Ajaran Islam Periode Mekah yang Harus di Dakwahkan Rasulullah Saw pada Awal Kenabiannya

By Admin | Umum

ajaran Islam periode mekah yang harus di dakwahkan oleh Rasulullah Saw pada awal kenabiannya

Materi dakwah Rasulullah Saw di awal kenabiannya berupa ajaran Islam, yang terkandung dalam 89 surah Makkiyah dan Hadis yakni wahyu Allah Swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw, tetapi tidak tertulis di dalam lembaran Al-Qur’an.

Adapun beberapa ajaran islam periode Mekah yang harus di dakwahkan Rasulullah Saw pada awal kenabiannya, diantaranya sebagai berikut:


a. Keesaan Allah Swt

Islam mengajarkan bahwa pencipta dan pemelihara alam semesta adalah Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Allah Swt tempat bergantung segala apa saja dari makhluk-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada selain Allah Swt, yang mampu menyamai-Nya (baca dan pelajari Q.S. Al-Ikhlas, 112: 1-4).

Umat manusia harus beribadah atau menghambakan dirinya hanya kepada Allah Swt. Beribadah atau menyembah kepada selain Allah Swt, termasuk ke dalam perilaku syirik, yang hukumnya haram, dan merupakan dosa yang paling besar (Lihat Q.S. An-Nisa, 4: 48).

b. Hari kiamat sebagai hari pembalasan

Islam mengajarkan bahwa mati yang dialami oleh setiap manusia, bukanlah akhir kehidupan, tetapi merupakan awal dari kehidupan yang panjang, yakni kehidupan di alam kubur dan di alam akhirat.

Manusia yang ketika di dunianya taat beribadah, giat beramal soleh, dan senantiasa berbudi pekerti yang terpuji, tentu akan memperoleh balasan yang menyenangkan. Di alam kubur akan memperoleh kenikmatan dan di alam akhirat akan di tempatkan di surge yang penuh dengan hal-hal yang memuaskan. Tetapi manusia yang ketika di dunianya durhaka kepada Allah Swt dan banyak berbuat jahat, tentu setelah nantinya akan mendapat siksa kubur dan dicampakan ke dalam api neraka yang epnuh dengan berbagai macam siksaan. (Baca dan pelajari Q.S. Al-Qari’ah, 101: 1-11)

c. Kesucian jiwa

Islam menyerukan umat manusia agar senantiasa berusaha menyucikan jiwanya dan melarang keras mengotorinya. Seseorang dianggap suci jiwanya apabila selama hayat di kandung badan senantiasa beriman dan bertakwa atau meninggalkan segala perbuatan dosa, dan dianggap mengotori jiwanya apabila durhaka pada Allah Swt dan banyak berbuat dosa.

Sungguh beruntung orang yang senantiasa berusaha menyucikan jiwanya dan alangkah ruginya orang yang mengotori jiwanya (baca Q.S. Asy-Syams, 91: 9-10).

d. Persaudaraan dan persatuan

Persaudaraan mempunyai hubungan yang erat dengan persatuan, bahkan persaudaraan landasan bagi terwujudnya persatuan.

Islam mengajarkan bahwa sesama orang beriman adalah bersaudara. Mereka dituntut untuk saling mencintai dan menyayangi, di bawah naungan ridha Ilahi. Rasulullah Saw bersabda: “Tidak dianggap beriman seorang Muslim di antara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya, seperti mencintai dirinya.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasa’i).


Related Pos :