Adab Menerima Tamu Menurut Ajaran Islam

By Admin | Umum

adab menerima tamu menurut ajaran islam

Dalam kehidupan bermasyarakat seseorang tentunya pernah bertamu dan juga pernah menerima tamu. Namun, apakah diantara tata cara/ adab dalam menerima tamu yang pernah dilakukan tersebut sudah sesuai dengan tata krama yang diajarkan oleh Allah Swt? untuk lebih jelasnya, marilah simak beberapa pembahasan tentang adab menerima tamu menurut ajaran Islam berikut ini!

Dalam menerima tamu, tuan rumah (yang menerima tamu) hendaknya berusaha untuk menjaga keselamatan tamunya dan juga berusaha agar tamunya tersebut merasa senang selama ia bertamu. Tuan rumah hendaknya menghormati tamunya. Rasulullah Saw bersabda:


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat hendaklah memuliakan tamunya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Berikut beberapa cara di dalam menghormati tamu, yaitu sebagai berikut:

a. Tuan rumah hendaknya berpakaian sopan dan menutup aurat. Tamu hendaknya diterima dengan rasa syukur dan rasa senang. Kedatangan tamu akan mendatangkan manfaat bagi tuan rumah dan keluarganya. Rasulullah Saw bersabda:

“Apabila tamu telah masuk kerumah seseorang maka ia masuk dengan membawa rezekinya dan jika ia keluar membawa pengampunan bagi tuan rumah dan keluarganya.” (H.R. Ad-Dailami dari Anas)

b. Menerima tamu hendaknya dengan sikap serta perilaku yang baik, dengan wajah yang berseri, dengan tutur kata yang sopan, dan berusaha agar sikap serta tutur kata tidak menyinggung perasaan tamunya.

Jika tamu yang datang itu usianya lebih tua, hendaknya menghormatinya, jika sebaya hendaknya menghargainya, jika lebih mudah hendaknya menyayanginya. Rasulullah Saw bersabda:

“bukanlah golongan kita, orang yang tidak menyayangi kaum muda kita dan tidak menghormati kaum tua kita.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim)

c. Tamu hendaknya dijamu, paling tidak disuguhi minuman atau makanan ringan, kalau bertamunya hanya sebentar. Apalagi, kalau tamunya itu menginap, hendaknya tuan rumah menyediakan keperluan tamunya selama ia menginap. Misalnya disediakan kamar untuk tempat tidurnya, dipersiapkan untuk keperluan mandi, buang air dan sholatnya, juga disuguhi jamuan makanan pagi, siang maupun malam, sesuai dengan kemampuan.
Tuan rumah hendaknya menyiapkan dan menyediakan keperluan tamunya sebaik mungkin terutama pada hari pertama, kedua, dan ketiga. Namun, kalau tamu itu bertamunya lebih dari tiga hari, tetap saja tuan rumah harus bersikap baik dan ramah dan hal itu termasuk sedekah. Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan bertamu itu tiga hari, adapun selebihnya adalah termasuk sedekah.” (Hadis)

Jika tuan rumah mengalami kesulitan dibidang ekonomi, sehingga tidak mampu menjamu tamunya dengan memberinya makanan, maka jamulah tamu itu sesuai dengan kemampuan misalnya dengan menyediakan minuman saja. Selain itu, tuan rumah tetap harus bersikap ramah dan bertutur kata dengan sopan, sebagai pertanda dia menghormati tamunya.

Nah, sekarang Anda semua sudah tahukan apa saja adab menerima tamu menurut ajaran Islam. Jadi, bagi Anda yang belum melakukan beberapa hal diatas, maka mulai untuk merubah kebiasaan tersebut agar sesuai dengan ajaran Allah Swt.


Related Pos :