Kisah Sukses Budiono Darsono, Pendiri Detik.com

Oke, kali ini kita akan mengulas sedikit mengenai Kisah Sukses Budiono Darsono, Pendiri Detik.com. anda pasti tahu dengan Portal berita Detik.com yang menjadi salah satu situs lokal terpopuler di Indonesia saat ini. Situs berita paling update itu menjadi media online terpopuler bersama Kaskus.

Kisah Sukses Budiono Darsono, Pendiri Detik.com

Detik.com yang memiliki tagline ‘Your Digital Lifestyle’ merupakan portal berita yang tertua di Indonesia. Setiap pagi membaca Detik adalah rutinitas wajib yang biasa dilakukan sehari-hari ketika membuka gadget atau smartphone. Kanal di Detik tidak terbatas hanya pada berita saja, namun juga olahraga, lifestyle, bisnis, ekonomi, travelling, hingga teknologi informasi.

Namun tahukah anda siapa sosok dibalik kesuksesan situs berita terbesar di Indonesia ini?

Situs berita www.Detik.com didirikan oleh 4 orang. Mereka adalah Budiono Darsono, Yayan Sopyan, Abdul Rahman, dan Didi Nugrahadi. Budiono Darsono merupakan ide dibalik media online yang memberikan informasi secara u to date tanpa harus menunggu keesokan hari untuk terbit. Hal itu yang menjadi pakem Detik dulu “Kenapa tunggu besok kalau detik ini sudah tahu informasi?”

Kegemilangan Detik.com yang dibesut oleh Budiono membuat Chairul Tanjung tertarik untuk membelinya. Di bawah naungan CT Corp, ia mengakuisisi Detik senilai Rp540 Miliar. Sejak akuisisi tersebut, banyak hal berubah pada Detik, mulai dari tampilan websitenya yang menjadi lebih segar, hingga jajaran direksi. Kini Budiono Darsono, sang pendiri Detik.com menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus Dewan Redaksi.

Ide mendirikan situs Detik.com pertama kali muncul di benak Budiono Darsono pada tahun 1998. Saat itu Indonesia sedang dilanda krisis politik. Tabloid Detik yang saat itu gencar memberitakan situasi politik di Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang diberangus oleh pemerintah. Hal ini membuat Budiono Darsono kehilangan pekerjaannya, ia pun menjadi pengangguran.

Kehilangan pekerjaan dan status sebagai pengangguran tidak membuat Budiono pasrah. Justru pada saat itulah kemudian muncul ide kreatif dalam dirinya. Dengan bermodalkan sebuah Handy Talkie (HT), tape recorder, dan semangat yang tinggi, Budiono meliput peristiwa tragedi 1998. Saat itu sedang terjadi pergolakan politik yang cukup besar di Indonesia dan mahasiswa gencar melakukan unjuk rasa.

Ide memilih nama domain Detik.com berawal dari pemikiran Budiono Darsono yang ingin memberikan informasi terupdate kepada masyarakat pada harus menunggu keesokan hari seperti surat kabar tradisional. Seperti slogan yang terpampang di situs resmi miliknya “Mengapa menunggu besok? Detik ini juga”.

Saat ini situs Detik.com merupakan salah satu situs ternama di Indonesia dengan jumlah visitor yang sangat besar. Menurut informasi terakhir yang saya dapatkan, pengunjung situs Detik.com saat ini mencapai 12 juta hits per hari, dan menjadi salah satu situs yang paling sering dibuka oleh seluruh pengguna internet di Indonesia.

Melihat perjalanan panjang Budiono dalam membangun portal berita Detik.com, tentunya ini memberikan inspirasi bagi kita bahwa semua kerja keras tidak akan sia-sia. Ada banyak peluang bisnis di sekitar kita, namun apakah kita sanggup menjalani proses untuk mendapatkan hasilnya. Waktu yang akan menjawabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *