7 Pelajaran Bisnis Dari Kejatuhan Blackberry

Mengambil Pelajaran Bisnis Dari Kejatuhan Blackberry – Setelah melepas Blackberry Messenger di Android dan iOS, banyak pihak menilai masa kejayaan Blackberry telah habis. Blackberry yang sempat jadi smartphone terpopuler dengan puluhan juta pengguna di seluruh dunia kini harus bertekuk lutut di hadapan iPhone dan Android yang terus menerus menggerus pangsa pasar mereka.

7 Pelajaran Bisnis Dari Kejatuhan Blackberry

Lalu apa yang menyebabkan perusahaan sebesar Blacberry mampu jatuh sedemikian parahnya. Apa pula faktor penyebab kegagalan Blackberry mempertahankan pasarnya. Simak ulasan Altundo.com kali ini agar kita dapat mempelajari dan mengambil hikmah dari kegagalan bisnis Blackberry. Kejatuhan ini sendiri menyebabkan harga Blackberry terjun bebas di pasar saham.

7 Pelajaran Bisnis Dari Kejatuhan Blackberry

Nah, berikut ini beberapa pelajaran bisnis yang bisa kita ambil dari kejatuhan Blackberry.

1. Buatlah produk yang bagus

Kesuksesan dalam dunia teknologi dimulai dari peluncuran produk yang bagus. Blackberry, pada awalnya boleh dibilang ponsel pintar terbaik di jaman kejayaannya. Blackberry mengusung Blackberry Messenger hingga “Mail Phone”. Hanya masalahnya setelah itu, mereka tidak lagi berinovasi dan terus menerus mengeluarkan produk yang serupa. Kemudian iPhone datang dan disertai booming Android yang menggerus pangsa pasar Blackberry, Blackberry yang dulunya penguasa pasar smartphone kini harus puas hanya dengan mengapalkan 1% dari total smartphone yang dikapalkan di tahun 2013.

2. Membangun kekuatan daripada fokus mengembangkan titik lemah

Penting bagi sebuah perusahaan untuk terus membangun kekuatan dan mengembangkan titik tersebut semaksimal mungkin, dibanding harus fokus mengembangkan titik lemah yang kurang begitu dikuasai. Blackberry adalah kekuatan besar, namun mereka terlalu asik mengembangkan tablet mereka sendiri yang belum begitu mereka kuasai. Tablet Playbook pun gagal di pasaran, dan Blackberry telah kehilangan momentum untuk menjadi penguasa pasar selama kurang lebih setahun. Karena mereka terlalu fokus mengembangkan Playbook yang notabene masuk ke industri tablet yang bukan merupakan spesialisasi mereka.

3. Inovasi adalah keharusan

Keberhasilan dalam bisnis apapun sangat bergantung pada inovasi. Entah yang anda tawarkan adalah jasa, produk, ataupun pemasaran. Teruslah berinovasi dengan menggali ide-ide baru nan segar yang dapat anda implementasikan. Sayang, Blackberry tidak mampu mempertahankan posisi mereka sebagai ponsel pintar terbaik karena mereka tidak fokus.

4. Kenali pelanggan

Sudah jadi rahasia umum kalau Blackberry (dulunya bernama RIM) memiliki manajemen yang tidak kompak untuk menentukan siapa sebenarnya konsumen mereka. Hal itu bisa jadi disebabkan karena Blackberry mempunyai dua CEO yaitu Mike Lazaridis dan Jim Balsillie. Mike Lazaridis ingin produk Blackberry lebih untuk pelanggan korporasi. Sedang Jim Balsillie menetapkan pelanggan mereka adalah konsumen publik. Nah kegagalan Blackberry menentukan target konsumen juga berarti kegagalan untuk melihat siapa yang meninggalkan produk kita dipasaran. Semakin kita mengenal pelanggan, maka semakin mudah bagi kita untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat.

5. Eksekutif membantu pemasaran

Tengoklah perusahaan elektronik yang paling sukses saat ini, yaitu Apple dan Amazon. Perhatikanlah bahwa CEO mereka memegang peranan yang yang sangat penting bagi pemasaran produk mereka. Lihat saja video di YouTube bagaimana Steve Jobs (semasa hidup) memperkenalkan produk revolusioner seperti iPhone dan iPad. Atau Jeff Bezos yang getol memperkenalkan produk Amazon. Mereka mempunyai eksekutif yang tahu bagaimana cara menarik minat pelanggan dan memasarkan produk mereka. Sedang Blackberry tidak punya, terlebih mereka sendiri tidak kompak untuk menentukan siapa target pasar mereka.

6. Hindari kesalahan sendiri

Problem pemasaran yang kerap terjadi biasanya disebabkan oleh kesalahan sendiri yang sebenarnya bisa dihindari.

Baca juga: Tips Sukses Evan Williams Pendiri Blogger dan Twitter

7. Bangun komunikasi dengan pelanggan

Seiring dengan pesatnya perkembangan social media sekarang ini, penting bagi suatu perusahaan untuk terus menjaga komunikasi dengan pelanggan mereka. Dengan percakapan ini perusahaan akan mendapat feedback, insight, hingga keinginan pelanggan terhadap produk mereka. Sayang, Blackberry tidak melakukan ini dengan baik dan mereka pun kehilangan jutaan pelanggan dalam waktu singkat.

Sebagai seorang Online Entrepreneur penting bagi kita untuk mempelajari kesalahan pihak lain dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Beberapa pelajaran bisnis yang bisa diambil dari kejatuhan Blackberry diatas semoga mampu menginspirasi anda. Terima kasih dan jangan sungkan-sungkan sampaikan pendapat anda melalui kotak komentar.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *