Kesehatan Sistem Reproduksi Manusia

By Admin | kesehatan

kesehatan-sistem-reproduksi-manusia

Pada zaman modern ini, kesehatan sistem reproduksi manusia mendapat perhatian yang serius. Hal ini terbukti dengan adanya bebagai upaya mencari solusi terhadap masalah atau gangguan pada sistem reproduksi. Kesehatan sistem berhubungan erat dengan penyakit atau gangguan pada sistem reproduksi dan cara menjaga atau merawat kesehatan sistem reproduksi.

A. Penyakit dan gangguan yang berhubungan dengan sistem reproduksi

Penyakit pada sistem reproduksi pada umumnya terjadi akibat infeksi mikroorganisme tertentu. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan suami istri. Oleh karena itu, penyakit tersebut sering disebut PMS. Selain melalui hubungan suami istri, PMS dapat ditularkan oleh cairan darah melalui jarum suntik/transfusi, ibu hamil juga dapat menularkan PMS kepada bayinya. Dalam banyak kasus, PMS kadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Meskipun demikian, tetap harus digaris bawahi bahwa seseorang yang terinfeksi PMS dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.
Secara lebih rinci, beberapa jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi dijelaskan dalam uraian berikut

1. Keputihan

Penyakit keputihan ditandai dengan keluarnya cairan kental berwarna putih dari vagina. Cairan itu biasanya berbau tidak sedap dan menyebabkan gatal-gatal di daerah vagina. Keputihan dapat terjadi akibat infeksi oleh jamur dan maupun bakteri. Keputihan akibat infeksi oleh jamur Chlamydia trachomatis disebut klamidiasis. Keputihan akibat infeksi oleh jamur Candida albicans disebut kandidiasis. Keputihan juga dapat terjadi akibat infeksi oleh bakteri Gardnerella.

1) Klamidiasis
Penyakit ini dapat menyerang organ reproduksi pada laki-laki maupun perempuan. Gejala yang dialami penderita perempuan sebagai berikut.
• Keluarnya cairan dari alat kelamin atau keputihan encer berwarna putih kekuningan.
• Rasa nyeri dirongga panggul.
• Pendarahan setelah berhubungan suami istri.
Gejala yang dialami penderita laki-laki sebagai berikut.
• Rasa nyeri saat kencing.
• Keluar cairan bening dari saluran kencing.
• Apabila ada infeksi lebih lanjut, cairan semakin sering keluar dan bercampur darah.
Gejala tersebut sering tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu, penderita tidak sadar menjadi pembawa PMS dan menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya melalui hubungan suami istri.
Klamidiasis pada perempuan mengakibatkan cacatnya saluran telur, kemandulan, radang saluran kencing, dan robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Pada laki-laki, klamidiasis dapat mengakibatkan rusaknya saluran air mani, kemandulan, serta radang saluran kencing. Pada penderita bayi, kurang lebih 60%-70% terkena penyakit mata atau saluran pernapasan (pneumonia).

2) Kandidiasis vaginalis
Candida albicans merupakan sejenis jamur yang pada keadaan normal, terdapat dikulit maupun di dalam liang kemaluan wanita. Namun pada keadaan tertentu, jamur ini berkembang biak sedemikian rupa sehingga menimbulkan keputihan. Gejala penyakit ini berupa keluarnya cairan berwarna putih seperti susu, bergumpal, terasa gatal dan panas, serta kemerahan di daerah kelamin.

2. Kanker genitalia

Penyakit ini terjadi pada organ reproduksi wanita, yaitu terjadi pada vagina, serviks, dan ovarium. Kanker vagina terjadi iritasi virus.

3. Uretritis

Uretritis adalah peradangan uretra oleh Chlamydia trachomatis dan Ureplasma urealyticum atau virus herpes. Gejala yang timbul berupa keluarnya cairan putih kental dari alat kelamin, terasa panas atau sakit saat buang air kecil, gatal, dan iritasi pada alat kelamin. Uretritis banyak terjadi pada pria.

4. Prostatitis

Prostatitis adalah kelainan pada prostat akibat adanya inflamasi pada kelenjar prostat. Inflamasi ini dapat terjadi akibat infeksi baik oleh bakteri maupun nonbakteri. Salah satu bakteri penyebab prostatitis adalah Escherchia coli. postatitis umumnya terjadi pada pria berusia 25-50 tahun.

5. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada saluran reproduksi pria ( epididimis). Penyebab epididmis dapat bermacam-macam, antara lain akibat iritasi oleh kimia, komplikasi prostatektomi (pengangkat prostat), infeksi yang dipicu mikroorganisme tertentu (misal oleh bakteri coliforms) dan infeksi klamidial. Gejala yang menyertai penyakit ini antara lain nyeri dan pembengkakan pada skrotum, keluar nanah dari uretra ( lubang di ujung alat kelamin pria), dan terdapat darah dalam semen (cairan sperma).

6. Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada salah satu atau kedua testis (buah zakar). Orkitis dapat diakibatkan oleh sejumlah bakteri dan virus. Virus yang sering mengakibatkan orkitis yaitu virus gondongan (mumps). Virus lainnya meliputi Coxsackie virus, Varicela, dan Echovirus. Adapun bakteri yang biasa mengakibatkan orkitis antara lain Nesiseria gonorhoeae, Chlamydia trachomatis, E. Coli, Klebsiella pneumoniae, pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus sp., dan Streptococcus sp. Gejala penyakit ini sepintas mirip dengn gejala penyakit epididimitis, yaitu pembengkakan testis, nyeri saat buang air kecil, dan keluar nanah dari ujung alat kelamin pria (lubang tempat keluar urine).


7. Gonorrhoe (GO)

Penyakit ini diakibatkan oleh Neisseria gonorrhoeae. Masa tenggang tanpa gejala berlangsung selama 2-10 hari setelah kuman masuk ke dalam tubuh melalui hubungan suami istri. Gejala yang dialami pendeita gonore yaitu nyeri, merah, bengkak, dan bernanah pada alat kelaminnya. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnya, nanah kental kuning kehijauan, ujung alat kelamin pria tampak merah, dan agak bengkaka. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan.
Penyakit GO pada laki-laki dan perempuan sering kali mengakibatkan kemandulan. Pada perempuan bisa juga mengakibatkan radang panggul. Penyakit ini dapat diturunkan kepada bayi yang bau lahir berupa infeksi pada mata yang dapat mengakibatkan kebutaan.

8. Sifilis (Raja Singa)

Penyakit ini diakibatkan oleh Treponema palidum. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Selanjutnya timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Gejala tersebut kadang kala disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan paad tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan suami istri. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa (masa laten). Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah, dan jantung. Pada perempuan hamil, sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya. Bayi ynag dilahirkan dapat mengalami kerusakan kulit, hati, limpa, dan keterbelakangan mental.

9. Herpes genitalis

Penyakit ini diakibatkan oleh virus Herpes simplex dengan masa tenggang 4-7 hari sesudah virus masuk ke dalam tubuh melalui hubungan suami istri.

Gejala yang dialami penderita herpes genitalis.
1) Bintil-bintil berair (berkelompok seperti anggur) yang terasa nyeri di sekitar alat kelamin.
2) Bintil-bintil tersebut kemudian pecah dan meninggalkan luka yang yang kering mengerak, tetapi luka tersebut dapat hilang sendiri.
3) Gejala dapat kambuh lagi apabila ada faktor pencetus (stres, menstruasi, dan minuman/makanan berakohol), tetapi tidak senyeri tahap awal. Pada perempuan, sering mengakibatkan kanker mulut rahim beberapa tahun kemudian. Penyakit ini belum ada obatnya yang benar-benar mujarab, tetapi pengobatan antivirus dapat mengurangi rasa sakit.

10. Trikomoniasis vaginalis

Trikomoniasis vaginalis diakibatkan oleh parasit Trychomonas vaginalis. Gejala yang dialami penderita trokomoniasis vaginalis sebagai berikut.
1) Keluar cairan encer dari vagina, berwarna kuning kehijauan, berbusa, dan berbau busuk.
2) Vulva membengkak, kemerahan, gatal, dan terasa tidak nyaman.
3) Nyeri saat berhubungan suami istri atau saat kencing.

11. Kutil kelamin

Kutil kelamin diakibatkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Gejala yang dialami penderita kutil kelamin sangat khas yaitu terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan. Kutil kelamin pada perempuan, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Pada perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelamin kadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit di sekitar kelamin.
Kutil kelamin pada laki-laki tumbuh pada alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. Kutil kadang-kadang tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanya laki-laki baru menyadari setelah ia meluarai pasangannya.

12. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)

AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini disebabkan oleh human imminodeficiency virus (HIV). Gejala yang dialami penderita AIDS yaitu sebagai berikut.
1) Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat.
2) Mengalami demam tinggi, diare, dan batuk yang berkepanjangan (lebih dari satu bulan).
3) Kelainan pada kulit dan terjadi iritasi (gatal).
4) Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan.
5) Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telingah, leher, ketiak, dan lipatan paha.

B. Merawat dan menjaga sistem reproduksi

Kesehatan sistem reproduksi berhubungan dengan fungsi dan proses yang terjadi dalam sistem reproduksi. Setiap pribadi, baik pria maupun wanita, perlu menjaga kesehatan sistem reproduksinya. Hal ini pelu dilakukan agar kesuburan atau fertilitas tetap terjaga untuk menghasilkan keturunan.
Beberapa upaya berikut dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi.
1. Membersihkan alat kelamin bagian luar menggunakan air bersih setelah buang air. Saat membersihkan alat kelamin sebaiknya dari arah depan ke belakang.
2. Menjaga alat kelamin luar agar selalu kering, misal dilap menggunakan tissu setelah terkena air. Daerah lembap cocok untuk berkembiaknya bakteri dan jamur.
3. Menggunakan celana dalam dari bahan yang menyerap keingat dan tidak terlalu ketat.
4. Menghentikan kebiasaan menahan buang air. Menahan buang air dapat mengakibatkan urine menetes sehingga membasahi celana dalam.
5. Mengurangi kebiasaan mandi menggunakan air panas. Suhu panas dapat mengganggu spermatogenesis.

Itu lah beberapa penjelasan singkat tentang kesehatan sistem reproduksi pada manusia yang dapat Anda pahami. semoga bermanfaat!


tags: , ,

Related Pos :