Perkembangbiakan Vegetatif Tumbuhan Secara Buatan

By Admin | pengetahuan

perkembangbiakan vegetatif tumbuhan secara buatan

Perkembangbiakan vegetatif tumbuhan secara buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau dibuat oleh manusia. Perkembangbiakan ini tidak terjadi dengan sendirinya seperti perkembanganbiakan vegetatif secara alami sebagaimana sudah dibahas pada artikel sebelumnya.

Perkembangbiakan vegetatif secara buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat sama dengan induknya. Selain itu, dengan perkembangbiakan vegetatif buatan akan lebih cepat diperoleh hasil.

Cara Perkembangbiakan vegetatif buatan pada Tumbuhan

Beberapa cara perkembangbiakan vegetatif buatan diantaranya yaitu:

1. Mencangkuk

Berbagai macam pohon buah-buahan lazim dikembangbiakan dengan mencangkok, misalnya mangga, jambu, dan belimbing. Dengan mencangkok, rasa dan hasil yang diperoleh akan sama dengan induknya. Misalnya, bila induk berbuah lebat dan manis maka tanaman hasil cangkokan juga akan berbuah lebat dan manis. Hal-hal yang perlu kita ingat dalam membuat cangkokan adalah sebagai berikut.

  • Membuang kulit cabang pada bagian yang akan dicangkok. Tujuannya adalah agar pengangkutan dari dahan tersebut ke bagian lain terputus.
  • Membuang cambium pada batang. Jika cambium tidak dibuang, akan terbentuk kulit baru dan cangkokan gagal.

Cangkokan dibuat pada cabang batang yang tidak terlalu besar, kira-kira bergaris tengah 2,5 cm. Tidak jauh dari pangkal dahan, kulit batang dibuang menurut lingkaran batang sepanjang kira-kira 10 cm. cambium dikikis dan dibersihkan. Setelah terasa tidak licin, bagian kayu yang terbuka ditutup dengan tanah lempab. Kemudian tanah penutup itu dibungkus dengan ijuk, sabut kelapa atau plastik dan diikat di kedua ujungnya. Tanah penutup itu harus selalu lembap sehingga perlu disiram secara teratur.

Cangkokan berhasil bila tumbuh akar pada bagian di atas luka. Apabila akar sudah cukup banyak, dahan dapat dipotong kemudian di tanam. Pada saat menanam, daun pada cangkokan dikurangi untuk mengurangi penguapan.

2. Menempel (okulasi)

Mengembangbiakan dengan cara menempel bertujuan menggabungkan sifat tanaman yang berbeda. Misalnya, tanaman A mempunyai akar dan batang yang kuat, tetapi berbuah masam. Sebaliknya, tanaman B mempunyai akar dan batang lemah, tetapi berbuah manis dan besar. Kedua sifat ini digabungkan dengan cara menempelkan tunas dari tanaman mempunyai B ke batang tanaman A. hasilnya, tanaman mempunyai akar dan batang kuat, berbuah manis dan besar. Harus diperhatikan bahwa tanaman yang digunakan untuk menempel harus satu spesies.

Untuk mendapatkan batang pokok yang berakar kuat, dapat dilakukan dengan persemaian biji. Setelah benih tumbuh dan ukuran batangnya sebesar ibu jari, batang tersebut dapat digunakan sebagai batang pokok. Cara menempel adalah sebagai berikut.

Dengan menggunakan pisau yang bersih dan tajam, pada batang pokok dibuat torehan berbentuk huruf T. Kemudian, dari batang lainnya diambil mata tunas yang akan ditempel. Mata tunas tersebut kemudian disisipkan pada torehan batang pokok. Tepian luka pada batang pokok diolesi paraffin dan diikat. Setelah 15-20 hari, tali ikatan dapat dibuka. Apabila kulit tempelan telah bersatu dengan batang pokok dan mata tunas tumbuh, maka okulasi dikatakan berhasil.

Untuk memusatkan pertumbuhan tunas yang ditempelkan, bagian atas dari batang pokok (di atas titik okulasi) dipotong. Agar tidak kemasuka bibit penyakit, bekas potongan diolesi dengan parafin.


3. Menyambung

Tujuan orang menyambung sama dengan menempel. Menyambung banyak dilakukan oleh petani buah-buahan. Sebelumnya, dilakukan penyemaian biji untuk mendapatkan tanaman dengan akar yang kuat. Tanaman ini akan digunakan sebagai tanaman batang pokok.

Pada saat bibit yang tumbuh telah mempunyai batang sebesar ibu jari, penyambungan dapat dilakukan.

Bibit tanaman yang akan dijadikan batang pokok (tanaman A) dipotong lebih kurang 10 cm dari permukaan tanah dengan kemiringan potongan 45 derajat. Ranting tanaman sejenis yang berbuah bagus (tanaman B) juga dipotong dengan kemiringan 45 derajat. Ranting tanaman B harus mempunyai mata tunas.

Kemudian, kedua potongan disambungkan dan diberi penyangga di samping kiri dan kanan bagian yang disambung. Cambium dari kedua potongan yang disambung diusahakan tepat bertemu. Oleh karena itu, sebaiknya kedua tanaman yang akan disambung mempunyai batang yang sama besar. Sambungan tersebut diikat dengan tali pengikat. Kemudian, jumlah daun dikurangi untuk mengurangi penguapan.

4. Merunduk

Perkembangbiakan dengan merunduk bisa dilakukan pada alamanda, apel, dan bunga kertas. Tumbuhan ini umumnya mempunyai ranting yang panjang. Bila ranting tersebut dibengkokkan ke dalam tanah dengan ujung tersembul ke permukaan, maka di bagian yang tertimbun tanah akan tumbuh akar. Setelah akar itu kuat, batang yang menghubungkan dengan induknya dapat dipotong.

5. Setek

Cara setek biasa dilakukan pada tumbuhan berbunga, misalnya mawar, melati, dan nusa indah. Untuk membuat setek, dahan atau ranting yang sudah dewasa dipotong. Potongan dahan tersebut kemudian ditancapkan ke tanah yang cukup gembur. Setelah beberapa hari, potongan akar tersebut berakar sehingga menjadi tumbuhan baru. Oleh karena bagian tumbuhan yang disetek adalah batang, cara ini dsebut setek batang.

Pada tumbuhan begonia, daun begonia dapat dipotong kemudian ditanam terpisah dari tanaman induknya. Dari tulang daun tersebut tumbuhan tanaman baru. Perbanyakan tanaman dengan cara seperti ini disebut setek daun.

 


tags: , , , , ,

Related Pos :