4 Macam Transfer Belajar dan Faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Transfer Belajar

By Admin | pengetahuan

4 macam transfer belajar dan faktor yang mempengaruhi timbulnya transfer belajar

Sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian transfer belajar dan teori-teori transfer belajar. Pembahasan selanjutnya kita tentang macam-macam transfer belajar dan beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya transfer belajar

Macam-macam Transfer Belajar

Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne ada 4 macam transfer belajar yaitu transfer positif, transfer negatif, transfer vertikal dan transfer lateral. Dan untuk uraian lengkap mengenai 4 macam transfer belajar menurut Gagne bisa anda lihat berikut ini:


1. Transfer Positif
Transfer positif yaitu transfer yang berakibat baik terhadap kegiatan belajar selanjutnya. Transfer positif memungkinkan seseorang anak didik dalam menghadapi situasi yang baru memperoleh kebaikan-kebaikan dan bahkan dalam menghadapi itu dapat lebih efektif dan efisien. transfer positif dapat terjadi dalam diri seorang anak didik bila guru membantu untuk belajar dalam situasi-situasi lainnya. Seorang anak yang telah dapat mengendarai sepeda misalnya dapat lebih mudah, lebih efektif dan efisien jika ia belajar mengendarai kendaraan bermotor orda dua. Jadi, keterampilan mengendarai sepeda mempunyai pengaruh yang signifikan untuk menguasai keterampilan mengendarai kendaraan bermotor roda dua dalam situasi yang lain.

2. Transfer Negatif.
Transfer negatif yaitu transfer yang berakibat buruk terhadap kegiatan belajar selanjutnya. Transfer negatif dapat dialami anak didik bila ia belajar dalam situasi tertentu yang memiliki pengaruh merusak terhadap keterampilan/pengetahuan yang dipelajari dalam situasi-situasi yang lain. Jadi, transfer dikatakan negatif bila dalam penggunaan hasil belajar untuk menghadapi situasi baru mengalami hambatan, kesulitan, kerusakan dan sebagainya. Seorang anak yang memulai mempelajari bahasa inggris misalnya, ia sudah mengetahui arti what, you dan like. Lalu ia membuat pertanyaan “apakah yang kamu suka” dalam bahasa inggris. Ketiga kata bahasa inggris diatas langsung ditulis dengan pola what you like? Disini anak hanya mentransfer arti kata yang justru melakukan kesalahan, disebabkan kerancuan struktur kognitif dalam memahami prinsip tata bahasa Inggris. karena transfer negatif tak dapat dihindari.

3. Transfer Vertikal
Transfer vertikal adalah transfer yang berakibat baik terhadap kegiatan belajar dalam mempelajari pengetahuan/keterampilan yang lebih tinggi atau rumit. Transfer vertikal (tegak lurus) ini dapat terjadi dalam diri seorang anak bila pelajaran yang telah dipelajari dalam situasi tertentu membantu anak tersebut dalam menguasai pengetahuan/keterampilan yang lebih tinggi atau rumit. Misalnya anak didik sekolah dasar yang telah menguasai prinsip penjumlahan dan pengurangan pada waktu menduduki kelas II akan mudah mempelajari perkalian pada waktu dia menduduki kelas III. Dengan demikian, penguasaan materi pelajaran kelas II merupakan prasyarat untk mempelajari materi pelajaran kelas III.

4. Transfer Lateral
Transfer Lateral yaitu transfer yang berakibat baik terhadap kegiatan belajar pengetahuan/keterampilan yang sederajat. Transfer lateral (ke arah samping) ini dapat terjadi dalam diri anak didik bila ia mampu menggunakan materi yang telah dipelajarinya untuk materi yang sama kerumitannya dalam situasi-situasi yang lain. Dalam hal ini, perubahan waktu dan tempat tidak mengurangi mutu hasil belajar anak tersebut.

Keempat macam transfer belajar yang dikemukan Gagne diatas sebenarnya bisa dibagi menjadi dua kategori yakni transfer positif dan transfer negatif. Karena transfer vertikal dan transfer lateral bernilai positif maka keduanya digolongkan ke dalam kategori transfer positif.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Timbulnya Transfer Belajar

Sementara itu timbulnya transfer belajar juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya transfer belajar adalah sebagai berikut:

1. Taraf Intelegensi dan Sikap
Faktor ini berasal dari anak didik dan berkisar pada masalah kapasitas (kemampuan dasar), sikap, minat anak didik dan lain sebagainya. Kapasitas dasar atau kemampuan dasar adalah membantu timbulnya transfer belajar. Anak yang pandai cenderung memiliki transfer yang tinggi dan sebaliknya anak yang kurang pandai cenderung memiliki transfer yang rendah (minim). Oleh karena tidak dapat mempertahankan sesuatu informasi yang telah didapat dalam jumlah yang cukup banyak. Disamping itu, bahwa timbulnya transfer tidak secara otomatis, melainkan timbul dengan sengaja. oleh karena itu, sikap serta usaha yang disengaja ke arah ini akan membantu timbulnya transfer. Ini berarti bahwa apa yang dipelajari oleh anak didik, dapat dimanfaatkan dan dipraktekan sesuai dengan situasi dan kondisi, dimana dia berada. Demikian juga sikap guru dan usaha anak didik untuk melakukan perbuatan belajar juga mempengaruhi jumlah transfer.

2. Metode Guru dalam Mengajar
Faktor ini berasal dari guru dan berkisar antara lain pada penguasaan persiapan, alat peraga, pemilihan bahan, dan sebagainya. Dengan bahan yang sama akan menghasilkan hasil yang berbeda, disebabkan perbedaan dalam pemakaian metode mengajar. Hasil belajar yang dihasilkan dengan penggunaan metode diskusiakan berlainan hasilnya bila guru menggunakan metode ceramah. Kadar kemampuan yang dihasilkan dengan penggunaan metode diskusi tentu saja lebih tinggi daripada kadar kemampuan yang dihasilkan dengan dengan penggunaan metode ceramah. Dalam metode diskusi anak didik lebih aktif daripada guru. Sedangkan metode ceramah cenderung membuat anak didik pasif, Selalu berada pada posisi menerima, tidak ada saling memberi dan menerima dikalangan anak didik. Dengan metode ceramah jalan pembelajaran cenderung membosankan anak didik sehingga informasi yang disampaikan tidak dapat diserap dengan baik. Disebabkan daya konsentrasi anak didik yang semakin menurun.

Pemakaian metode tanya jawab atau brain storming (metode sumbang saran) diakui keampuhannya dapat meningkatkan kreativitas anak didik. Inisiatif anak didik dapat dipicu dengan metode ini. Kesalahan pengertian dihindari sehingga tidak terjadi kerancuan dalam struktur kognitif. Kerapian pengorganisasian informasi dalam struktur kognitif dapat melicinkan jalan ke arah timbulnya transfer belajar.

3. Isi Mata Pelajarn
Hubungan antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain menjadi penengah yang dapat menimbulkan transfer dalam belajar. Suatu mata pelajaran yang dapat dikuasai bisa dijadikan landasan untuk menguasai mata pelajaran lain yang relevan, baik kaidah maupun prinsip-prinsipnya. Penguasaan kaidah mata pelajaran bahasa indonesia misalnya, dapat digunakan untuk mempelajari mata pelajaran bahasa Inggris. Begitu pula sebaliknya penguasaan keterampilan membuat surat tertentu dapat ditransfer kepada keterampilan lain yang masih dalam ruang lingkup tulis menulis surat dan sebagainya.

Demikianlah uraian mengenai 4 macam transfer belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya transfer belajar. Semoga bisa bermanfaat.


tags: , ,

Related Pos :