10 Tips Menumbuhkan Mental Optimis

Apakah Anda termasuk pribadi yang memandang setiap peristiwa dari sisi positif dan penuh semangat optimisme? Atau sebaliknya, Anda pribadi yang seringkali digelayuti sikap pesimis, melihat masa depan penuh pandangan buram dan kelam? Selamat! jika Anda termasuk tipe yang pertama. Hal ini dikarenakan orang yang optimis mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan produktif dibandingkan orang yang dirundung rasa pesimis. Lalu bagaimana menumbuhkan mental optimis? yes, simak ulasa lengkapnya dibawah ini.

10 Tips Menumbuhkan Mental Optimis

Itulah fakta yang diungkap dalam sebuah buku yang bertajuk : Learned Optimism – How to Change Your Mind and Your Life. Buku ini ditulis oleh Martin Seligman, professor psikologi terkemuka dari University of Pennsylvania.

Dalam buku ini, Seligman menguraikan beragam hasil penelitian mengenai dampak positif sikap optimisme bagi kinerja. Dalam salah satu contoh risetnya, Seligman menemukan para salesman yang punya mental optimis mampu membukukan penjualan yang jauh lebih banyak dibanding rekannya yang berwatak pesimis.

Pertanyaan sekarang adalah: bagaimana kita bisa mengetahui apakah kita orang optimis atau pesimis? Disini kita dikenalkan dengan dua tipe penjelasan. Baca juga: Tips Mengelolah Keuangan Saat Omzet Naik

Tipe penjelasan yang pertama adalah : Permanence. Orang yang pesimis selalu menjelaskan peristiwa buruk yang menimpa mereka sebagai sesuatu yang cenderung permanen (misal : bos saya selalu menyalahkan saya; atau saya tidak pernah berhasil menjadi entrepreneur; dst. ). Kalimat “selalu” atau “tidak pernah” adalah sesuatu yang permanen; dan orang pesimis cenderung suka menggunakan kalimat itu (baik secara terbuka atau dalam hati).

Sebaliknya orang optimis akan memandang kejadian buruk (bad events) yang menimpa mereka sebagai sesuatu yang bersifat temporer (misal : hari ini bos saya lagi bad mood; atau bos saya marah kalau saya terlambat menyelesaikan laporan; atau saya tidak berhasil dalam bisnis karena salah memilih lokasi toko; dst). Contoh kalimat yang bersifat temporer semacam ini membuat orang bisa melihat kejadian buruk sebagai sesuatu yang bersifat sementara — bukan permanen — dan bisa dihindari di masa mendatang.

Tipe penjelasan yang kedua adalah : Pervasiveness. Orang yang pesimis cenderung memberikan penjelasan yang menggeneralisir (pervasive) atas bad events yang ada di sekeliling mereka (misal : semua bos disini bermain office politics; atau semua peraturan di perusahaan ini tidak fair; semua buku motivasi itu isinya hanya sampah; dan beragam kalimat sejenisnya). Pervasive artinya kita menggeneralisasi akan sesuatu peristiwa atau kejadian.

10 Tips Menumbuhkan Mental Optimis

Kemudian, bagaimana kalau kita terlanjur terkontaminasi sifat-sifat pemisimis? Mungkin beberapa tips singkat di bawah ini dapat membawa Anda menuju pribadi bermental optimis.

1. Jangan marah dengan diri Anda sendiri jika Anda merasa pesimis, wajar kalau kita memandang sesuatu sulit dan berisiko, tapi di saat itulah kita harus menumbuhkan mental optimis kita.

2. Mengakui bahwa mengubah sikap mental Anda butuh waktu, jadi bersabarlah.

3. Lebih berhati-hati dengan penampilan Anda, perhatikan cara berpakaian Anda. Pakaian yang baik dan serasi akan membuat Anda merasa lebih percaya diri dan positif.

4. Belajarlah untuk menerima masa lalu, meninggalkannya di belakang. Berkubang di masa lalu menciptakan ketidakbahagiaan dan kurangnya optimisme.

5. Cukup tidur di malam hari. Bila tidak cukup tidur atau tidak tidur baik Anda bisa mendapatkan murung, tidak bahagia dan tidak sabar. tidur yang baik akan membuat Anda lebih energik, hidup, optimis, dan merasa baik.

6. Latihan tubuh Anda sering dan teratur, olah raga ringan di setiap pagi atau sore hari.

7. Setidaknya sehari sekali melakukan sesuatu yang membuat Anda bahagia dan puas. Ini bisa apa saja, bahkan beberapa aktivitas kecil atau tindakan seperti makan sesuatu yang Anda sukai, menonton program TV favorit, membaca atau berbicara dengan seorang teman.

8. Menyimpan daftar kutipan motivasi dan inspirasi berguna, dan membacanya beberapa kali sehari.

9. Berusaha untuk melihat sisi baik dalam setiap situasi.

10. Cobalah untuk tersenyum lebih sering, senyum itu sehat dan merupakan amal ibadah.

“An optimist sees an opportunity in every calamity; a pessimist sees a calamity in every opportunity”. Winston Churchill.

itulah 10 tips menumbuhkan mental optimis sehingga anda mampu menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan produktif. Semoga bermanfaat!

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *