Bagian-Bagian Ilmu Al-Qur’an dan Macam-Macamnya

By Admin | pengetahuan

macam-macam ilmu al-qur'an

Berbicara mengenai ilmu Al-Qur’an, apabila diperhitungkan apa yang telah diuraikan dan diperhatikan pula macam-macam ilmu Al-Qur’an itu, nyatalah bahwa sebagiannya tidak ada jalan mengetahuinya selain dari pada berpegang kepada naqal semata-mata dan yang sebagiannya dapat diperoleh dengan jalan tafakkur dan taammul, dengan sendirinya ilmu-ilmu Al-Qur’an itu terbagi dua:

Pertama, sebagian berpautan dengan riwayat semata-mata, seperti rupa-rupa qira’at, tempat-tempat turun Al-Qur’an waktu-waktunya dan sebab-sebabnya. Bagian ini dinamai ilmu riwayah.

Kedua, bagian yang berpautan dengan dirayah, yaitu yang hasil dengan jalan pembahasan seperti mengetahui lafad yang gharib (pengertian) dan mengetahui makna-makna yang berpautan dengan hukum. Bagian ini dinamai ilmu dirayah.

Macam-Macam Ilmu Al-Qura’an

Maksud yang terpokok dari mempelajari ilmu-ilmu ini ialah memperoleh keahlian dalam meng-istinbath-kan hukum syara’, baik mengenai I’tidat, mengenai amalan, mengenai budi pekerti maupun yang lainnya.

Maka di bawah ini macam-macam ilmu Al-Qur’an yang terpokok.

1. Ilmu Mawathin am-Nuzul

Ilmu yang menerangkan tempat-tempat turun ayat, musimnya, awalnya, akhirnya. Kitab yang membahas ilmu ini banyak, di antaranya ialah Al-Itqan susunan As-Sayuthy.

2. Ilmu Tawarikh an-Nuzul

Ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya satu demi satu dari awal turunnya hingga akhirnya dan tertib turun surat dengan sempurna.

3. Ilmu asbab an-Nuzul

Ilmu Al-Qur’an yang menerangkan sebab-sebab turun ayat. Di antara kitab yang membahas ilmu ini adalah Lubab an-Nuzul karangan As-Syuthy. Dalam pada itu perlu diingat bahwa banyak riwayat dalam kitab ini yang tidak shahih.

4. Ilmu Qira’at

Ilmu Al-Qur’an yang menerangkan rupa-rupa qira’at (bacaan-bacaan) yang telah diterima Rasul saw. Qira’at-qira’at ini apabila dikumpulkan semuanya terdapat sepuluh macam qira’at yang shahih dan beberapa macam pula yang tidak shahih.

Perlu diketahui oleh para mufassirin bahwa tafsir-tafsir ini dilakukan menurut qira’at yang diterima sedangkan Al-Qur’an atau mushaf yang tedapat di tiap-tiap rumah orang Islam adalah ditulis menurut qira’at Hafash, salah satu salah satu qira’at yang sepuluh itu. Kitab yang paling utama untuk mempelajari ilmu ini ialah An-Nasyr fi al-Qira’at al-Asyr, gubahan ilmu Al-Jazary.


5. Ilmu tajwid

Ilmu Al-Qur’an yang menerangkan cara membaca Al-Qur’an, tempat memulai dan memberhentikannya (tempat-tempat ibtida’ dan waqaf-nya) dan lain-lain yang berhubungan dengan itu.

6. Ilmu gharib al-Qur’an

Ilmu Al-Qur’an yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu ini menerangkan makna kata-kata yang halus, tinggi dan pelik. Sebaik-baik pedoman untuk ilmu ini ialah Al-Mufradat tulisan yang amat mahir dalam soal lughah Arabiyah yaitu Al0Ashfahany.

Dihubungkan dengan ilmu ini, ilmu yang menerangkan lafad-lafad yang diambil makna majaz-nya. Ini penting untuk penterjemahan agar jangan terpeleset. Juga dihubungkan dengan ilmu yang menerangkan kata-kata Al-Qur’an yang bukan dari bahasa hijaz. Di antara kitab yang memaparkan ilmu ini ialah lughah al-Qab’il karangan Al-Qasim ibn Salam. Dan ditambah lagi dengan ilmu yang menerangkan kata-kata yang berasal dari yang bukan bahasa Arab, ilmu ini dapat ditelaah dalam kitab Al-Itqan.

7. Ilmu I’rab Al-Qur’an

Ilmu Al-Qur’an yang menerangkan baris Al-Qur’an dan kedudukan lafad dalam ta’bir (susunan kalimat). Di antara kitab yang memenuhi kebutuhan kita dalam bidang ini ialah imla’ ar-Rahman karangan Abd al-Baqa’ al-Ukhbary.

8. Ilmu wujuh wa an-Nazha’ir

Ilmu Al-Qur’an yang menerangkan kata-kata Al-Qur’an yang banyak arti, menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. ilmu ini dapat dipelajari dalam kitab Mu’tarak al-Aqran karangan As-Sayuthy.

9. Ilmu Ma’rifah al-Muhkam wa al-Mutasyabih

Ilmu Al-Qur’an yang menyatakan ayat-ayat yang dipandang muhkan dan ayat-ayat yang dianggap mutasyabih. Salah satu kitab mengenai ilmu ini ialah Al-Manzhumah as-Sakhawiyah karangan As-Sakhrawy.

10. Ilmu Nasikh wa al-Mansukh

Ilmu yang menerangkan ayat-ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufassirin. Untuk bidang ini cukup mempunyai kitab-kitab An-Nasikh wa al-Mansukh karangan Abu Ja’far an-Nahas, Al-Itqan karangan As-Sayuthy, Tarikh Tasyri’, Ushul al-Fiqh karangan Al-Khudary, kitab Dirullah fi Kutub Anbiya’ih karangan Dr. Taufiq Shidqy dan Ad-Din al-Islamy uraian Amir Ali.

11. Ilmu Badai’ al-Qur’an

Ilmu yang menyatakan keindahan-keindahan susunan bahasa Al-Qur’an. Ilmu ini menerangkan kesusasteraan Al-Qur’an, keindahan kepelikan dan ketinggian-ketinggian balaghah-nya. Untuk keperluan ini dapat dicapai dengan menelaah kitan Al-Itqan. As-Sayuthy menerangkan yang demikian dalam kitabnya itu mulai halaman 83-96 dalam juz yang kedua.

12. Ilmu I’jaz Al-Qur’an

Ilmu yang menerangkan kekuatan susunan lafad Al-Qur’an hingga telah dipandang menjadi mu’jizat, dapat melemahkan segala ahli bahasa Arab. Untuk meyakinkan kita bahwa Al-Qur’an itu benar-benar bukan susunan yang dibuat manusia, Allah sendiri yang menyusun dalam keadaan yang tidak dapat ditandingi oleh seseorang pun, perlulah kita mempelajari segi-segi kemu’jizatan Al-Qur’an.

13. Ilmu Tanasub ayat Al-Qur’an

Ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan yang dimukanya dan dengan yang di belakangnya. Jika diperhatikan Al-Qur’an dengan cara demikian saja, dapat diketahui bahwa ayat-ayatnya putus-putus yakni tidak bertali-tali, padahal ayat-ayat itu mempunyai munasabah antara yang satu dengan yang lainnya. Kitab yang memaparkan ilmu ini ialah Nazhm ad-Durar karangan Ibrahim al-Biqa’y. tafsir Ar-Razi selalu membahas hal ini.

14. Ilmu Aqsam Al-Qur’an

Ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an. Segala maksud-maksud sumpah Al-Qur’an, telah dibahas oleh ilmu Qayyim dalam kitabnya At-Tibyan.

15. Ilmu Amtsal Al-Qur’an

Ilmu yang menerangkan perumpamaan-perumpamaan Al-Qur’an, yakni menerangkan ayat-ayat perumpamaan yang dikemukakan Al-Qur’an dan mensyarahkannya. Kitabnya yang sudah kita dapatkan ialah Amtsal Al-Qur’an karangan Al-Mawardy.

16. Ilmu Jidal Al-Qur’an

Ilmu yang menerangkan macam-macam debatan yang telah dihadapkan Al-Qur’an kepada kaum musyrikin dan lain-lain. Dalam ilmu ini dapat diketahui cara-cara dan sikap-sikap yang dipergunakan Al-Qur’an untuk berhadapan dengan mereka yang berkepala baru. Segala ayat itu telah dikumpulkan oleh Najamuddin ath-Thusy.

17. Ilmu Adab Tilawah Al-Qur’an

Ilmu yang menerangkan segala rupa aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan dalam membaca Al-Qur’an.

Segala adab, kesopanan dan kesantunan yang harus kita jaga ketika membaca Al-Qur’an asy-Syarif itu dengan jelas dibicarakan dalam ilmu ini. Salah satu kitab yang amat baik dalam bidang ini ialah kitab At-Tibyan karangan An-Nawawy. Kitab ini bagus dimiliki oleh para mubalig para guru bahkan para ulama.

 

tags: , ,

Related Pos :