Cara Memulai Usaha Jasa Fotocopy Strategi dan Analisa Bisnis

By Admin | bisnis

cara memulai usaha jasa fotocopy

Usaha jasa fotocopy memang sangat menjanjikan terutama dilingkungan perkantoran, kampus dan sekolah. Bahkan anda pun bisa membuka bisnis ini di rumah sebagai usaha rumahan jika tempat tinggal anda berada di area kampus atau perkantoran. Bisnis fotocopy bisa dijalankan siapapun, bahkan di area kampus sendiri tak jarang Mahasiswa/i yang membuka usaha ini untuk membiayai kuliah mereka sehingga tidak perlu bergantung dengan orang tua lagi. Meski bisnis ini mudah dijalankan dan dapat dilakukan siapapun, tak sedikit orang yang bingung untuk memulainya. Karena itu pada kesempatan ini penulis akan memberikan tips cara memulai usaha jasa Fotocopy, apa saja hambatan yang mungkin dihadapi, strategis dan Analisa bisnis fotocopy.

Jasa fotocopy termasuk usaha modal kecil yang menjanjikan dan prospeknya cerah asalkan anda bisa memiliki lokasi yang strategis sebagai tempat usaha. Untuk memulainya modal yang dibutuhkan berkisar antara 10-15 jutaan. Agar usaha fotocopy ramai dan cepat berkembang anda bisa melengkapi dengan jasa laminasi, jasa jilid dan jualan perlengkapan ATK.

#I. Cara Memulai Usaha Jasa Fotocopy

Bila anda tertarik untuk membuka usaha jasa fotocopy sebaiknya pikirkan terlebih dahulu niat anda untuk mengembangkan bisnis ini hingga sukses. Jangan sampai anda mudah menyerah, karena akan ada banyak hambatan yang mungkin dihadapi nantinya seperti kenaikan listrik, harga BBM, harga kertas mahal dan lain sebagainya. Anda harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Jika anda sudah siap dan tekad sudah bulat, berikut cara memulai bisnis fotocopy:

– Pilihlah lokasi yang strategis seperti lingkungan kampus, sekolah, dan area perkantoran. Kemudian cari juga lokasi yang kompetitornya masih minim. Jika pun ada pesaing anda harus mampu lebih unggul dari pesaing anda baik dari segi pelayanan maupun kualitas hasil fotocopy.

– Belilah mesin fotocopy yang berkualitas baik. Sebagai modal awal belilah satu unit mesin fotocopy baru yang kecil saja dulu dengan harga kisaran kurang lebih Rp 10 jutaan. Atau jika anda terbentur modal, Anda dapat membeli mesin fotocopy second yang masih dalam kondisi prima. Ingat, sebaiknya sebelum membeli telitilah terlebih dahulu akan tidak repot ditengah jalan karena ada kerusakan atau hasil fotocopy yang tidak memuaskan.

– Carilah sumber grosir penjual kertas dengan harga miring. Untuk menjalankan usaha ini anda harus memiliki stok kertas minimal 5 rim/hari atau jika omzetnya tinggi bisa lebih.

– Terampil dalam memproses fotocopian. Dalam hal ini, anda harus memahami seluk-beluk mesin dan cara memfotocopy yang baik dan benar. Selain itu anda juga harus cekatan. Hal ini memang bisa dilakukan oleh karyawan tetapi tetap anda harus memberikan panduan agar proses fotocopy dapat berjalan dengan baik, cepat dan kualitas hasil potocopy juga bagus.

#II. Hambatan Bisnis Fotocopy yang Mungkin terjadi

Dalam bisnis hambatan atau risiko akan selalu ada, begitu juga dengan bisnis jasa fotocopy. Berikut ini beberapa hambatan yang umumnya dihadapi dalam bisnis ini:

– Mesin fotocopy error atau rusak sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu dan memerlukan waktu agak lama.


– Kenaikan harga BBM membuat biaya listrik naik dan harga kertas juga ikut naik.

– Banyak pesaing disekitar Lokasi usaha

Perlu diingat bahwa hambatan-hambatan tersebut tidak untuk dijadikan penghalang yang berarti. Jadikanlah hal tersebut sebagai pemicu anda dalam berpikir, berkreasi dan berinovasi bagaimana caranya usaha ini dapat terus berkembang dan bertahan meskipun beragam hambatan menghadang.

Baca juga : Cara Memulai Bisnis Buku

#III. Strategi Menjalankan Usaha Jasa Fotocopy

Bisnis ini sudah menjamur sehingga agar usaha dapat terus bertahan dan berkembang diperlukan strategi yang tepat dalam menjalankannya. berikut Strategi menjalankan usaha jasa fotocopy:

– Harga atau biaya fotocopy tidak boleh lebih mahal dibandingkan dengan para pesaing lainnya. Patoklah harga sesuai pasaran. Untuk sekarang ini harga fotocopy per lembar antara 75-100 rupiah untuk kertas buram. Namun, untuk kertas HVS terutama kertas HVS 70 gram anda bisa mematok harga antara Rp 100-Rp 125 per lembar dan kaulitas juga lebih bagus. Jadi, kompetitiflah dalam menentukan harga.

– Buatlah perbedaan usaha anda dengan usaha sejenis lainnya baik dari segi pelayanan maupun kaulitas hasil fotocopy. Misalnya cepat, ramah, hasil fotocopy bersih dan jelas, bekerja efektif dan efisien.

– Menata ruang usaha dengan baik. Usahakan aliran pekerjaan dari pesanan, pekerjaan diproses hingga hasil fotocopy yang sudah jadi diatur secara efisien dan bersih. Pelanggan yang antri dilayani dengan baik, Dahulukan yang datang lebih awal jangan mendahulukan yang datang belakangan agar pelanggan tidak kecewa.

– Pelayanan ramah, cepat, rapi dan selesai tepat waktu.

– Kualitas produk harus tetap dipertahankan dengan mengganti mesin fotocopy yang sudah tidak layak pakai. Beri jaminan kepada pelanggan untuk segera mengembalikan hasil fotocopy yang tidak jelas dan mengganti dengan fotocopy yang jelas secara gratis.

– Lengkapi usaha anda denan melayani jasa penjilidan, Laminasi dan perlengkapan ATK.

– Selalu ramah kepada pelanggan adalah nilai plus tersendiri. Jika perlu sediakan waktu beberapa menit sambil bekerja untuk mengajak pelanggan mengobrol.

#IV. Analisa Bisnis Fotocopy

Modal Awal :
peralatan:
1 unit mesin fotocopy (baru) ==========> Rp 10.000.000,-
Etalase (bekas) =======================> Rp 500.000,-
Meja ==================================> Rp 300.000,-
Kursi =================================> Rp 100.000,-
——————————————————-
Jumlah modal awal =====================> Rp 10.900.000,-

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan per tahun = (Rp 10.900.000-Rp 1000)/4 = Rp 2.724.750,- per tahun atau sama dengan 227.062,- per bulan.

Perlengkapan :
Gunting + cutter + penggaris besi+ stapler => Rp 150.000,-
Kantong plastik ============================> Rp 50.000,-
———————————————————-
Jumlah biaya perlengkapan ==================> Rp 200.000,-

Perhitungan Laba/Rugi per bulan
Pendapatan:
Jumlah fotocopy dilihatdari habisnya kertas HVS
3 Rim/hari = 90 rim/bulan
90X500 lembar X Rp 100 =====================> Rp 4.500.000,-

Biaya-biaya yang dikeluarkan:

Sewa tempat dan listrik ===============> Rp 700.000,-
Biaya perlengkapan ====================> Rp 200.000,-
Stok kertas HVS =======================> Rp 750.000,-
Stok tinta fotocopy ===================> Rp 400.000,-
Stok ATK ==============================> Rp 300.000,-
Gaji Karyawan =========================> Rp 700.000,-
Biaya penyusutan perlatan =============> Rp 227.062,-
Maintenance ===========================> Rp 200.000,-
Lain-lain =============================> Rp 100.000,-
——————————————————
Jumlah biaya ==========================> Rp 3.577.062,-
——————————————————
Laba bersih ===========================> Rp 922.938,-

Bagaimana tertarik untuk membuka bisnis fotocopy? Jika anda tertarik silahkan pelajari kembali baik-baik cara memulai usaha Jasa fotocopy, hambatan, strategi dan analisa bisnis diatas. Semoga sukses.


tags: , , ,

Related Pos :