Berwisata Religi ke Masjid Agung Jawa Tengah

Selain sebagai tempat untuk beribadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan objek wisata terpadu tentang pendidikan, religi, pusat pendidikan dan juga pusat aktivitas syiar agama Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung bisa melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan dari arsitektur Jawa, Roma dan Arab.

Masjid Agung Jawa Tengah

Arsitektur Jawa terlihat di beberapa bagian, contohnya di bagian dasar tiang masjid yang menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung serta parang-parangan. Ciri arsitektur Timur Tengah terliat pada dinding-dinding masjid yang berhiaskan tulisan kaligrafi.

Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat juga 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan juga menutup secara otomatis yang mengadopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang ada di Kota Madinah. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi oleh gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak di desain interior serta lapisan warna yang melekat di sudut-sudut bangunan.

Selain bangunan utama masjid yang luas dan juga indah, terdapat bangunan-bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu diantaranya adalah : auditorium di sisi sayap kanan masjid yang bisa menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasanya dipakai untuk acara pameran, pernikahan dan juga kegiatan-kegiatan lainnya.

Sayap kiri masjid ada perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk khalayak umum. Halaman utama masjid yang terdiri atas 6 payung hidrolik juga bisa menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.

Baca juga: Wisata Solo Taman Balekambang

Keistimewaan lain masjid ini adalah adanya Menara Asmaul Husna dengan ketinggian mencapai 99 m. Menara yang bisa dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut memberi arti kebesaran dan kemahakuasaan Allah.

TERKAIT:  Wisata Bandung Pusat Toko Sepatu Cibaduyut

Dipuncak menara juga dilengkapi dengan teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung bisa menikmati udara yang segar sambil melihat-lihat indahnya Kota Semarang dan juga kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang pada pelabuhan Tanjung Emas.

Di masjid ini juga ada Al qur`an raksasa tulisan tangan dari H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari kota Wonosobo, Jawa Tengah. Tidak hanya itu, ada juga replika beduk raksasa yang dibuat oleh para santri dari Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah.

Di area Masjid Agung Jawa Tengah juga terdapat berbagai macam fasilitas penunjang seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruangan akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan agama Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata dan lain-lain.

Selain itu, ada juga berbagai macam sarana hiburan contohnya air mancur, arena bermain untuk anak-anak dan kereta kelinci yang bisa mengantarkan pengunjung berputar-putar mengelilingi kompleks masjid ini.

Untuk memasuki kawasan Masjid Agung Jawa Tengah ini, pengunjung tidak perlu membayar sepeser pun. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu contohnya Menara Asmaul Husna, pengunjung diharuskan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan di antara pukul 08.00 – 17.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang di jam 17.30 – 21.00 WIB tarif tersebut akan meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Untuk pengunjung yang ingin memakai teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna tersebut, maka pengunjung wajib mengeluarkan ongkos tambahan yaitu sebesar Rp 500,- per menit.

Pada saat musim liburan, masjid ini banyak sekali dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari berbagai macam daerah. Bahkan beberapa turis mancanegara, khususnya yang beragama Islam juga banyak yang meluangkan waktunya untuk berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus untuk berwisata.

TERKAIT:  6 Event Tahunan di Yogyakarta yang Tak Boleh Dilewatkan

Masjid Agung Jawa Tengah adalah salah satu masjid yang termegah di Indonesia. Masjid yang memiliki arsitektur indah ini mulai dibangun di tahun 2001 dan selesai di tahun 2006. Kompleks masjid terdiri atas bangunan utama seluas 7.669 m2 serta halaman seluas 7.500 m2. Masjid Agung Jawa Tengah ini terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya ada di Desa Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang.

Masjid yang bisa menampung jamaah tidak kurang dari 15.000 ini diresmikan oleh mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2006. Upacara peresmian masjid ini ditandai dengan penandatanganan di batu prasasti setinggi 3,2 m serta berat 7,8 ton yang ada di depan masjid. Prasasti tersebut terbuat dari batu alam yang berasal dari Gunung Merapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *