik, Anda bisa menikmati matahari terbenam dengan pemandangan kompleks Candi Ratu Boko yang menakjubkan dengan biaya sekitar Rp 35.000,00.

Semoga bermanfaat dan selamat berlibur!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *